MANADOPOST.ID - Di balik indahnya terumbu karang Sulawesi Utara, ternyata tersimpan misteri laut dalam yang baru saja terungkap.
Para ilmuwan akhirnya berhasil mengidentifikasi dua spesies siput laut yang belum pernah tercatat sebelumnya: Phyllidia ovata dan Phyllidia fontjei.
Penemuan ini bukan hanya menambah kekayaan biodiversitas Indonesia, tetapi juga menguak fakta menarik: salah satu spesies ini ternyata telah berkeliaran di laut selama lebih dari dua dekade—namun selalu salah dikira sebagai spesies lain!
Kedua siput laut cantik ini termasuk dalam keluarga nudibranch, hewan laut yang dikenal karena tubuhnya yang lembut, warna-warni mencolok, dan kemampuan pertahanan kimia unik.
Mereka bukan sekadar cantik, tapi juga cerdas dalam menyamar dan bertahan hidup.
Phyllidia ovata, misalnya, memiliki tubuh oval berwarna putih bersih dengan bercak hitam kontras dan tonjolan kuning terang di punggungnya.
Selama bertahun-tahun, spesies ini sering dikira sebagai Phyllidia picta atau Phyllidia coelestis, hingga akhirnya para ilmuwan membongkar fakta sebenarnya lewat analisis morfologi dan genetik.
Yang lebih mengejutkan, penemuan ini tidak hanya berasal dari laboratorium, tapi juga berkat kontribusi komunitas penyelam dan fotografer bawah laut yang kerap mengabadikan makhluk laut eksotis.
Foto-foto dari Bunaken hingga perairan Filipina menjadi kunci dalam membedakan spesies baru ini dari yang selama ini salah identifikasi.
Sementara itu, spesies kedua yang dinamai Phyllidia fontjei tak kalah menarik.
Ia diberi nama untuk menghormati Dr Fontje Kaligis, ilmuwan asal Indonesia yang dikenal sebagai tokoh penting dalam riset nudibranch global.
Meski hanya berukuran 16 milimeter, tubuh mungil siput laut ini tampak mencolok dengan kombinasi putih, oranye terang, dan garis hitam tajam.
Bentuk tubuhnya yang berbeda dari spesies sejenis—tanpa tonjolan besar dan hanya memiliki punggungan halus—menjadi petunjuk awal bahwa ia adalah spesies yang belum pernah dicatat sebelumnya.
Salah satu hal paling mencengangkan dari P. fontjei adalah struktur internalnya.
Peneliti menemukan organ unik yang dinamakan glandular oral tube, sebuah istilah baru dalam taksonomi nudibranch.
Organ ini memiliki peran penting dalam sistem makan dan menjadi pembeda utama dari spesies lainnya.
Selain itu, sistem reproduksi P. fontjei pun sangat kompleks, dan bahkan ia telah mencapai kematangan seksual di usia yang jauh lebih dini dibanding kerabatnya.
Penemuan ini menjadi bukti bahwa laut Indonesia masih menyimpan banyak rahasia, dan kerja sama antara ilmuwan internasional dengan warga lokal—terutama para penyelam—dapat membuka tabir biodiversitas yang belum terjamah.
Para peneliti percaya masih ada sekitar 100 spesies nudibranch di Sulawesi Utara yang belum teridentifikasi, menandakan bahwa petualangan ilmiah di wilayah ini masih jauh dari selesai.
Siapa sangka, di balik gemerlap warna tubuh siput laut mungil, tersembunyi kisah sains yang luar biasa! (tkg)
Editor : Kenjiro Tanos