Acara turut dihadiri Kasi PB3R sekaligus Plt. Kasi Pidum Sepryadi, SH, Plh. Kaur Bin Cabjari Talaud di Beo Yorry Tamawiwy, serta seluruh pegawai Kejaksaan Negeri Talaud. Dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, syukuran ini menjadi momen penting untuk merefleksikan kembali semangat pengabdian dalam penegakan hukum.
Dalam sambutannya, Ardhitia menyampaikan bahwa peringatan HBA bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi sebuah momentum penting untuk memperkuat komitmen kejaksaan sebagai institusi penegak hukum.
“HBA hari ini bukan hanya perayaan, tetapi juga pengingat bahwa perjalanan institusi Kejaksaan adalah perjalanan pengabdian untuk menegakkan hukum dengan hati nurani, menjaga keadilan, dan memberi rasa aman kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa meskipun peringatan tahun ini dilakukan dengan sederhana dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, justru hal itu menjadi cara untuk kembali kepada esensi Hari Bhakti Adhyaksa.
“Justru dalam kesederhanaan ini, kita ingin kembali pada makna HBA—penguatan semangat pengabdian dan refleksi diri atas tugas serta amanah yang kita emban,” jelasnya.
Ardhitia juga menekankan pentingnya Kejaksaan untuk terus berbenah dan meningkatkan pelayanan hukum yang humanis, profesional, dan berintegritas.
“Mari kita jadikan hari ini sebagai momentum untuk memperteguh komitmen, memperkuat kebersamaan, dan meneguhkan semangat pengabdian demi Indonesia yang lebih adil dan bermartabat,” katanya.
Ardihtia kembali menegaskan bahwa Kejaksaan harus selalu hadir memberikan rasa aman kepada masyarakat dengan kinerja yang mengedepankan profesionalitas dan nilai-nilai kemanusiaan.
“Harapan kami sebagai insan Adhyaksa di Talaud adalah agar kami dapat terus menjalankan tugas dengan profesional, berintegritas, dan humanis,” pungkasnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng sebagai bentuk ungkapan syukur. Suasana berlangsung penuh kehangatan, menjadi refleksi akan semangat Adhyaksa yang tak pernah padam di beranda utara NKRI. (Del)
Editor : Tanya Rompas