Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Tim PKM UNIMA Kembangkan Alat Praktikum Destilator Elektrik Berbasis AR-VR dan AI di MAK Madani Manado

Jasinta Bolang • Kamis, 13 November 2025 | 11:56 WIB

Tim PKM Universitas Negeri Manado bersama siswa MAK Madani Manado saat memperkenalkan alat praktikum destilator elektrik berbasis AR-VR dan AI dalam kegiatan pengabdian masyarakat, Senin (03/11)
Tim PKM Universitas Negeri Manado bersama siswa MAK Madani Manado saat memperkenalkan alat praktikum destilator elektrik berbasis AR-VR dan AI dalam kegiatan pengabdian masyarakat, Senin (03/11)

MANADOPOST.ID
– Semangat inovasi pendidikan terus tumbuh di kalangan akademisi Universitas Negeri Manado (UNIMA). Kali ini, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari kampus tersebut menghadirkan terobosan baru lewat pembuatan dan penerapan alat praktikum destilator elektrik terintegrasi dengan teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR).

Kegiatan yang digelar pada Senin, (3/11) di MAK Madani Manado ini menjadi langkah nyata UNIMA dalam mendorong pembelajaran sains yang modern, interaktif, dan dekat dengan dunia digital masa kini.

Program pengabdian yang mengusung judul lengkap “Pembuatan Disertai Penggunaan Inovasi Alat Praktikum Destilator Elektrik Terintegrasi Augmented Reality dan Virtual Reality Berbasis Etnosains Berbantuan OpenCV dan AI pada Siswa MAK Madani Manado” ini diketuai oleh Jakub Sadam Akbar, bersama anggota tim dosen Stefan Marco Rumengan, dan Yohanes Bery Mokalu. Mereka juga melibatkan dua mahasiswa, yakni Jenneta L. Riahta Br Bangun dan Lorry Enjlina Br Surbakti.

Melalui program ini, tim UNIMA memperkenalkan alat praktikum destilator elektrik yang dirancang agar siswa dapat memahami konsep destilasi dengan cara yang lebih mudah dan menarik.

Tidak hanya sekadar alat laboratorium, perangkat ini terintegrasi dengan teknologi AR dan VR, yang memungkinkan siswa melihat proses ilmiah secara visual dan interaktif.

Teknologi OpenCV dan Artificial Intelligence (AI) turut mendukung kinerja alat ini, sehingga siswa dapat menyaksikan proses destilasi dalam simulasi digital yang akurat dan mendidik.

Uniknya, alat ini dikembangkan dengan pendekatan etnosains, yang mengaitkan konsep sains dengan nilai-nilai dan praktik lokal, menjadikan pembelajaran lebih kontekstual bagi siswa.

Ketua Tim, Jakub Sadam Akbar, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi wujud komitmen UNIMA dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Kami ingin membawa pembelajaran sains yang lebih hidup dan relevan dengan era teknologi. Alat ini diharapkan bisa membantu guru dan siswa memahami konsep ilmiah secara lebih nyata melalui pengalaman belajar digital,” ujar Jakub.

Kegiatan yang berlangsung di MAK Madani Manado itu disambut positif oleh Kepala Sekolah, Armin Abdullah, mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan dan perhatian dari pihak UNIMA yang telah membawa inovasi teknologi pembelajaran ke sekolah mereka.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Siswa kami terlihat sangat antusias. Dengan bantuan teknologi AR dan VR, mereka bisa langsung melihat bagaimana proses ilmiah berlangsung, tidak hanya membayangkannya dari buku teks,” ungkapnya.

Sementara itu, Stefan Marco Rumengan, menambahkan bahwa integrasi teknologi digital dalam pembelajaran sains merupakan langkah penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global.

“Sains bukan hanya soal teori, tapi pengalaman. Melalui alat ini, kami berupaya menjembatani teori dan praktik agar siswa bisa memahami konsep ilmiah secara menyenangkan,” jelasnya.

Program PKM ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menghadirkan pendidikan berbasis riset dan teknologi.

Melalui dukungan ini, UNIMA terus berperan aktif dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, khususnya di dunia pendidikan.

 

Tidak berhenti sampai di kegiatan pelatihan, tim PKM UNIMA berencana melakukan pendampingan lanjutan bagi guru dan siswa MAK Madani Manado. Langkah ini diambil agar penggunaan alat destilator elektrik berbasis AR-VR dan AI dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kegiatan belajar mengajar.

Jakub Sadam Akbar berharap, hasil pengabdian ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk berinovasi dalam pembelajaran.

“Kami ingin alat ini menjadi contoh bahwa pembelajaran sains bisa dikemas dengan cara yang lebih menarik tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal. Ini juga menjadi bukti bahwa teknologi dan budaya dapat berjalan berdampingan dalam dunia pendidikan,” ujarnya.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, UNIMA kembali menunjukkan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada penelitian dan pengajaran, tetapi juga aktif mengabdikan ilmu pengetahuan untuk kemajuan pendidikan di daerah. (*)

Editor : Jasinta Bolang
#Pengabadian Masyarakat #Artifical Intelligence #augmented reality #virtual reality #Unima