Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Musikal Senja Teduh Pelita Tampil Perdana, Angkat Isu Lingkungan dan Harapan Generasi Masa Depan

Amelia Beatrix • Minggu, 5 Juli 2026 | 08:45 WIB
Seluruh pemain Musikal Senja Teduh Pelita
Seluruh pemain Musikal Senja Teduh Pelita

MANADOPOST.ID – Musikal Senja Teduh Pelita resmi dipentaskan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 3–12 Juli 2026. Diproduksi Indonesia Kaya bersama Jakarta Movin berkolaborasi dengan MALIQ & D’Essentials, pertunjukan orisinal ini mengangkat kisah fiksi ilmiah tentang perjuangan sekelompok anak membangun kembali peradaban setelah dunia dilanda krisis lingkungan, pandemi, dan peperangan.

Program Manager Indonesia Kaya, Billy Gamaliel, mengatakan pertunjukan ini dihadirkan sebagai ruang refleksi sekaligus upaya mendukung lahirnya karya seni berkualitas serta memberi ruang bagi talenta muda di industri teater musikal Indonesia.

Cerita berpusat pada Arah, seorang anak yang membentuk Pasukan Pelita bersama delapan rekannya untuk bertahan hidup sekaligus mencari orang tua mereka yang menghilang. Dalam perjalanan, mereka menemukan Teluk Pelita, kawasan yang masih lestari, namun dihadapkan pada pilihan antara melanjutkan pencarian keluarga atau membangun kehidupan baru. Kisah tersebut menyoroti pentingnya menjaga alam sekaligus mengingatkan bahwa ancaman terbesar bagi masa depan juga berasal dari keserakahan manusia.

Produser dan sutradara Nuya Susantono menjelaskan musikal ini terinspirasi dari lirik dan musik MALIQ & D’Essentials yang sarat makna tentang kehidupan. Sekitar 20 lagu grup musik tersebut, termasuk Senja Teduh Pelita, Himalaya, Aurora, Jalan Pulang, hingga lagu dari album Begini Begitu, diaransemen menjadi bagian dari alur cerita.

Pertunjukan melibatkan 32 pemeran, termasuk 11 anak, serta sekitar 200 insan kreatif. Panggung diperkaya teknologi projection mapping, laser, set modular, puppetry satwa khas Indonesia, dan iringan musik langsung Wishnu Dewanta Orchestra untuk menciptakan pengalaman teatrikal yang imersif.

Selaras dengan tema pelestarian lingkungan, penyelenggara juga bekerja sama dengan Remind Indonesia mengajak penonton mendaur ulang sampah elektronik selama periode pertunjukan. Tiket pertunjukan masih tersedia hingga 12 Juli 2026 melalui situs dan aplikasi tiket.com.(AME)

Editor : Amelia Beatrix
#Musikal Senja Teduh Pelita #MALIQ & D’Essentials #Indonesia Kaya