MANADOPOST.ID — Insiden kebakaran yang menimpa KM Barcelona V di perairan dekat Pulau Talise, Minggu (20/7/2025), terus menuai sorotan.
Salah satunya datang dari Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud dari Partai Gerindra Muhamad Sarifudin Kofia SH, yang mendesak Menteri Perhubungan RI agar segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional kapal penumpang tujuan Talaud–Manado dan sebaliknya.
Legislator tersebut menegaskan bahwa kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 13.13 WITA, yang menelan korban jiwa dan kerugian materi penumpang, menjadi tamparan keras terhadap sistem keselamatan pelayaran yang selama ini diabaikan.
“Kami mendesak Menteri Perhubungan untuk segera turun tangan dan melakukan evaluasi total terhadap pengusaha kapal, terutama manajemen KM Barcelona V. Dugaan kami, kapal berlayar melebihi kapasitas penumpang dan pelampung tidak mencukupi. Ini sangat membahayakan nyawa warga,” tegasnya.
Anggota dewan tersebut juga menyatakan, manajemen KM Barcelona V harus bertanggung jawab penuh atas kerugian para penumpang, baik materi maupun trauma yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut.
“Kalau mereka tidak mau bertanggung jawab, maka saya sebagai wakil rakyat akan mengambil langkah hukum dan politik demi kepentingan masyarakat Kepulauan Talaud,” tandasnya.
Dalam pernyataannya, ia juga mendesak agar pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menyiapkan dua unit kapal penumpang reguler untuk melayani rute Manado–Talaud dan sebaliknya, minimal pada hari Senin, Rabu, dan Jumat, agar lonjakan penumpang dapat teratasi dan kejadian kelebihan kapasitas tidak kembali terulang.
“Kalau tidak ditambah, pemandangan di atas kapal akan tetap mengerikan. Penumpang bahkan tidur di dekat toilet karena tidak ada ruang lagi. Ini tidak manusiawi,” ungkapnya prihatin.
Selain itu, legislator ini juga menyebut adanya indikasi kelalaian dari pejabat terkait, termasuk Syahbandar Manado dan Syahbandar Talaud, yang diduga membiarkan kelebihan penumpang tanpa pengawasan ketat. Ia meminta agar kedua pejabat tersebut segera dimutasi dan ditindak jika terbukti menerima keuntungan dari kelebihan kapasitas penumpang.
“Saya minta Kapolda Sulut segera melakukan penyelidikan terhadap dugaan ini. Jangan sampai pejabat yang seharusnya menjamin keselamatan justru menjadi bagian dari masalah,” pungkasnya.
Kofia juga mengapresiasi, Gubernur Sulut pak Yulius Selvanus yang sangat responsif terkait musiba ini. "Saya bangga melihat tindakan kongkrit Gubernur terhadap musiba yang terjadi kepada masarakat talaud di KM Barcelona. Gubernur memerintahkan semua elemen untuk membantu musiba ini. Dan terima kasih juga kepada semua para pihak yang sudah membantu untuk mengevakuasi para penumpang KM Barcelona V ini," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, dan upayah konfirmasi belum ada tanggapan resmi dari manajemen KM Barcelona V maupun pihak Syahbandar terkait tudingan tersebut.(Del).
Editor : Angel Rumeen