MANADOPOST.ID - Bupati Sitaro Evangelian Sasingen memberi warning 25 Kepala Sekolah (Kepsek) dan semua guru di Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk lebih peka terhadap prilaku murid di sekolah.
Hal ini bukan tanpa sebab, karena menurut dia, berkaca dari peristiwa-peristiwa sebelumnya kasus pelecehan seksual anak di bawah umur pernah terjadi di daerah Kabupaten Kepulauan Sitaro.
Di sinilah peran guru sebagai orang tua di sekolah untuk mendidik para murid.
“Alangkah baiknya, seorang guru menjadikan para siswa/siswi sebagai teman. Dengan demikian, apapun yang mereka alami pun secara leluasa akan menceritakan kepada kalian bapak/ibu mereka,” katanya.
Namun, ia menegaskan bahwa untuk dianggap sebagai teman curhat, sebaiknya sesama jenis bukan sebaliknya. "Artinya, yang perempuan curhat kepada ibu guru,” bebernya.
Pun diceritakannya, ketika dirinya menjabat sebagai Ketua TP-PKK Sitaro dua periode sering dilaksanakan sosialisasi seks bebas pada kalangan anak remaja. Hal ini tentunya harus ditanggapi serius.
"Jangan pandang enteng. Karena sudah pernah terjadi di Sitaro,” tuturnya.
Karena pergaulan yang salah akan berdampak terhadap perilaku seks bebas. Bahkan, peran orang tua pun sangat penting untuk mencegah hal tersebut tidak terjadi.
Tetapi kenyataan yang banyak ditemukan bahwa karena kesibukan orang tua anak merasa kurang diperhatikan, terbatasnya waktu dalam memberikan pengawasan sehingga banyak anak remaja yang terjerumus dalam pergaulan bebas.
Selain itu, pengaruh lingkungan (teman sebaya) dapat memberikan dampak negatif.
“Tentunya, hal ini akan menjadi tanggungjawab bersama demi generasi penerus di daerah kita. Mari kita sama-sama dan jangan masa bodoh dengan apa yang terjadi, tapi marilah kita peduli,” ujarnya.
Ia juga mengimbau agar orang tua yang memiliki anak-anak perempuan agar mengawasi mereka. “Apapun aktifitas anak kalian, orang tua harus tahu,” pesan Bupati. (dewi)
Editor : Kenjiro Tanos