Tema : "Mengenal dan Cerdas Memilih Pemimpin"
Bacaan Alkitab : Matius 7 : 15-23
Salam kasih Yesus Kristus.
Shalom ibu-ibu yang diberkati Tuhan. Selamat Tahun Baru. Semoga kita sehat, kuat, bersemangat, optimis jalani hidup penuh damai, sukacita, kendati mungkin ada beban yang masih terpikul. Percayalah Tuhan menyertai kita. Di awal tahun, berbagai agenda pelayanan gereja dan kegiatan masyarakat dimantapkan untuk dilaksanakan. Tahun 2024 adalah tahun politik di mana kita akan memilih anggota legislatif, kepala-kepala daerah serta Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Menjelang kegiatan besar ini, sebagai gereja kita diperlengkapi dengan kekuatan firman dalam tema: "MENGENAL DAN CERDAS MEMILIH PEMIMPIN".
Pembacaan Alkitab Matius 7:15-23 adalah bagian khotbah Tuhan Yesus di bukit. Bacaan Alkitab ini menekankan hal pengajaran yang sesat. Tuhan Yesus tahu bahwa murid-murid-Nya bahkan orang banyak terbatas membedakan yang benar dari yang salah, yang baik dari yang buruk, yang asli dari yang palsu. Yesus berkata "waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas". Dalam Alkitab, nabi adalah seorang pemimpin. Nabi adalah seorang yang mendapat panggilan khusus dan bersifat pribadi dari Allah. Prakarsa Allah menjadikan seseorang, nabi dari Allah seperti Nabi Musa (Kej. 3:1-4:7). nabi Yesaya (Yes. 6), nabi Yeremia (Yer. 1:4-19), nabi Yehezkiel (Yeh.1-3). Hanya nabi palsu yang membebankan sendiri tugas kenabian atas dirinya sendiri. Nabi palsu adalah orang-orang yang menunjuk diri sendiri jadi nabi. Tentang nabi palsu Yeremia 14:14 berkuta "Jawab Tuhan kepadaku: Para nabi itu bernubuat palsu demi nama-Ku! Aku tidak mengutus mereka, tidak memerintahkan mereka dan tidak berfirman kepada mereka. Mereka menubuatkan kepadariu penglihatan bohong, ramalan kosong dan tipu rekaan hatinya sendiri.
Wanita/ Kaum Ibu yang diberkati Tuhan
Waspadalah, hati-hatilah, awaslah, kita perlu mengenal dengan cermat, perlahan tapi pasti, dengan teliti menyelidiki segala sesuatu. Waspada mengingatkan kita supaya berjaga-jaga atas segala bahaya yang mengancam hidup. Berjaga-jaga berarti harus berdoa. Ilustrasi Yesus tentang penyesat yang menyamar seperti domba padahal serigala yang buas, hal ini sangat mengerikan dan menjebak hidup. Kelihatan sahabat kita lembut, ramah, cantik pula padahal perusuh, penipu, perusak rumah tangga orang dan senang melihat pertengkaran dan kekacauan. Bagaimana membedakan yang benar, asli dan palsu? Tuhan Yesus berkata "Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah arah dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Pohon yang tidak menghasilkan buah pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi dari buahnya kamu akan mengenal mereka. Ada nabi benar, ada nabi palsu, ada pemimpin benar, ada pemimpin palsu. Masih adakah yang ibu-ibu tahu tentang yang palsu? Kelihatan cantik bulu matanya, padahal palsu. Rambutnya terurai cantik, temyata palsu. Giginya rapih tersusun, gigi palsu. Akhir 2023 media memberitakan ada dokter palsu yang ditangkap karena sudah membuka praktek. Di era digital dengan berbagai aplikasi ibu-ibu iko rame jadi cantik dengan aplikasi wajah palsu yang serupa tapi tak sama. Waspadalah, boleh-boleh saja ikut dengan hal praktis, rambut palsu karena mengalami kerontokan, gigi palsu karena ompong, tetapi waspadalah dengan pemimpin palsu, ajaran sesat yang menyimpang dari kebenaran.
Wanita/ Kaum Ibu yang diberkati Tuhan
Waspadalah, Yesus memberi pengajaran dengan peringatan keras bahwa "Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga"(ayat 21). Firman
Tuhan ini menjadi tantangan bagi kita bahwa tidak semua orang yang menamakan diri pemberita injil, pemimpin ibadah, rajin berdoa, rajin ibadah WKI, rajin masuk gereja yang berseru-seru nama Tuhan adalah yang akan masuk sorga. Kalau begitu, ndak perlu lagi susah-susah maso ibadah, kase persembahan, percuma nda mo maso sorga. Bukan begitu! Maksudnya harus sepadan antara ucapan dan tindakan iman. Jangan kelihatan suci saat ibadah tapi praktek ruci atau tipu-tipu orang. Yesus berkata, kita mengenal kebenaran dari buah perbuatannya. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru-seru kepada Tuhan dan berkata, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, mengusir setan demi nama-Mu dan mengadakan mujizat demi nama-Mu juga? Tetapi Yesus akan berterus terang kepada mereka dan berkata: "Aku tidak pemah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku kamu sekalian pembuat kejahatan" (ayat 23). Ucapan Yesus ini berlaku pada mereka yang melakukan pengajaran sesat.
Wanita/ Kaum Ibu yang diberkati Tuhan
Kita harus sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan Yesus gembala yang baik, agar terhindar dari serigala berbulu domba. Harus ada kerinduan terus-menerus pada kebenaran Firman Tuhan, sehingga kita masuk kelompok domba bukan kambing (Matius 25). Jika kita ragu-ragu atau mendua hati berarti bukan domba, bukan kambing maka jadilah domba. "Sebab orang yang mendua tidak akan tenang dalam hidupnya" (Yakobus 1:8). Pada tahun ini 2024 ketika akan mengikuti pemilu, mengenal dan cerdas memilih pemimpin perlu hikmat Allah dan ketetapan hati. Waspadalah, kenalilah pemimpinmu dari buahnya. Tuhan Yesus gembala baik menolong kita domba-domba-Nya. AMIN
Pertanyaan Untuk Diskusi:
I. Apa yang mau dikatakan dalam bacaan Alkitab Matius 7:15-23 sehubungan dengan tema "Mengenal dan cerdas memilihpemimpin"?
2. Bagaimana seharusnya sikap kita sebagai wanita/kaum ibudalam melaksanakan tanggung jawab sebagai warga masyarakat dalam PEMILU nanti?
Baca Juga: Upus Ni Mama GMIM 7-13 Januari 2024, Filipi 3 : 1b-16 Tetap Setia Di Jalan Tuhan Menghadapi Penyesat
Editor : Aprilia Sahari