MANADOPOST.ID—Dunia seni peran Indonesia berduka atas kepergian Joshua Pandelaki, aktor senior yang dikenal dengan dedikasinya selama lebih dari empat dekade. Joshua meninggal dunia pada Sabtu, 7 Desember 2024, pukul 12.42 WIB akibat serangan jantung. Ia menghembuskan napas terakhir di usia 65 tahun, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan para penggemarnya.
Joshua Pandelaki lahir di Minahasa, Sulawesi Utara, pada 23 April 1959. Sebagai putra asli Minahasa, ia tumbuh dalam lingkungan yang menghargai seni dan tradisi. Kehidupan religius sebagai seorang Kristen turut membentuk kepribadiannya yang sederhana tetapi penuh semangat. Kecintaan pada dunia seni mengantarnya ke panggung Teater Koma pada 1978, di mana ia pertama kali tampil bersama Rima Melati, di bawah arahan maestro teater N. Riantiarno. Dari sanalah bakatnya mulai dikenal, hingga ia melangkah lebih jauh ke dunia perfilman Indonesia.
Joshua mulai aktif di layar lebar pada era 1990-an dan terus berkarya hingga akhir hayatnya. Salah satu puncak kariernya adalah saat ia membintangi Perempuan Berkalung Sorban pada 2009, sebuah peran yang membawanya meraih penghargaan Indonesian Movie Awards sebagai Pemeran Pendukung Pria Terfavorit. Meski lebih dikenal sebagai aktor pendukung, kehadiran Joshua selalu mencuri perhatian dan memberikan warna berbeda di setiap film yang ia bintangi.
Dalam beberapa tahun terakhir, Joshua tetap produktif dan tampil di sejumlah film yang sukses di pasaran, seperti Gara-Gara Warisan dan Mencuri Raden Saleh pada 2022, serta Hidayah pada 2023. Film terakhirnya, Kuasa Gelap, yang dirilis pada Oktober 2024, menjadi penutup perjalanan kariernya di dunia perfilman. Dalam film ini, ia beradu akting dengan Lukman Sardi, yang juga menyampaikan kabar duka kepergiannya.
Dedikasi Joshua di dunia seni peran tidak hanya tampak dari totalitasnya di depan kamera, tetapi juga dari peran aktifnya di panggung teater. Sebagai bagian dari sejarah Teater Koma, Joshua terlibat dalam berbagai pementasan legendaris yang membuktikan keberaniannya mengeksplorasi berbagai karakter. Energinya untuk terus berkarya hingga usia senja menjadi inspirasi bagi banyak generasi muda.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam. Jenazah Joshua disemayamkan di Rumah Duka RS Fatmawati, Jakarta, dan rencananya akan dimakamkan di TPU Menteng Pulo pada Minggu, 8 Desember 2024. Rekan-rekannya di industri perfilman mengungkapkan rasa kehilangan yang besar. “Joshua adalah sosok yang penuh semangat dan cinta pada pekerjaannya. Kehilangannya adalah luka besar bagi kami semua,” ujar Lukman Sardi.
Joshua Pandelaki adalah aktor yang tak hanya dikenal karena bakatnya, tetapi juga karena warisan nilai-nilai yang ia tinggalkan. Sebagai seorang putra Minahasa, ia tidak pernah melupakan akar budayanya dan kerap mengungkapkan kebanggaan terhadap asal-usulnya. Film-film yang ia bintangi akan tetap menjadi warisan yang terus dikenang, membuktikan bahwa kualitas seni yang tulus mampu memberikan dampak yang abadi.
Selamat jalan, Joshua Pandelaki. Kepergianmu meninggalkan lubang di hati para penggemar, tetapi karya dan semangatmu akan terus hidup, menjadi inspirasi yang tak lekang oleh waktu. Engkau adalah kebanggaan Minahasa dan dunia seni Indonesia.
Editor : Jendry Dahar