MANADOPOST.ID - Bayangkan jadi orang tua dan tak perlu lagi pusing mikirin biaya TK, seragam, ekskul, atau bahkan uang makan anak di sekolah.
Korea Selatan sedang menuju ke sana—dan bukan cuma mimpi.
Pemerintahnya baru saja mengumumkan bahwa mulai tahun 2027, seluruh anak usia 3 hingga 5 tahun akan mendapat pendidikan dan layanan penitipan anak gratis, tanpa kecuali.
Langkah besar ini diumumkan oleh Kementerian Pendidikan Korea Selatan pada Selasa, 29 Juli 2025 lalu.
Tak main-main, pemerintah telah menyetujui alokasi anggaran sebesar 128,9 miliar won atau sekitar Rp 1,5 triliun untuk menjalankan program ini di paruh kedua tahun ini saja.
Dana ini akan langsung digunakan untuk mendukung lebih dari 278 ribu anak usia 5 tahun yang kini terdaftar di taman kanak-kanak maupun tempat penitipan anak di seluruh negeri.
Program ini bukan sekadar bantuan subsidi biasa.
Ini adalah bagian dari visi besar Presiden Lee Jae Myung untuk menguatkan peran negara dalam pendidikan anak usia dini.
Komitmennya: menciptakan sistem yang adil, menyeluruh, dan tanpa celah, di mana setiap anak—apapun latar belakangnya—punya hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan terbaik sejak usia dini.
Meski Korea telah lama punya kurikulum terpadu untuk anak usia 3–5 tahun dan subsidi parsial untuk TK dan TPA, kenyataannya selama ini masih banyak orang tua yang harus merogoh kocek sendiri.
Terutama karena adanya kesenjangan antara fasilitas negeri dan swasta, serta tarik ulur anggaran antara kementerian dan pemerintah daerah.
Kebijakan baru ini hadir sebagai solusi untuk menyamaratakan dukungan negara kepada semua jenis lembaga—baik negeri maupun swasta.
Mulai Juli 2025, subsidi akan langsung ditransfer dari pemerintah pusat ke masing-masing lembaga pendidikan.
Bahkan, bagi orang tua yang sudah terlanjur membayar iuran bulan Juli, pihak sekolah diminta berdiskusi dengan wali murid untuk mengatur pengembalian atau pengalihan dana.
TK negeri pun akan mendapat peningkatan dana untuk program di luar jam sekolah, dari 50 ribu menjadi 70 ribu won per anak.
Sementara TPA, yang kini resmi berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan sejak 2024, akan mendapat subsidi tambahan untuk biaya seragam, makan, transportasi, hingga kunjungan lapangan.
Untuk sekolah swasta, subsidi tambahan sebesar 110.000 won juga akan digelontorkan untuk menutup selisih antara biaya PAUD standar dan rata-rata subsidi yang selama ini diberikan.
Artinya, pada 2027 nanti, orang tua tak perlu lagi membayar sepeser pun untuk mengakses layanan PAUD—baik di TK negeri, swasta, maupun TPA.
Kebijakan ini melanjutkan tradisi panjang Korea dalam memperluas pendidikan gratis. Dimulai sejak 1959 untuk pendidikan dasar, lalu menyusul pendidikan menengah hingga akhirnya SMA pun gratis penuh pada 2021.
Kini, giliran PAUD mendapat perhatian khusus.
“Ini langkah penting menuju kesetaraan kesempatan di awal kehidupan,” kata Kang Min-kyu, Direktur Departemen Kebijakan Anak Usia Dini di Kementerian Pendidikan Korsel.
Ia menegaskan, negara akan terus memperluas dukungan agar setiap anak bisa mendapat pengasuhan dan pendidikan berkualitas, tak peduli dari mana mereka berasal.
Sementara itu, Indonesia tengah menjajaki Wajib Belajar 13 Tahun dan menjadikan Korea sebagai salah satu acuan.
Tapi melihat langkah progresif Korea yang begitu cepat dan konkret, rasanya pertanyaannya bukan lagi “mau meniru?” melainkan “kapan kita menyusul?”
Kalau kamu jadi orang tua di Korea, satu-satunya yang kamu pikirkan tinggal: anakku mau bawa bekal apa hari ini? (tkg)
Editor : Kenjiro Tanos