MANADOPOST.ID - Dewan Perwakilan Wilayah Asosiasi Dosen Indonesia Sulawesi Utara (ADI Sulut) memperkuat jejaring internasional pendidikan tinggi melalui kunjungan kerja strategis ke Shanghai dan Hangzhou, Tiongkok.
Rombongan ini menjadi bagian dari delegasi nasional yang melibatkan 30 pimpinan perguruan tinggi Indonesia.
Dipimpin oleh Ketua ADI Sulut Dr Alfrina Mewengkang SKom MEng bersama Wakil Ketua Dr Marssel M Sengkey SPsi MA dan Sekretaris Dr Lady Grace Jane Giroth SS MSi MPd, delegasi Sulut membawa misi membuka akses kemitraan global bagi kampus-kampus di daerah.
Hadir pula Rektor UNPI Manado Dr. Dra. Debby Ch. Rende, M.Si, serta Koordinator Prodi S2 Manajemen Pendidikan Kristen Dr Jhoni Lagun Siang MPd MFil.
Menurut Dr. Alfrina, partisipasi ADI Sulut memiliki nilai strategis.
“Kami ingin memastikan perguruan tinggi di Sulut siap berkompetisi di era global. Kerja sama dengan Zhejiang University, Alibaba Group, dan SAIC Motor akan memperkuat riset, beasiswa, hingga program pertukaran mahasiswa,” ujarnya.
Wakil Ketua ADI Sulut, Dr. Marssel Sengkey, menekankan peluang transfer teknologi.
“Khususnya dalam pengembangan AI dan pelatihan vokasi, kami berharap kampus-kampus Sulut dapat memanfaatkan akses ini,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris ADI Sulut Dr Lady Grace Giroth menyoroti pentingnya keberlanjutan kerja sama.
“Kesepakatan awal seperti Letter of Interest (LoI) dan rencana MoU harus segera ditindaklanjuti. Kami siap mendampingi kampus-kampus Sulut agar implementasinya berjalan konkret,” jelasnya.
Selama di Tiongkok, delegasi mengikuti forum internasional Worlddidac, seminar “AI Empowerment in Education”, serta kunjungan industri ke Alibaba Group dan SAIC Motor Training Center.
Agenda tersebut membuka peluang riset bersama, inovasi digital, hingga program vokasi lintas negara.
Melalui keterlibatan ini, ADI Sulut menegaskan komitmennya mendorong perguruan tinggi di Sulawesi Utara masuk ke ekosistem pendidikan global.
Inisiatif ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, di mana kampus daerah diharapkan berperan penting dalam penguatan SDM dan hilirisasi teknologi.
“Kolaborasi ini bukan akhir, tetapi awal untuk membawa dosen dan mahasiswa Sulut tampil di panggung internasional,” tutup Dr. Alfrina dengan optimisme.
Delegasi ADI kembali ke Jakarta pada 20 September 2025 dengan membawa sejumlah rencana kerja sama yang siap ditindaklanjuti menjadi proyek nyata di bidang riset, kecerdasan buatan, dan pendidikan vokasi. (tkg)
Editor : Kenjiro Tanos