MANADOPOST.ID – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Sulawesi Utara.
Stuart Sergio Maki, pelajar SMA Negeri 1 Langowan yang dikenal aktif dan berkarakter kuat, resmi terpilih sebagai salah satu Top 100 Pelajar Nasional 2025 dalam ajang Jambore Pelajar Teladan Bangsa (JPTB) 2025 yang berlangsung 17 sampai 21 November di Jakarta.
Ia menjadi delegasi terbaik yang mewakili Provinsi Sulawesi Utara pada kegiatan bergengsi yang diselenggarakan Maarif Institute bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI di BPMP DKI Jakarta.
Sebanyak 100 pelajar terbaik dari 38 provinsi mengikuti rangkaian kegiatan yang menekankan kedewasaan karakter, empati sosial, integritas moral, dan kontribusi nyata bagi kultur sekolah.
JPTB 2025 mengusung semangat pendidikan yang selaras dengan arah kebijakan nasional, yaitu menjadikan sekolah sebagai ruang belajar yang aman, nyaman, dan menggembirakan.
Dari seluruh peserta, Stuart dinilai menonjol karena keteladanan yang ia wujudkan melalui tindakan nyata seperti mendorong suasana kelas tanpa perundungan, menghargai keberagaman, serta menghadirkan interaksi yang positif dan menyenangkan.
Selama lima hari kegiatan, para peserta mengikuti Forum Penguatan Karakter Pelajar, creative collaboration lab, kelas literasi kebangsaan, lokakarya budaya sekolah ramah remaja, hingga dialog terbuka mengenai pengalaman pendidikan di daerah masing-masing.
Setiap sesi dirancang untuk memperkaya wawasan sekaligus merumuskan harapan baru bagi pendidikan Indonesia yang lebih humanis dan berpihak pada kesejahteraan pelajar.
Kehadiran Stuart memberi warna tersendiri dalam forum nasional tersebut. Ia menyuarakan pentingnya sekolah yang maju bukan hanya dari sisi akademik, tetapi juga dari lingkungan belajar yang sehat secara emosional dan sosial.
Pandangannya sejalan dengan visi Kemendikdasmen yang menempatkan kesejahteraan mental siswa sebagai prioritas.
Dukungan dan apresiasi mengalir dari pihak sekolah hingga pemerintah provinsi.
Keberhasilan Stuart dinilai sebagai bukti bahwa pendidikan di daerah terus berkembang dalam membentuk pelajar yang berintegritas, empatik, dan mampu menciptakan suasana belajar yang aman bagi sesama.
JPTB 2025 ditutup dengan komitmen para peserta untuk kembali ke daerah masing-masing membawa misi memperkuat kultur sekolah yang menempatkan rasa aman dan kegembiraan sebagai fondasi pembelajaran.
Dari Langowan, Stuart membuktikan bahwa prestasi terbesar seorang pelajar bukan hanya ketika ia terpilih sebagai yang terbaik, tetapi saat ia mampu membuat teman-temannya merasa dihargai dan gembira saat belajar. (tkg)
Editor : Kenjiro Tanos