MANADOPOST.ID – Pernah tiba-tiba ingin mencicipi lobster sambal matah, berburu gudeg legendaris di Yogyakarta, atau bahkan memesan meja di restoran chef favorit setelah menonton serial? Jika iya, Anda tidak sendirian.
Tayangan kuliner kini telah berevolusi menjadi lebih dari sekadar tontonan yang memamerkan makanan lezat. Di Netflix, makanan justru menjadi tokoh utama yang mampu menghidupkan emosi, mengungkap budaya, hingga membuat penonton jatuh cinta pada destinasi yang belum pernah mereka kunjungi.
Fenomena ini terlihat dari popularitas berbagai tayangan seperti Culinary Class Wars, Street Food Asia, Tastefully Yours, Bon Appétit, Your Majesty, hingga serial Indonesia terbaru Luka Makan Cinta. Bukan hanya sukses mencuri perhatian penonton, tayangan-tayangan tersebut juga memicu tren nyata di dunia kuliner.
Salah satu yang paling mencolok adalah Culinary Class Wars. Program kompetisi memasak asal Korea Selatan itu berhasil menjadi serial non-naskah Korea pertama yang memuncaki daftar Global Top 10 Netflix selama tiga minggu berturut-turut. Di Indonesia, serial ini bahkan bertahan di jajaran Top 10 selama delapan minggu.
Dampaknya ternyata tidak berhenti di layar. Restoran milik para chef peserta dilaporkan mengalami lonjakan reservasi yang fantastis. Banyak penonton yang penasaran ingin merasakan langsung hidangan yang sebelumnya hanya mereka lihat di televisi.
Demam kuliner juga hadir lewat drama Korea Tastefully Yours dan Bon Appétit, Your Majesty. Perpaduan kisah romantis, komedi, dan sajian makanan yang menggugah selera membuat kedua serial tersebut menjadi perbincangan global. Penonton tidak hanya mengikuti kisah para karakter, tetapi juga dibuat penasaran dengan setiap hidangan yang tersaji.
Menariknya, Indonesia juga mulai mencuri perhatian dunia melalui cerita kuliner. Dalam dokumenter Street Food: Asia, Yogyakarta tampil sebagai surga kuliner yang memperkenalkan makanan legendaris seperti lupis, gudeg, hingga mie lethek kepada penonton internasional.
Sementara itu, serial Luka Makan Cinta sukses membawa cita rasa Nusantara ke panggung global. Dengan latar Bali yang memukau dan sajian khas Indonesia yang dikemas secara artistik, serial ini berhasil menembus daftar Global Top 10 Netflix untuk serial non-Inggris dan masuk Top 10 di 30 negara.
Menurut Chef Jesselyn Lauwreen, pemenang MasterChef Indonesia Season 8, kekuatan tayangan kuliner saat ini terletak pada cerita di balik makanan. Penonton tidak hanya melihat hasil akhirnya, tetapi juga perjuangan, passion, dan dinamika yang terjadi di dapur.
Kini, satu episode tayangan kuliner bisa membuat seseorang jatuh cinta pada sebuah hidangan, seorang chef, bahkan sebuah kota yang belum pernah dikunjungi. Pertanyaannya, setelah menonton serial kuliner favorit Anda berikutnya, destinasi mana yang akan masuk daftar perjalanan impian?(AME)
Editor : Amelia Beatrix