Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Poltekpar Bali Bawa Tren Food Truck ke Manado, Buka Peluang Baru bagi UMKM Kuliner

Kenjiro Tanos • Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:37 WIB

 

Photo
Photo

MANADOPOST.ID — Jurusan Hospitaliti Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Usaha Food Truck sebagai Inovasi Kuliner dalam Mendukung Pariwisata Kota Manado” di Amaris Hotel Manado, pada 21 sampai 22 Oktober 2025.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh 35 peserta dari kalangan pelajar, pelaku UMKM kuliner, dan karyawan.

Mengusung konsep blended class, pelatihan menggabungkan teori dan praktik agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga langsung menerapkan keterampilan di lapangan.

Kepala Pusat Penelitian dan PkM Poltekpar Bali Dr Putu Diah Sastri Pitanatri, menegaskan food truck bukan sekadar sarana jualan, tetapi simbol kreativitas dan keberanian masyarakat untuk maju.

“Dari ide sederhana lahir kesempatan baru untuk menampilkan kuliner Manado secara dinamis dan bernilai tambah. Sejalan dengan pepatah Minahasa Sitou Timou Tumou Tou, kegiatan ini menguatkan kemandirian dan menumbuhkan harapan,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari Kepala Dinas Pariwisata Kota Manado Esther Tryfosa Juliana Mamangkey SE MM yang menyebut sinergi ini sejalan dengan arah pembangunan pariwisata daerah.

“Kolaborasi dengan Poltekpar Bali sangat penting agar masyarakat Manado lebih siap berinovasi dalam kuliner sekaligus memperkuat citra kota sebagai destinasi wisata kuliner,” tuturnya.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Direktur III Poltekpar Bali Dr Luh Yusni Wiarti APar SE MPar MRech yang menilai food truck sebagai inovasi kuliner potensial.

“Food truck fleksibel, adaptif, dan dekat dengan masyarakat. Melalui PKM ini, kami ingin melahirkan wirausaha baru yang kreatif dan mampu memperkuat daya tarik wisata Manado,” ujarnya.

Selama dua hari, peserta mendapatkan materi lintas program studi, mulai dari seni kuliner, tata hidang, manajemen akuntansi perhotelan, pengelolaan perhotelan, hingga divisi kamar.

Mereka belajar praktik memasak higienis, teknik mixing drink dan manual brew, penghitungan food cost, analisis menu, hingga strategi digital marketing dan estetika pelayanan.

Sebagai inspirasi, peserta juga menciptakan menu food truck modern bercita rasa lokal seperti sandwich tuna dabu-dabu, spaghetti sambal roa, serta berbagai olahan kopi khas Manado.

Inovasi ini menunjukkan bahwa kuliner daerah bisa dikemas dalam konsep modern tanpa kehilangan keunikannya.

Kegiatan PKM ini turut menjadi momentum penting dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Dinas Pariwisata Kota Manado dan Poltekpar Bali, memperkuat sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah dalam pengembangan kuliner berbasis pariwisata.

Dengan terselenggaranya program ini, diharapkan masyarakat Manado semakin mampu mengelola usaha kuliner secara profesional, kreatif, dan berdaya saing global, sekaligus memperkuat daya tarik wisata kuliner kota ini. (tkg)

 

 

Editor : Kenjiro Tanos
#poltekpar bali #Pariwisata Manado #food truck #UMKM kuliner