RHK GMIM Minggu 6 September 2026,Keluaran 18:13-14 Melayani Tanpa Mengenal Waktu

Aprilia Sahari • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 15:15 WIB
Logo GMIM
Logo GMIM

RHK GMIM Minggu 6 September 2026

Keluaran 18:13-14

(13) Keesokan harinya duduklah Musa mengadili di antara bangsa itu; dan bangsa itu berdiri di depan Musa, dari pagi sampai petang. 
(14) Ketika mertua Musa melihat segala yang dilakukannya kepada bangsa itu, berkatalah ia: "Apakah ini yang kaulakukan kepada bangsa itu? Mengapakah engkau seorang diri saja yang duduk, sedang seluruh bangsa itu berdiri di depanmu dari pagi sampai petang?" 

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Saat menjalani panggilan sebagai pemimpin Israel, Musa duduk dari pagi sampai petang tanpa istirahat. 

Hal ini menggambarkan pola kerja yang tidak biasa dan ekstrem. 

Namun demikian, sekalipun Musa seorang pemimpin hebat dan tangguh, tetapi ia masih memiliki keterbatasan sebagai manusia yang tidak mungkin untuk melayani dan mengadili umat-Nya tanpa istirahat.

Dia bekerja sepanjang hari. Ini kelihatannya hebat dan mulia tapi konsekuensinya adalah tubuhnya menjadi terlalu lelah demikian juga dengan umat yang dilayaninya. 

Fisik yang letih perlu istirahat, hal ini tidak bisa digantikan dengan apapun juga termasuk semangat yang berkobar-kobar, apalagi Musa menghadapi bangsa Israel yang tegar tengkuk.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus, 
Tuhan Allah menghendaki umat-Nya hidup dalam keseimbangan, bekerja dengan serius, tapi harus tahu kapan saatnya berhenti dan beristirahat. 

Kelelahan Musa memberi arti bahwa dalam keluarga, bekerja keras itu baik tapi adalah bijak apabila mau saling berbagi dan meminta bantuan apalagi ketika menghadapi masalah yang muncul dalam keluarga. 

Apabila hanya ayah atau ibu ataupun salah satu anggota keluarga yang memikul semua tugas rumah tangga, itu adalah tidak baik.

Kerja sama dan pembagian peran dalam rumah tangga akan membuat perkeijaan menjadi ringan dan keharmonisan dapat tetap terjaga. 

Nasihat Yitro yang diterima Musa memberi pelajaran bahwa menerima saran dari pasangan atau anggota keluarga adalah hal terpuji dalam rangka mencapai pertumbuhan bersama. 

Memercayakan dan mendelegasikan tugas kepada orang lain bukan berarti kita lemah, melainkan itu adalah tanda bahwa kita bijak. 

Dari bacaan ini kita diingatkan bahwa melayani Tuhan harus diimbangi dengan kerja cerdas. 

Membagi tugas secara bijak adalah bagian dari anugerah yang diberikan Tuhan Allah. 

Dia memberikan kita hikmat sehingga mengakui keterbatasan dan menyadari bahwa tidak semua pekerjaan pelayanan harus kita tangani sendiri. 

Mari kita menyeimbangkan antara kerja, istirahat dan ibadah. 

Doa: Ya Tuhan Allah, anugerahkan kami hikmat-Mu untuk dapat menata setiap tanggung jawab yang Engkau percayakan, banyak orang merasa diberkati dengan pekerjaan nama Yesus Kristus. Amin 

Editor : Aprilia Sahari
RHK GMIM Minggu 6 September 2026 RHK GMIM Renungan GMIM