MANADOPOST.ID – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ini bukan hanya tentang mengenalkan ruang kelas dan guru-guru baru.
Lewat Surat Edaran Nomor 10 Tahun 2025, pemerintah membawa napas baru dalam pelaksanaan MPLS: lebih bermakna, lebih mendalam, dan lebih relevan dengan tantangan zaman.
MPLS Ramah kini menjadi sarana penting membentuk karakter sejak hari pertama.
Tidak lagi ada kegiatan yang hanya formalitas, karena setiap aktivitas dirancang untuk menciptakan persepsi positif siswa terhadap sekolah dan dunia pendidikan.
Salah satu konten utama dalam MPLS Ramah adalah “Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”—mulai dari bangun pagi, berolahraga, makan sehat, hingga gemar belajar dan tidur cukup.
Kegiatan pagi seperti “Pertemuan Pagi Ceria” juga diadakan, berupa senam bersama dan doa pagi, untuk menumbuhkan semangat dan cinta tanah air sejak dini.
Tak hanya itu, MPLS Ramah juga menyentuh isu-isu sosial yang relevan dengan kehidupan anak muda saat ini. Edukasi pencegahan judi online, bahaya NAPZA, dan kesadaran digital masuk dalam rangkaian materi.
Ini menandai pergeseran besar dalam peran sekolah sebagai pelindung dan pembimbing siswa di tengah gempuran tantangan sosial yang semakin kompleks.
Kementerian bahkan menambahkan kegiatan asesmen awal literasi dan numerasi selama MPLS, agar guru memiliki peta awal kemampuan siswa untuk merancang pembelajaran yang lebih tepat sasaran.
Dengan konten yang lebih kaya dan relevan, MPLS Ramah bukan hanya kegiatan orientasi biasa, tapi langkah nyata menuju pendidikan yang membentuk karakter dan perilaku sehat di masa depan. (tkg)
Editor : Kenjiro Tanos