Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Dari Limbah Plastik ke Produk Bernilai, Tim Pengabdi dari Polimdo Latih Warga Darunu Kembangkan Bank Sampah

Kenjiro Tanos • Rabu, 19 November 2025 | 14:40 WIB
Photo
Photo

MANADOPOST.ID – Suasana hijau kawasan Mangrove Desa Wisata Darunu terasa berbeda pada Sabtu (15/11).

Di bawah rimbun pohon bakau, puluhan warga berkumpul untuk mengikuti pelatihan yang membuka cara pandang baru tentang sampah—bukan lagi sebagai beban lingkungan, melainkan peluang ekonomi yang dapat digarap bersama.

Pelatihan Business Plan Bank Sampah dan Keterampilan Mengolah Limbah Plastik ini menghadirkan Tim Pengabdi dari Politeknik Negeri Manado.

Kegiatan diikuti 37 peserta dari Karang Taruna Doulos, perangkat desa, ibu-ibu PKK, pengelola bank sampah, hingga pemuda desa yang tampak antusias menyimak setiap sesi.

Ketua Tim Pengabdi Ir Switly Peginusa SST MT menjelaskan, program ini bertujuan membekali warga dengan kemampuan mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan.

“Kami ingin membantu warga melihat potensi ekonomi sirkular yang sebenarnya ada di sekitar mereka,” ujarnya.

Materi penyusunan rencana bisnis dibawakan oleh Sintia Korompis SE MSA, yang memandu peserta menyusun business plan, menghitung kebutuhan dasar usaha, hingga memahami strategi pengelolaan keuangan.

Photo
Photo

Sesi keterampilan kemudian dilanjutkan oleh Yudith Rondonuwu SSos MM, yang mengajarkan teknik mengolah limbah plastik menjadi kerajinan dan produk bernilai jual.

Kepala Desa Darunu Ruddy Jacobus SPd menyampaikan apresiasinya terhadap seluruh pihak yang terlibat.

“Pengembangan desa wisata tidak bisa dilepaskan dari pengelolaan lingkungan. Pelatihan seperti ini memberi nilai tambah bagi warga kami,” katanya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Politeknik Negeri Manado serta Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang telah mendanai program pengabdian ini.

“Dukungan ini sangat berarti bagi desa kami,” tambahnya.

Dengan pendekatan praktis dan materi yang aplikatif, pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran lingkungan, mengurangi sampah plastik, sekaligus menjadikan bank sampah sebagai unit usaha berkelanjutan yang memperkuat ekowisata mangrove Darunu. (tkg)

Editor : Kenjiro Tanos
#limbah plastik #pelatihan desa wisata #Polimdo #Bank Sampah