Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

APEC Diabetes Workshop 2025 Digelar, Delegasi Kumpul di Poltekkes Kemenkes Manado

Asyer Rokot • Rabu, 2 Juli 2025 | 05:26 WIB

Photo
Photo

 

MANADOPOST.ID-- Kota Manado kembali mengukuhkan diri sebagai pusat aktivitas kesehatan internasional. Selama dua hari, 1–2 Juli 2025, Politeknik Kesehatan Kemenkes Manado menjadi lokasi pelaksanaan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Workshop Diabetes Melitus 2025, yang mengangkat tema Diminishing Burden of Type 2 Diabetes Mellitus in the Community through an Interprofessional Collaboration (IPC) Approach.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ini diikuti lebih dari 100 peserta dari enam ekonomi anggota APEC, yakni Brunei Darussalam, Thailand, Viet Nam, China, Russian Federation, dan Indonesia. Bersama juga hadir para  pakar  dan praktisi kesehatan serta pejabat  dari Organisasi Kesehatan PPNI, IDI, PERKENI, LABKESMAS, BKK (Badan Karantina Kesehatan), Direktur Rumah Sakit Swasta di Sulawesi Utara, Perwakilan Direktur Rumah Sakit UPT Vertikal Kementerian Kesehatan di Sulawesi Utara  juga Direktur dan Wakil Direktur Politeknik Kesehatan di seluruh Indonesia Dari total peserta 142 partisipan, 85 orang hadir secara langsung di lokasi, sementara 57 lainnya mengikuti secara daring.

Workshop ini dihadiri oleh Para Pejabat di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia diantaranya Staf Ahli Menkes RI Bidang Politik dan Globalisasi Kesehatan, Bonanza Perwira Taihitu, S.Sos., M.Si., bersama Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Albertus Yudha Poerwadi, SE., M.Si.,CA,CPM, Direktur Penyediaan SDM Kesehatan Kemenkes RI, Anna Kurniati, SKM, MA, Ph.D,  dan Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid. Suasana pembukaan berlangsung khidmat dan meriah dengan prosesi pemukulan tetengkoren sebagai simbol dimulainya kegiatan antarnegara di bidang kesehatan komunitas.

Plt Direktur Poltekkes Kemenkes Manado, Sandra G.J. Tombokan, S.Pd., S.Si.T., M.Kes, menyampaikan kebanggaan atas kepercayaan yang diberikan kepada institusinya. Ia menyebut workshop ini bukan sekadar pertemuan ilmiah, tetapi bagian dari diplomasi kesehatan global yang strategis.

“Kegiatan ini jadi ruang strategis untuk menyatukan langkah antarprofesi dan antarnegara dalam menghadapi lonjakan kasus Diabetes Melitus Tipe 2 di tingkat komunitas. Lewat pendekatan Interprofessional Collaboration (IPC), kita ingin tunjukkan bahwa penanganan komprehensif memerlukan sinergi semua pihak,” ungkap Sandra.

Menurutnya, kehadiran perwakilan internasional membuktikan bahwa Manado dan Poltekkes Kemenkes Manado mampu berperan aktif dalam menyusun solusi global berbasis lokal.

“Kami optimis bahwa rekomendasi yang lahir dari workshop ini bisa dirumuskan menjadi kebijakan kesehatan yang relevan dan aplikatif, baik untuk Indonesia maupun kawasan APEC,” ujarnya.

Workshop ini membahas berbagai strategi pengelolaan dan pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2, serta berbagi praktik terbaik antarnegara. Salah satu tujuan utamanya adalah mendorong kolaborasi interprofesional dalam penguatan sistem kesehatan masyarakat.

Selain bertukar pengetahuan, workshop ini juga diharapkan menghasilkan rumusan konkret yang memperkuat ketahanan sistem kesehatan kawasan APEC, terutama di sektor pencegahan penyakit tidak menular.

Dengan kehadiran para profesional kesehatan, akademisi, dan pemangku kebijakan dari berbagai negara, Poltekkes Manado tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga aktor aktif dalam membangun masa depan kesehatan komunitas yang lebih sehat dan berkelanjutan. (Asyer Rokot)

Editor : Asyer Rokot