MANADOPOST.ID – Menjadi orang tua di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan media sosial bukan perkara mudah. Anak-anak dan remaja kini tumbuh di lingkungan yang jauh lebih terbuka, sehingga keluarga dituntut tidak hanya mengawasi, tetapi juga mampu menjadi tempat pertama bagi anak untuk bercerita dan mendapatkan pendampingan.
Persoalan tersebut menjadi perhatian Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kampung Apengsala, Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).
Melalui sebuah talk show bertema “Pola Asuh Anak dalam Keluarga, Pendampingan Anak dan Remaja dalam Menghadapi Isu LGBT di Lingkungan Sosial”, TP-PKK Apengsala mengajak orang tua, tenaga pendidik, tokoh agama serta berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat peran keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh semakin terbukanya akses anak dan remaja terhadap teknologi informasi, media sosial maupun lingkungan pergaulan. Kondisi tersebut membuat orang tua menghadapi tantangan baru dalam memberikan pengasuhan sekaligus membangun komunikasi yang sehat dengan anak.
Ketua TP-PKK Kampung Apengsala, Ivone Dahlia Makalare Joseph, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bersama bagi orang tua untuk belajar memahami dunia anak dan remaja yang terus berubah.
“Kami ingin orang tua tidak hanya menjadi pengawas bagi anak, tetapi juga menjadi tempat pertama bagi anak untuk bercerita, bertanya dan mencari solusi. Karena itu, komunikasi dalam keluarga sangat penting. Anak perlu didampingi dengan kasih sayang, pemahaman dan nilai-nilai yang baik,” ujar Ivone Makalare Joseph, isteri tercinta dari Kapitalau Kampung Apengsala, Rulans Makalare, Rabu (23/9/26).
Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak. Karena itu, pendekatan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi anak perlu dilakukan secara terbuka dan edukatif, dengan tetap memperhatikan nilai agama serta kearifan lokal.
Talk show tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pola asuh yang sesuai dengan usia dan perkembangan anak maupun remaja.
Selain itu, peserta mendapatkan pembekalan mengenai cara melakukan pendampingan ketika anak berhadapan dengan berbagai isu sosial yang ditemui dalam lingkungan pergaulan maupun media sosial.
Kegiatan ini sekaligus mendorong terciptanya komunikasi yang lebih terbuka antara orang tua dan anak. Dengan komunikasi yang baik, keluarga diharapkan dapat lebih cepat mengetahui persoalan yang sedang dihadapi anak serta memberikan pendampingan secara tepat.
Sejumlah narasumber dihadirkan dalam kegiatan tersebut, yakni Stefani H. Siahaya, SE.MM, Kepala Bidang Keluarga Berencana, Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Dinas DP3AKB Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kapolsek Tagulandang yang diwakili BRIPKA Perisai Pulumbara, Pdt. Werliefen Pulu, S.Th, Ketua Majelis Pekerja GMIST Resort Tagulandang, serta dr. Preety Pratiwi Makasenda, S.Ked dari RSUD Tagulandang.
Peserta talk show berasal dari berbagai unsur, mulai dari pengurus TP-PKK Kecamatan Tagulandang, pengurus TP-PKK kampung dan kelurahan se-Kecamatan Tagulandang, kepala sekolah dan tenaga pendidik, Kapitalau dan perangkat Kampung Apengsala, pengurus PAUD, hingga unsur gereja dan organisasi kepemudaan.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pendampingan terhadap anak bukan hanya menjadi tanggung jawab orang tua secara individual. Sekolah, keluarga, lingkungan sosial, tokoh agama dan masyarakat juga memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah talk show. Edukasi yang diberikan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun kebiasaan berdialog dengan anak dan menciptakan keluarga sebagai ruang yang nyaman untuk bertumbuh.
Editor : Alfian Tumuahi