Fetty Wap Rilis Album "Zavier", Karya Pertama Usai Bebas dari Penjara

ALengkong • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 19:42 WIB
Fetty Wap (Foto : Emir Ice)
Fetty Wap (Foto : Emir Ice)

 

Rapper Fetty Wap merilis album terbarunya bertajuk "Zavier" pada Jumat, menandai karya musik pertamanya sejak dibebaskan dari penjara federal pada Januari lalu setelah menjalani lebih dari separuh masa hukuman enam tahun terkait perannya dalam skema perdagangan narkoba berbasis New York. Rapper melodik kelahiran Paterson, New Jersey tersebut tampak memancarkan kebahagiaan besar, dengan banyak alasan untuk tersenyum di masa-masa ini.

Selama menjalani masa tahanan, Fetty Wap mengaku memikirkan segala hal yang ia rindukan, mulai dari keluarga, anak-anaknya, suara mesin mobil saat berkendara, makanan, hingga tentu saja musik. Ia mengaku sangat menyukai makan, dan tidak membuang waktu untuk kembali terjun ke dunia musik begitu bebas dari penjara.

Proses Penggarapan yang Sangat Cepat

Fetty Wap mengungkapkan bahwa ia mulai menggarap album tersebut segera setelah dibebaskan, tepatnya pada 7 Januari 2026. Ketika ditanya kapan proses penggarapan selesai, ia menjawab dengan tawa bahwa album tersebut rampung pada 10 Januari 2026, hanya berselang tiga hari sejak mulai digarap. "I had a lot to say. It's been a few years of holding things in there," ujar Fetty Wap, menjelaskan betapa banyak hal yang ingin ia sampaikan setelah bertahun-tahun memendam perasaan selama di penjara.

Ia memperkirakan bahwa dirinya bersama para kolaborator berhasil menciptakan total 123 lagu, dengan hanya 17 lagu yang akhirnya masuk ke dalam daftar lagu final album tersebut.

Kesempatan Membuat Album yang Benar-Benar Miliknya Sendiri

Kurang dari sepekan setelah merilis "The Butterfly Effect" pada 2021, artis yang lahir dengan nama Willie Maxwell II tersebut didakwa dan ditangkap. Album terakhirnya sebelum "Zavier", yakni "King Zoo" yang dirilis pada 2023, justru digarap saat ia masih menjalani masa tahanan.

Kondisi tersebut membuat "Zavier" terasa seperti pengenalan kembali sekaligus babak baru bagi kariernya, kesempatan nyata pertama membuat album yang benar-benar menjadi miliknya sendiri dalam setengah dekade terakhir. Fetty Wap mengenang proses penggarapan "King Zoo" yang sangat terbatas, di mana ia hanya bisa menelepon selama 15 menit dalam waktu-waktu tertentu sebelum telepon dimatikan, sehingga ia hanya bisa berharap hasilnya terdengar bagus.

Kali ini, Fetty Wap bisa langsung berada di studio dan terlibat secara langsung dalam prosesnya. "That's my safe haven. The studio is my safe haven," katanya, menggambarkan betapa pentingnya studio rekaman baginya sebagai tempat berlindung secara emosional.

Bukan Album Bertema Emosional soal Masa Tahanan

Bagi siapa pun yang mengharapkan album konsep tentang masa Fetty Wap di balik jeruji besi, sebaiknya mencari di tempat lain. "I didn't want it to be an emotional album. I didn't want it be, like, 'OK, we get it. You were away. You're home now.' Where's the fun Fetty?" ujarnya, menegaskan bahwa ia tidak ingin album ini terjebak dalam narasi emosional semata.

Album "Zavier" justru menghadirkan berbagai sisi Fetty Wap, mulai dari sisi yang menyenangkan, serius, penuh gairah, hingga lembut. Ia menyebut album ini memiliki banyak suara berbeda dengan berbagai area yang bisa dieksplorasi pendengarnya. Eklektisisme tersebut berhasil terwujud berkat gaya khas Fetty Wap yang tak tertandingi.

Konsep di Balik Nama "Zavier"

Fetty Wap menjelaskan bahwa keseluruhan konsep "Zavier" adalah membawa kembali energi yang sama seperti album "Fetty Wap" pada 2015, terobosan besar yang melahirkan lagu berpenjualan diamond "Trap Queen". "Just a more matured sound... 'Zavier' is just an upgraded Fetty Wap," lanjutnya, menjelaskan bahwa album baru ini menghadirkan versi yang lebih matang dari dirinya.

Mengenai asal nama album tersebut, Fetty Wap menjelaskan bahwa "Zavier" merupakan representasi dirinya yang sesungguhnya, sisi berbeda dari dirinya setelah pulang dari penjara.

Lagu "I Remember" sebagai Refleksi Perjalanan Hidup

Jika ada satu lagu yang merangkum periode kehidupan Fetty Wap tersebut, lagu itu adalah "I Remember" yang menampilkan rapper asal Chicago, G Herbo. Lagu ini bersifat sangat personal layaknya catatan harian, berisi daftar kenangan dari setiap fase kehidupannya di atas beat minimalis dan gitar yang sederhana. Ia menyebut lagu tersebut sebagai penghormatan bagi masa lalu dan masa kini dirinya.

Fetty Wap menjelaskan bahwa lagu tersebut memberikan gambaran mengenai apa yang terjadi dalam hidupnya, mulai dari sebelum menjadi Fetty Wap, masa menjadi Fetty Wap, hingga setelahnya, termasuk masa penjara dan kepulangannya. "I put everything in that song," tegasnya.

"White Roses" Jadi Lagu Favorit Bersama Sang Kakak

Selain lagu-lagu yang lebih personal, album ini juga menghadirkan banyak musik yang ia sebut sebagai "feel-good music", termasuk kolaborasi bersama Tink dalam lagu R&B "Nasty", serta kolaborasi lintas artis bersama Wiz Khalifa, Honey Bxby, dan Max B yang juga baru saja dibebaskan dari penjara.

Fetty Wap turut mencari inspirasi dari keluarganya sendiri, dengan menampilkan para saudarinya dalam lagu bernuansa nostalgia berjudul "White Roses". Ia mengaku lagu tersebut menjadi favoritnya, menceritakan bagaimana ia awalnya merekam seluruh bagian lagu sesuai keinginannya, namun merasa ada yang kurang sehingga ia memutuskan memanggil para saudarinya untuk datang ke studio dan melengkapi lagu tersebut dengan harmoni bergaya doo-wop.

Secara keseluruhan, Fetty Wap berharap album "Zavier" dapat memberikan energi positif bagi para pendengarnya. "I'm not looking for any type of, like, sympathy. Just love the music, you know? And if you don't — let me know so I can make better music," tutupnya, menegaskan harapannya agar karya ini dinikmati secara murni sebagai musik tanpa terbebani narasi simpati atas perjalanan hidupnya.

Editor : ALengkong
"fetty wap" "zavier" "hip hop" "musik"