Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

DPRD Talaud dan PLN Bahas Solusi Krisis Listrik di Mangaran

Ridel Palar • Kamis, 15 Mei 2025 | 21:57 WIB

 

Ketua DPRD Talaud Engelbertus Tatibi bersama beberapa anggota DPRD didampingi Sekretaris DPRD Arvan Bawangun saat menggelar pertemuan dengan pihak PLN.
Ketua DPRD Talaud Engelbertus Tatibi bersama beberapa anggota DPRD didampingi Sekretaris DPRD Arvan Bawangun saat menggelar pertemuan dengan pihak PLN.
MANADOPOST.ID— Guna menyerap aspirasi masyarakat terkait gangguan pelayanan listrik di Kabupaten Kepulauan Talaud, DPRD bersama pihak PLN menggelar pertemuan strategis di ruang Ketua DPRD Talaud, Kamis (15/5).

Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Talaud Engelbertus Tatibi, yang dihadiri sejumlah anggota DPRD yakni Gunawan Talenggoran, Dona Tine, Semuel Talisan, Deky Tule, serta Sekretaris DPRD Arvan Bawangun. Dari pihak PLN, hadir Manager UP3 PLN Tahuna Dimas Prabowo bersama jajaran kepala unit PLN.

Usai pertemuan, Dimas menjelaskan bahwa gangguan listrik di Damau yang dimulai sejak 10 Mei disebabkan oleh kerusakan sistem di wilayah Mangaran. Pihaknya saat ini sedang mengupayakan relokasi mesin pembangkit sebagai solusi utama untuk menutup defisit listrik di wilayah tersebut.

"Sistem di Mangaran memang terganggu. Kami akan merelokasi tiga mesin dari Sangihe dengan total kapasitas 400 sampai 500 KW, untuk mengatasi defisit listrik sebesar 320 KW di Mangaran," ungkap Dimas.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk bersabar dan turut berpartisipasi dalam menjaga jaringan, termasuk membantu membersihkan pohon-pohon yang berpotensi mengganggu kabel listrik.

Sementara itu, Ketua DPRD Talaud Engelbertus Tatibi menegaskan bahwa DPRD bergerak cepat menindaklanjuti keluhan masyarakat. Ia menyambut baik kedatangan pihak PLN dan menyampaikan bahwa relokasi mesin membutuhkan waktu, namun prosesnya akan dipercepat.

"Kami sudah menyampaikan agar proses relokasi bisa dipercepat, bahkan kami berkelakar untuk diselesaikan dalam satu setengah bulan. Namun intinya, kami bersyukur karena ada perhatian nyata dari PLN," tutur Engelbertus.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan beban mesin yang berpotensi menyebabkan mati total di Pulau Kabaruan, serta meminta para camat dan kepala desa ikut menyampaikan informasi ini kepada warga.

"Yang penting, solusi sudah diambil dan PLN telah menyurat ke PLN Wilayah untuk penambahan mesin. Kami optimistis pelayanan listrik akan segera membaik," pungkas Tatibi.(Del)

Editor : Tanya Rompas
#Listrik #DPRD #PLN #Talaud