MANADOPOST.ID - Di tengah gempuran modernisasi yang kian cepat, langkah seorang pelajar asal Kota Manado ini mencuri perhatian.
Rizki Aditya Rifai, siswa kelas 12 SMA Negeri 7 Manado, berhasil menembus posisi finalis dalam ajang Nyong Noni Kebudayaan Sulawesi Utara 2026, mewakili Kota Manado.
Di usia 17 tahun, Rizki datang bukan tanpa bekal. Ia sebelumnya dikenal lewat prestasinya sebagai Juara 1 Modeling Putra dalam ajang Xpresi Party Manado Post 2024.
Namun, baginya, capaian tersebut bukan sekadar trofi, melainkan bagian dari proses pembentukan diri dan ruang untuk memberi dampak lebih luas.
Keikutsertaannya dalam ajang Nyong Noni Kebudayaan bukan semata soal kompetisi. Rizki menegaskan, ada dorongan kuat untuk berperan aktif dalam menjaga eksistensi budaya daerah di tengah perubahan zaman.
“Saya mengikuti ajang ini bukan hanya sebagai kompetisi, tetapi sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab untuk melestarikan, mengembangkan, serta mempromosikan kekayaan budaya daerah,” ujarnya.
Ia menilai, perkembangan global saat ini kerap membuat budaya lokal tersisih. Padahal, menurutnya, budaya merupakan identitas penting yang membentuk karakter sebuah daerah sekaligus menjadi fondasi masa depan.
“Budaya bukan sekadar warisan, tetapi identitas yang harus terus dijaga dan diwariskan,” katanya.
Melalui panggung Nyong Noni Kebudayaan Sulut 2026, Rizki ingin mengambil peran lebih luas sebagai representasi generasi muda yang tidak hanya bangga akan daerahnya, tetapi juga mampu menjadi penghubung dalam memperkenalkan budaya Sulawesi Utara ke khalayak yang lebih luas.
Ia juga menyoroti pentingnya edukasi budaya bagi generasi muda.
Menurutnya, pemahaman terhadap budaya tidak cukup hanya sebatas simbol atau seremoni, melainkan harus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya ingin berkontribusi dalam mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih mengenal dan mencintai budaya Sulawesi Utara,” ujarnya.
Bagi Rizki, gelar Nyong bukanlah tujuan akhir. Ia memandangnya sebagai amanah untuk menghadirkan dampak nyata serta menjadi contoh generasi muda yang berkarakter, berbudaya, dan siap bersaing.
Dengan semangat tersebut, Rizki melangkah bukan sekadar sebagai peserta, tetapi sebagai bagian dari generasi yang berupaya menjaga identitas daerah di tengah arus perubahan global yang tak terelakkan. (tkg)
Editor : Kenjiro Tanos