Baladewa Setlight• Senin, 30 Agustus 2021 | 15:36 WIB
Bupati Sitaro Eva SasingenMANADOPOST.ID - Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di 103 Sekolah Dasar (SD) dan 25 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) resmi dibuka esok (hari ini, red). Hal tersebut berdasarkan Surat Edaran (SE) Bupati Nomor: 55/SE/VIII-2021 Tentang Antisipasi Peningkatan Kasus Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Sitaro dalam point tiga tertuang, pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan dengan kapasitas 50 persen dan atau pembelajaran jarak jauh. Menurut Siswa SD Negeri Tatahadeng Ledi Virginia Putri Mawali menyampaikan, bahwa mulai esok (hari ini, red) sekolah dibuka. Sebenarnya sekolah akan dibuka pada Senin lalu, namun karena tertunda sehingga nanti resmi dibuka esok. “Namun untuk proses kegiatan belajar dibagi dalam dua sesi, karena kami kelas enam ada 25 orang. Kalau saya masuk di sesi ke dua dengan jumlah siswa sebanyak 12 orang, yang sisanya sesi pertama,” ucap Ledi. Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Sitaro Budiarto Mukau menjelaskan, kegiatan Proses Belajar Mengajar (KBM) sebelum dan sesudah pandemi mengalami perbedaan yang cukup jauh. Dimana sebelum pandemi KBM dilaksanakan secara normal dengan penetapan waktu satu jam pelajaran sebesar 45 menit untuk SMP dan 30 menit untuk SD. Namun kali ini dalam proses PTMT atau setelah pandemi berkurang 15 menit sehingga dalam satu jam pelajaran untuk SMP menjadi 30 menit dan untuk siswa SD menjadi 25 menit. Menurutnya, untuk SD dalam satu rombel atau dalam ruangan itu maksimal 5 orang dengan jarak 1,5 meter. Sedangkan untuk SMP maksimal 15 orang dalam satu rombel. Itu sudah ada dalam pengaturan. “Jadi untuk siswa di sekolah yang per rombel lebih dari 20 atau 15 maka wajib membagi sif/sesi. Dari dua jam yang diberikan itu, maka mereka bagi satu-satu jam. Jadi sif satu, satu jam dan sif dua satu jam supaya tidak ketemu, agar tidak ketemu,” ujarnya. Kembali ditambahkannya, bahwa sekolah Taman Kanak-kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sudah dibuka bersamaan dengan SD dan SMP. Namun dalam pelaksanaannya, harus tetap menerapakan protokol kesehatan. “Untuk itu saya mengingatkan kepada setiap kepala-kepala sekolah untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Karena anak-anak sangat rentan terhadap virus, untuk itu ketika mereka di sekolah maka itu tanggung jawab sekolah untuk menjaga kesehatan mereka,” tukas Budi. (dew/ewa) Editor : Baladewa Setlight