MANADOPOST.ID – Fallen Tear: The Ascension batal meninggalkan Early Access pada Rabu (16/9/2026). Winter Crew Studios mengumumkan bahwa peluncuran versi penuh 1.0 di Steam diundur satu pekan menjadi 23 September 2026 karena tim masih membutuhkan waktu tambahan untuk optimasi, perbaikan masalah penting, dan pengujian akhir.
Pengembang Pilih Tunda Rilis Demi Polish
Winter Crew menyampaikan keputusan tersebut melalui pengumuman resmi di Steam pada 10 September. Tim menjelaskan bahwa Fallen Tear: The Ascension sebenarnya sudah selesai dari sisi konten, tetapi belum mencapai tingkat polish yang mereka anggap layak untuk diluncurkan.
Dalam tahap optimasi terakhir, pengembang menemukan sejumlah masalah yang membutuhkan perhatian tambahan. Karena itu, mereka memilih menunda peluncuran daripada merilis game dalam kondisi yang masih berpotensi mengganggu pengalaman pemain.
Tambahan waktu satu minggu akan digunakan untuk memperbaiki masalah optimasi yang tersisa, melakukan bug fixing, dan menjalankan pengujian tambahan sebelum versi penuh tersedia.
Akhiri Masa Early Access
Fallen Tear: The Ascension sebelumnya dijadwalkan meninggalkan Early Access pada 16 September 2026. Game ini telah berada dalam fase Early Access sejak Maret 2026 dan menerima berbagai masukan pemain selama pengembangannya.
Winter Crew menyebut respons komunitas selama masa Early Access membantu mereka memperbaiki game dan membangun pengalaman yang lebih kuat untuk versi final.
Versi 1.0 nantinya akan melanjutkan sekaligus menuntaskan perjalanan Hira, karakter utama yang menjelajahi dunia fantasi Raoah untuk mengungkap masa lalunya dan mengembalikan keseimbangan dunia.
Dunia Raoah Hadir dengan 26 Bioma
Salah satu kekuatan utama Fallen Tear: The Ascension terletak pada dunia Raoah yang digambar dengan gaya 2D hand-drawn.
Situs resmi game mencatat terdapat 26 bioma interaktif, termasuk Silent Spring, Lilac Mire, dan Godspire Ruins. Dunia tersebut dihuni lebih dari 150 jenis musuh dan boss, lengkap dengan puzzle serta lingkungan yang dapat berubah berdasarkan pilihan pemain.
Eksplorasi tetap mengikuti fondasi Metroidvania, dengan area yang saling terhubung, jalur tersembunyi, kemampuan baru, serta rute alternatif yang bisa terbuka seiring perkembangan karakter.
Sistem Fated Bonds Jadi Ciri Khas Gameplay
Game ini juga membawa mekanisme bernama Fated Bonds. Hira dapat membangun hubungan dengan karakter tertentu yang ditemuinya sepanjang perjalanan.
Situs resmi mencatat ada 22 Fated Bonds, masing-masing memiliki kemampuan, cerita, dan misi tersendiri. Semakin kuat hubungan yang dibangun, semakin banyak kemampuan yang dapat dimanfaatkan Hira selama pertarungan maupun eksplorasi.
Pemain juga dapat mengembangkan gaya bertarung melalui skill tree, serangan berbasis elemen seperti api, air, udara, dan tanah, serta kemampuan Ascension yang berkaitan dengan asal-usul misterius Hira.
Gabungkan Metroidvania dan Unsur JRPG
Winter Crew menggambarkan Fallen Tear: The Ascension sebagai 2D JRPG Metroidvania. Artinya, struktur eksplorasi khas Metroidvania dipadukan dengan elemen RPG seperti perkembangan karakter, hubungan dengan companion, pilihan pemain, dan cerita yang lebih kuat.
Pertarungan dibuat berbasis aksi dengan pergerakan cepat, sementara kemampuan baru membuka lebih banyak kemungkinan untuk menjelajah area yang sebelumnya tidak dapat dicapai.
Selain pertarungan, pemain juga dapat menemukan monster hunt, mini-game, puzzle, dan berbagai aktivitas tambahan di dunia Raoah.
Rilis Penuh Kini Dijadwalkan 23 September
Dengan penundaan ini, pemain harus menunggu satu minggu lagi sebelum versi penuh Fallen Tear: The Ascension tersedia di Steam.
Winter Crew menegaskan bahwa keputusan itu diambil agar game dapat diluncurkan dalam kondisi yang lebih stabil dan sesuai dengan standar yang ingin mereka berikan kepada pemain.
Jika jadwal baru tidak berubah, Fallen Tear: The Ascension akan resmi meninggalkan Early Access pada 23 September 2026, membawa kisah lengkap Hira, wilayah baru, lebih banyak musuh, serta sistem Fated Bonds yang menjadi salah satu identitas utama game ini.
Editor : ALengkong