MANADOPOST.ID — Kejaksaan Negeri Kepulauan Talaud kembali menegaskan komitmennya dalam membangun kesadaran hukum sejak usia dini melalui Program Jaksa Masuk Sekolah (JMS).
Kali ini, kegiatan penyuluhan hukum digelar di Aula SMA Negeri 1 Piningkatan Tule, Desa Tule, Kecamatan Melonguane Timur, Kamis (5/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 11.30 WITA itu mengangkat tema “Kenali Hukum, Jauhi Hukuman”, dengan fokus utama pada pencegahan kenakalan remaja dan penguatan pemahaman hukum bagi pelajar.
Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kepulauan Talaud, Samuel Naibaho, S.H., M.H., mengatakan bahwa Program Jaksa Masuk Sekolah merupakan langkah strategis kejaksaan dalam membentengi generasi muda dari potensi pelanggaran hukum.
“Kami ingin para pelajar memahami hukum bukan karena takut dihukum, tetapi karena sadar akan konsekuensinya. Mengenal hukum sejak dini adalah bentuk perlindungan terbaik bagi masa depan mereka,” tegas Samuel Naibaho saat membuka materi penyuluhan.
Samuel menegaskan, remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap pengaruh negatif lingkungan, baik pergaulan bebas, penyalahgunaan media sosial, hingga tindak pidana ringan yang kerap dianggap sepele namun berdampak hukum serius.
“Kenakalan remaja sering berawal dari ketidaktahuan. Melalui penyuluhan ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa setiap perbuatan ada batas hukumnya,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Intelijen Kejari Talaud menghadirkan sejumlah pemateri, yakni Samuel Naibaho, Desliana Sitorus, S.H. (Kasubsi II Intelijen), Mohammad Ghalib, S.H. (Jaksa Fungsional), serta David Kristianto, S.H. (Staf Intelijen). Materi disampaikan secara komunikatif dan interaktif, sehingga mudah dipahami para siswa.
Sebanyak 35 siswa-siswi SMA Negeri 1 Piningkatan Tule mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Hal tersebut tercermin dari sesi tanya jawab yang hidup, di mana enam siswa aktif mengajukan pertanyaan seputar hukum, media sosial, serta konsekuensi perbuatan melanggar aturan.
Samuel Naibaho mengapresiasi antusiasme para pelajar dan pihak sekolah yang dinilainya sangat terbuka terhadap edukasi hukum.
“Kami berharap para siswa ini menjadi agen perubahan di lingkungan mereka masing-masing. Bukan hanya taat hukum, tetapi juga mampu mengingatkan teman sebaya agar tidak terjerumus,” katanya.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Kepala Sekolah Riska Puasa, S.Pd., para guru, serta jajaran staf Intelijen Kejari Talaud. Acara ditutup dengan pembagian souvenir, penyerahan cinderamata, dan foto bersama sebagai simbol sinergi antara kejaksaan dan dunia pendidikan.
Secara keseluruhan, pelaksanaan Program Jaksa Masuk Sekolah di SMA Negeri 1 Piningkatan Tule berlangsung aman, tertib, dan lancar, sekaligus menjadi bukti nyata peran kejaksaan tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga pendidik hukum di tengah masyarakat. (ewa)
Editor : Baladewa Setlight