MANADOPOST.ID– Universitas Klabat melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) sukses menggelar workshop bertajuk AI-Powered Intelligent Chatbot Using LLM-based AI and RAG.
Acara yang berlangsung di Conference Room, Gedung GK1 lantai 2 ini menghadirkan Semmy W. Taju, Ph.D., dosen Fakultas Ilmu Komputer, sebagai pembicara utama.
Dalam pemaparannya, Dr. Semmy W. Taju menjelaskan bahwa perkembangan AI saat ini semakin pesat, terutama dalam bidang Natural Language Processing (NLP) dan Computer Vision.
Dengan adanya model kecerdasan buatan berbasis Large Language Model (LLM) serta Retrieval-Augmented Generation (RAG), chatbot kini dapat memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap bahasa manusia serta mampu memberikan informasi yang lebih akurat.
Dr Semmy juga mengungkapkan bahwa perkembangan AI bukanlah hal baru, tetapi sudah dikonsep sejak tahun 1950-an. Kendati demikian, keterbatasan daya komputasi di era tersebut menjadi hambatan utama.
Kini, dengan kemajuan teknologi, AI telah mampu melakukan prediksi dan analisis data dengan jauh lebih akurat. Bahkan, AI kini dapat menginterpretasikan gambar dan melakukan analisis visual yang lebih kompleks.
Menurut Dr. Semmy, tren kecerdasan buatan dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan akan semakin berkembang. Jika saat ini sistem AI masih mengandalkan data terstruktur untuk belajar, di masa mendatang AI diprediksi akan lebih otonom dan semakin minim intervensi manusia.
Workshop ini diikuti oleh 100 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa hingga profesional di bidang teknologi. Salah satu peserta yang turut hadir adalah General Manager Manado Post, Andria Wahyudi.
Dalam kesempatan tersebut, Andria berdiskusi mengenai potensi penerapan teknologi AI dalam dunia media, termasuk bagaimana AI dapat digunakan untuk menyajikan berita secara lebih personal dan efisien.
"Kami melihat AI sebagai alat yang dapat meningkatkan efisiensi dalam produksi berita serta memberikan pengalaman yang lebih menarik bagi audiens," ujar Andria Wahyudi.
"Teknologi seperti LLM dan RAG dapat digunakan untuk merangkum berita, menghadirkan konten berbasis preferensi pembaca, hingga membantu jurnalis dalam menganalisis tren berita yang sedang berkembang."
Andria juga menambahkan bahwa Manado Post saat ini tengah mengembangkan berbagai fitur berbasis AI dalam aplikasinya, seperti personalisasi konten, peringkasan berita otomatis (RingkasAI), serta voice narration untuk mendengarkan berita secara langsung (VoiceAI).
"Kami terus berinovasi agar AI bisa menjadi mitra dalam industri media, bukan sekadar alat. AI dapat membantu jurnalis bekerja lebih efisien, tetapi tetap dengan kontrol manusia dalam menjaga etika dan kualitas jurnalistik," pungkasnya.
Peserta workshop juga mendapatkan wawasan tentang bagaimana AI saat ini telah digunakan dalam berbagai bidang, termasuk real-time translation, layanan kesehatan, dan rekomendasi pendidikan.
Dengan semakin canggihnya AI, Dr. Semmy menekankan pentingnya pemahaman mendalam terkait teknologi ini agar dapat dimanfaatkan secara optimal dan etis di berbagai sektor kehidupan.
Acara ini menjadi momen penting bagi akademisi, profesional, dan pelaku industri media untuk memahami lebih dalam bagaimana AI dapat diintegrasikan dalam berbagai aspek pekerjaan.
Dengan terus berkembangnya teknologi, kolaborasi antara dunia akademik dan industri menjadi kunci dalam menghadirkan solusi inovatif berbasis AI.
Editor : Clavel Lukas