Pendaftar tidak lagi mendapatkan kebebasan penuh dalam memilih jurusan dan kampus. Sebagai gantinya, LPDP akan menetapkan pilihan jurusan dan perguruan tinggi yang dianggap prioritas nasional.
Keputusan ini disampaikan oleh Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP, Mohamad Lukmanul Hakim, dalam konferensi pers di ajang KSTI 2025, Bandung.
Fokus beasiswa akan diarahkan ke jurusan-jurusan berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics), juga memperkuat sektor-sektor strategis seperti pangan, energi, kesehatan, pertahanan, maritim, serta industri hilirisasi, digitalisasi (termasuk AI dan semikonduktor), serta manufaktur maju.
Mekanismenya bukan berupa kuota kaku, tetapi penerima beasiswa dari bidang STEM dipastikan mendapatkan porsi lebih besar dibanding non-STEM.
Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan, menambahkan bahwa formulasi jurusan dan kampus pilihan akan disusun melalui kolaborasi antara Mendiktisaintek Brian Yuliarto dan Menko PMK Pratikno.
Meskipun demikian, dana LPDP dinyatakan tetap aman, dan jika ada penyesuaian kuota, dana yang tidak digunakan akan tetap disimpan untuk pemanfaatan periode berikutnya. (tkg)
Editor : Kenjiro Tanos