Upacara berlangsung khidmat dan tertib, dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 1312/Talaud, Letkol Inf Sigfried W. Panaha, S.Sos. selaku Inspektur Upacara. Bertindak sebagai Komandan Upacara yaitu Plh. Pasi Intel Kodim, Lettu Inf Patolenganen, dan Perwira Upacara oleh Pasi Pers Kodim, Letda Inf Zelsius W. Tahulending. Seluruh anggota Kodim turut hadir dalam formasi lengkap.
Dalam amanatnya, Dandim membacakan pidato resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia, yang menekankan pentingnya momentum 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila, sekaligus sebagai waktu untuk meneguhkan kembali komitmen terhadap nilai-nilai dasar bangsa.
“Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif dalam Pembukaan UUD 1945. Ia adalah jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, dan bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,” bunyi amanat tersebut.
Peringatan tahun ini juga menyoroti pentingnya Pancasila sebagai rumah besar keberagaman, yang menyatukan lebih dari 270 juta penduduk Indonesia dari berbagai latar belakang suku, agama, ras, budaya, dan bahasa.
Dalam konteks pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045, pemerintah telah menetapkan Asta Cita, delapan agenda prioritas pembangunan, dengan salah satu poin penting adalah memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia.
“Memperkuat Pancasila berarti membangun bangsa dengan semangat gotong-royong, keadilan sosial, serta penghormatan terhadap martabat manusia,” lanjutnya.
Pidato juga menyoroti tantangan era globalisasi dan digitalisasi seperti ekstremisme, radikalisme, intoleransi, dan disinformasi, yang dinilai dapat mengganggu kohesi sosial bangsa. Oleh karena itu, revitalisasi nilai-nilai Pancasila perlu dilakukan di seluruh dimensi kehidupan: pendidikan, birokrasi, ekonomi, hingga ruang digital.
Upacara yang digelar di Kodim 1312/Talaud ini menjadi wujud nyata komitmen TNI dalam membumikan Pancasila, serta membina dan menjaga semangat kebangsaan di wilayah perbatasan.
“Upacara ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa Pancasila harus terus hidup dalam tindakan, bukan hanya dalam narasi,” ujar Letkol Sigfried usai pelaksanaan upacara.(Del)
Editor : Tanya Rompas