Peninjauan dilakukan untuk memastikan setiap tahapan kegiatan pembangunan berjalan sesuai target waktu dan standar teknis yang ditetapkan. Jalan yang sedang dikerjakan merupakan salah satu sasaran fisik utama dalam program TMMD ke-124 di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe.
“Kami ingin memastikan semua pekerjaan berjalan tepat waktu dengan kualitas yang baik. Sinergi antara personel TNI dan masyarakat sejauh ini sangat positif, dan ini menjadi kekuatan utama dalam percepatan pembangunan,” ujar Letkol Suhendro di sela-sela peninjauan.
Dalam kesempatan tersebut, Dansatgas juga memberikan motivasi dan arahan kepada anggota Satgas TMMD serta warga masyarakat yang terlibat langsung dalam pembangunan. Ia menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong, nilai yang menjadi fondasi TMMD sejak awal digelar.
Pengaspalan jalan di Kampung Kalasuge menjadi prioritas karena memiliki dampak strategis bagi peningkatan konektivitas antarwilayah. Jalan tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas hasil pertanian, mempermudah akses layanan pendidikan dan kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
“Dengan adanya akses jalan yang lebih baik, kualitas hidup masyarakat desa akan meningkat. Ini juga akan mempercepat pemerataan pembangunan antarwilayah,” tambah Letkol Suhendro.
Program TMMD ke-124 tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik semata, tetapi juga bertujuan memperkuat hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat, sebagai bagian dari upaya membangun desa yang berkelanjutan, berdaya, dan mandiri.
Kegiatan ini sekaligus menjadi refleksi nyata kehadiran TNI sebagai bagian dari solusi pembangunan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Indonesia. (Del)
Editor : Tanya Rompas