MANADOPOST.ID - Menjelang pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun ini, sebuah kabar menarik datang dari Sulawesi Utara.
Di tengah dominasi sekolah formal dalam ajang bergengsi tersebut, PKBM Denny Smart tampil sebagai satu-satunya lembaga pendidikan nonformal yang ikut ambil bagian dalam kompetisi sains tingkat nasional itu.
Keikutsertaan ini menjadi bukti bahwa pendidikan kesetaraan juga mampu bersaing di panggung akademik nasional.
PKBM Denny Smart yang berbasis di Sukur, Minahasa Utara, selama ini dikenal sebagai lembaga yang membuka akses pendidikan bagi masyarakat yang sempat terhenti sekolahnya.
Lembaga ini didirikan oleh Denny Hutauruk SPd, seorang pendidik muda berusia 32 tahun yang memilih menempuh jalan berbeda dengan mendirikan pusat kegiatan belajar masyarakat untuk membantu mereka yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan formal.
“Tidak ada kata terlambat untuk belajar,” ujar Denny saat berbincang mengenai semangat yang ia tanamkan kepada para siswa.
Prinsip tersebut menjadi fondasi sejak ia mendirikan PKBM Denny Smart pada 2022.
Awalnya, langkah itu dimulai dari keinginan sederhana membantu sekitar delapan hingga sepuluh temannya yang putus sekolah.
Namun inisiatif kecil itu berkembang pesat hingga akhirnya menjadi lembaga resmi yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan.
Kini PKBM Denny Smart menyediakan program pendidikan kesetaraan Paket A setara SD, Paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA.
Perkembangan PKBM Denny Smart juga cukup pesat.
Selain pusat kegiatan belajar di Sukur, lembaga ini kini memiliki basecamp belajar di Manado, Bitung, serta beberapa lokasi lainnya.
Bahkan kegiatan belajar juga dilakukan di lembaga pemasyarakatan sebagai bagian dari program pendidikan bagi warga binaan.
Denny menegaskan bahwa sekolah paket tidak boleh dipandang sekadar tempat memperoleh ijazah dengan cara cepat.
“Kami ingin menegaskan bahwa sekolah paket bukan sekadar tempat cari ijazah instan. Di sini ada proses belajar yang serius, ujian yang jelas, dan pembentukan karakter bagi para siswa,” jelasnya.
Selain fokus pada pendidikan kesetaraan, PKBM Denny Smart juga mengembangkan berbagai program pelatihan keterampilan secara gratis bagi para siswa.
Program ini meliputi pelatihan alat berat hingga pengembangan usaha mikro dan kewirausahaan, yang diharapkan dapat membuka peluang ekonomi bagi para peserta didik.
Kegiatan belajar di lembaga ini juga didukung oleh 21 tenaga pengajar yang memiliki latar belakang pendidikan linear di bidangnya, mulai dari lulusan S1 hingga S3.
Dengan semakin dekatnya Olimpiade Sains Nasional, kehadiran PKBM Denny Smart di ajang tersebut menjadi simbol bahwa pendidikan nonformal pun memiliki potensi besar untuk melahirkan prestasi.
Bagi Denny, perjalanan lembaga yang ia dirikan masih panjang. Namun satu hal yang selalu ia tekankan kepada para siswa tetap sama: kesempatan untuk belajar selalu terbuka bagi siapa saja yang mau berusaha. (tkg)
Editor : Kenjiro Tanos