MANADOPOST.ID—Sebuah fenomena menarik terjadi di depan kantor HYBE, agensi yang menaungi BTS, di mana karangan bunga protes yang menuntut pengunduran diri Suga BTS mulai berdatangan.
Fenomena ini mencerminkan tren baru di kalangan penggemar K-Pop, di mana mereka mengirimkan karangan bunga sebagai bentuk protes atau dukungan, terutama dalam menanggapi kontroversi terkait idol mereka.
Protes tersebut dipicu oleh insiden mengemudi di bawah pengaruh alkohol (DUI) yang melibatkan Suga BTS.
Dalam beberapa karangan bunga yang terlihat di lokasi, pesan-pesan sarkastik dan sindiran keras dituliskan sebagai bentuk kritik terhadap idol tersebut. Salah satu karangan bunga menuliskan, “Saya menggunakan photocard Suga untuk menopang hotteok saya dan album Suga sebagai alas panci,” sementara yang lain menyindir, “Hotteok akan mulai berbau alkohol, jadi saya bahkan tidak bisa menggunakan photocard Suga untuk stand hotteok.”
Tidak hanya itu, beberapa karangan bunga lainnya juga berisi kritik tajam terkait insiden DUI, dengan salah satu penggemar menulis, “Suga yang tes alkoholnya 0,227 terjatuh hingga tertangkap polisi,” dan yang lainnya bahkan menyatakan, “Cepat singkirkan Suga, seorang kriminal tidak pantas berada di atas panggung.”
Tuntutan untuk pengunduran diri Suga dari industri musik semakin kuat setelah insiden ini, dan karangan bunga yang dikirimkan ke depan kantor HYBE semakin memperlihatkan ketidakpuasan mendalam dari para penggemar. Beberapa penggemar bahkan menulis sindiran yang menyinggung sang pendiri HYBE, Bang Sihyuk, seperti, “Saya rekomendasikan 0 Sugar (Suga). Diet jus Bang Sihyuk gagal,” yang menggambarkan kekecewaan mereka atas kelanjutan karier Suga setelah kontroversi DUI tersebut.
Fenomena karangan bunga protes ini juga menyoroti bagaimana penggemar K-Pop kini menggunakan berbagai cara kreatif untuk menyampaikan pendapat mereka, baik dalam bentuk dukungan maupun kritik keras terhadap idol yang mereka cintai. Reaksi publik terhadap insiden Suga akan terus menarik perhatian, mengingat reputasi BTS sebagai grup global yang memiliki pengaruh besar di industri musik.(*)
Editor : Angel Rumeen