Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Mahasiswa dan Dosen Jurusan Akuntasi Polimdo Gelar PKM Soal Budaya

Angel Rumeen • Selasa, 30 November 2021 | 08:10 WIB
Mahasiswa dan dosen Polimdo dalam kegiatan PKM.
Mahasiswa dan dosen Polimdo dalam kegiatan PKM.
MANADOPOST.ID—Program Kemitraan Masyarakat (PKM) digelar, bersama tim dipimpin dosen Jolly Turangan SH MHum, Dr Kiet Tumiwa SE MMAkCA, Novy Kasenda SE MSi, didampingi mahasiswa jurusan akuntansi Politeknik Negeri Manado. PKM ini mengambil topik Upaya Pelestarian Identitas Nasional Melalui Festival Budaya pada  Mahasiswa  Jurusan  Akuntansi  Polimdo (Politeknik Negeri Manado). Tujuan PKM ini untuk persatuan dan kesatuan antar mahasiswa, mengembangkan kekayaan kuliner otentik Indonesia, dan mengembangkan kearifan budaya nasional, seperti tarian, lompat tali, makanan khas daerah dan lain-lain. Di sisi lain, manfaat PKM di tengah mahasiswa yakni:
  1. Meningkatkan kecintaan mahasiswa terhadap tanah air.
  2. Mempererat tali silaturahmi antar mahasiswa.
  3. Meningkatkan kreatifitas mahasiswa
  4. Melestarikan budaya nasional melalui permainan tradisional di antara para mahasiswa
  5. Memperkenalkan kepada mahasiswa ragam kuliner yang ada di Indonesia
Hasil PKM menunjukkan pelestarian identitas nasional melalui festival budaya pada mahasiswa jurusan akuntansi Polimdo. Hal ini juga menyadarkan mahasiswa Indonesia memiliki potensi kearifan lokal yang tentunya sangat besar. Sebagai anak bangsa yang baik identitas nasional tetap harus dijaga karena memiliki makna, sebagai alat pemersatu bangsa, sebagai pembeda dengan bangsa lainnya, merupakan landasan negara, dan identitas negara tersebut. Indonesia sendiri merupakan suatu bangsa majemuk. Artinya, Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa, bahasa dan budaya. Dengan kemajemukan itulah merupakan suatu gabungan akan unsur-unsur penting dalam pembentukan identitas nasional. Akan tetapi di tengah potensi kearifan lokal identitas nasional sebagai harta kekayaan bangsa Indonesia, di sisi lain peradaban dan pengaruh dari luar negeri juga ikut mempengaruhi potensi kearifan lokal yang kita miliki. Kearifan lokal yang seharusnya dilestarikan dan dijaga, sejalan dengan perkembangan teknologi dan pengaruh budaya luar, mulai mengalami degradasi. Arus globalisasi yang deras menawarkan gaya hidup yang cenderung pragmatis serta bergaya hidup konsumtif terbukti secara perlahan-lahan telah mereduksi nilai-nilai yang diajarkan dalam kearifan lokal. Jika diamati, hal ini dapat kita lihat dengan mulai tidak tertariknya generasi muda sekarang dengan seni budaya asli Indonesia. Oleh sebab itu, kami Tim PKM jurusan akuntansi Polimdo berusaha untuk memperkenalkan kembali akan kearifan lokal yang dapat mempersatukan suku, agama dan budaya. Artinya, torang semua basudara.(*)   Editor : Angel Rumeen
#Jurusan Akuntansi Polimdo #PKM Polimdo #Polimdo