MANADOPOST.ID— Kota Manado kembali menjadi pusat perhatian internasional. Kali ini, Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Manado dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan APEC Workshop on Type 2 Diabetes Mellitus, yang akan digelar pada 1–2 Juli 2025.
Kegiatan prestisius ini akan menghadirkan delegasi dari 21 negara anggota APEC, yang akan berdiskusi dan bertukar pengalaman mengenai strategi penanggulangan Diabetes Melitus Tipe 2.
Mengusung tema“Diminishing Burden of Type 2 Diabetes Mellitus in the Community through an Interprofessional Collaboration (IPC) Approach)”, workshop ini bertujuan memperkuat kolaborasi lintas profesi dan antarnegara dalam pengendalian diabetes di tingkat komunitas secara menyeluruh.
"Kami telah menyiapkan seluruh aspek teknis maupun substansi kegiatan secara maksimal, mulai dari penyambutan tamu, akomodasi, pengamanan, hingga kesiapan lokasi acara di Poltekkes Manado," ungkap Syamsu Alam, SKM, M.Epid, Penanggung Jawab Tim Kerja Pelaksana.
Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring kesehatan lintas negara, khususnya dalam pengembangan kapasitas tenaga kesehatan dan penerapan model kolaboratif berbasis komunitas.
Kegiatan ini rencananya akan dibuka langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, SE, dan dihadiri tokoh-tokoh strategis dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, seperti Bonanza Perwira Taihitu, Staf Ahli Menkes RI Bidang Politik dan Globalisasi Kesehatan, serta Dr. Anna Kurniati, Direktur Penyediaan SDM Kesehatan Kemenkes RI.
Plt. Direktur Poltekkes Kemenkes Manado, Sandra G.J. Tombokan, M.Kes, menjelaskan bahwa workshop ini adalah bentuk nyata diplomasi kesehatan internasional.
"Melalui pendekatan IPC, kami ingin menekankan pentingnya kerja sama berbagai profesi kesehatan untuk menangani diabetes secara lebih efektif dan menyeluruh, terutama di tingkat komunitas," ujarnya.
Senada dengan itu, Humas Poltekkes Manado, Devilia Asni Toar, S.Tr.Kes, menegaskan kesiapan penuh pihaknya sebagai tuan rumah.
“Workshop ini bukan sekadar pertemuan ilmiah, tapi bentuk nyata kontribusi Manado dalam agenda kesehatan global. Kami ingin memperkuat posisi Manado sebagai pusat pengembangan kesehatan di kawasan timur Indonesia,” tegasnya.
Dengan kesiapan matang dan dukungan dari berbagai pihak, Poltekkes Manado optimis dapat menjalankan peran sebagai tuan rumah dengan baik, serta memberikan kontribusi signifikan dalam upaya penanggulangan Diabetes Melitus Tipe 2 di kawasan Asia-P
asifik. (Asyer Rokot)
Editor : Asyer Rokot