Bacaan dan Renungan untuk Umat Katolik, Hari Selasa 29 September 2026

Fandy Gerungan • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 10:44 WIB
Perjamuan Malam Terkahir
Perjamuan Malam Terkahir

Pesta St. Mikael, Gabriel, Rafael Malaikat Agung (Warna Liturgi Putih)

Bacaan I Daniel 7:9-10.13-14

Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar;

suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya; seribu kali beribu-ribu melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab.

Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya.

Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 138:1-2a.2bc-3.4-5

Dari Daud. Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hatiku, di hadapan para allah aku akan bermazmur bagi-Mu.

Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu.

Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu.

Pada hari aku berseru, Engkaupun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.

Semua raja di bumi akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, sebab mereka mendengar janji dari mulut-Mu;

mereka akan menyanyi tentang jalan-jalan TUHAN, sebab besar kemuliaan TUHAN.

Bacaan Injil Yohanes 1:47-51

Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!"

Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara."

Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!"

Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu."

Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan 

Saudara/i hari ini Gereja merayakan Pesta St. Mikael, St. Gabriel, dan St. Rafael, tiga Malaikat Agung yang memiliki peranan penting dalam sejarah keselamatan. 

Perayaan ini mengingatkan kita bahwa kehidupan iman bukan hanya tentang apa yang dapat kita lihat dengan mata, tetapi juga tentang karya Allah yang sering kali bekerja secara tersembunyi melalui para utusan-Nya.

Bacaan pertama dari Kitab Daniel membawa kita kepada gambaran tentang kemuliaan Allah. Allah digambarkan sebagai Raja yang berkuasa atas seluruh ciptaan. 

Di hadapan-Nya terdapat para malaikat yang melayani dan memuliakan-Nya. Kemudian tampil sosok Anak Manusia yang menerima kekuasaan dan kerajaan yang kekal.

Pesan ini menegaskan bahwa pada akhirnya Allah tetap menjadi penguasa atas segala sesuatu. Dunia boleh berubah, manusia boleh datang dan pergi, kekuasaan duniawi dapat muncul dan menghilang, tetapi kerajaan Allah tidak akan pernah berakhir.

Dalam Injil, Yesus memperkenalkan kepada Natanael sebuah kenyataan yang lebih besar daripada apa yang dapat dipahami oleh akal manusia. 

Natanael yang awalnya merasa heran karena Yesus mengenalnya secara mendalam akhirnya mengalami bahwa Yesus bukan sekadar seorang guru biasa. Ia adalah Anak Allah dan Raja yang menghadirkan keselamatan.

Yesus kemudian berbicara tentang langit yang terbuka dan para malaikat Allah yang turun naik kepada Anak Manusia. Gambaran ini menunjukkan adanya hubungan yang hidup antara surga dan dunia. 

Allah tidak jauh dari manusia. Ia hadir, bekerja, menyertai, dan membawa manusia semakin dekat kepada-Nya.

Di sinilah kita dapat memahami peranan para Malaikat Agung. St. Mikael mengingatkan kita akan perjuangan melawan kejahatan dan pentingnya tetap berdiri dalam kebenaran Allah. 

St. Gabriel mengingatkan kita untuk terbuka terhadap kehendak Allah dan berani membawa kabar keselamatan. St. Rafael mengingatkan kita bahwa Allah hadir sebagai penyembuh dan pendamping dalam perjalanan hidup manusia.

Ketiganya mengarahkan perhatian kita bukan kepada diri mereka sendiri, melainkan kepada Allah yang mengutus mereka.

Sering kali kita berharap Allah hadir dengan cara yang spektakuler. Kita ingin mendapatkan tanda yang jelas, jawaban yang langsung, atau jalan keluar yang segera. 

Padahal, karya Allah sering kali hadir melalui hal-hal sederhana: seseorang yang memberikan nasihat yang tepat, keluarga yang tetap mendukung kita, sahabat yang menguatkan ketika kita jatuh, atau kesempatan untuk kembali memperbaiki kesalahan.

Melalui semua itu, kita dapat melihat bahwa Allah tidak pernah meninggalkan kita. Perayaan hari ini juga mengajak kita untuk menjadi seperti para malaikat dalam arti yang sederhana. 

Menjadi pembawa kebaikan Allah bagi orang lain. Kita dipanggil untuk menjadi pribadi yang membawa damai, bukan pertengkaran; membawa pengharapan, bukan keputusasaan; membawa kebenaran, bukan kebohongan; serta membawa kasih, bukan kebencian.

Kita tidak harus melakukan sesuatu yang luar biasa. Kesetiaan dalam menjalankan tanggung jawab, kepedulian kepada orang yang sedang kesulitan. 

Keberanian membela yang benar, kesediaan mengampuni, dan ketulusan dalam membantu sesama sudah menjadi cara nyata menghadirkan kasih Allah di tengah dunia.

Kisah Natanael juga memberikan penghiburan yang indah. Sebelum Natanael datang kepada Yesus, Yesus sudah lebih dahulu melihat dan mengenalnya. Ini menunjukkan bahwa sebelum kita mencari Allah, Allah sudah lebih dahulu melihat, mengenal, dan mengasihi kita.

Ada kalanya kita merasa tidak diperhatikan. Kita merasa perjuangan kita tidak dilihat oleh siapa pun. Kita mungkin menyimpan pergumulan yang tidak diketahui oleh keluarga, sahabat, bahkan orang-orang terdekat. 

Namun, tidak ada satu pun bagian dari hidup kita yang tersembunyi dari Allah.
Allah melihat perjalanan kita. Ia mengetahui air mata yang kita sembunyikan, perjuangan yang kita jalani, dan harapan yang kita simpan dalam hati.

Karena itu, jangan mudah menyerah dalam menjalani kehidupan iman. Jangan menganggap bahwa doa yang belum terjawab berarti Allah tidak mendengarkan. 

Jangan menganggap bahwa perjalanan yang sulit berarti Allah meninggalkan kita. Bisa jadi, justru melalui perjalanan itu Allah sedang membawa kita untuk melihat sesuatu yang lebih besar.

Seperti Natanael yang diajak untuk melihat hal-hal yang lebih besar, kita pun dipanggil untuk memiliki iman yang terus bertumbuh. Jangan berhenti hanya pada apa yang dapat kita lihat hari ini. 

Percayalah bahwa Allah sedang bekerja, bahkan ketika kita belum mampu memahami seluruh rencana-Nya. Pada pesta St. Mikael, Gabriel, dan Rafael ini. 

Marilah kita memohon agar kita selalu dilindungi dalam perjuangan melawan kejahatan, dibimbing untuk semakin peka terhadap kehendak Allah, dan dikuatkan dalam setiap luka serta pergumulan hidup.

Semoga melalui teladan dan pelayanan para Malaikat Agung, kita semakin menyadari bahwa hidup kita berada dalam penyelenggaraan Allah. Dan semoga kita pun menjadi pembawa terang, kasih, damai, dan pengharapan bagi siapa pun yang kita jumpai.

Sebab Allah yang berkuasa di surga adalah Allah yang juga hadir dalam perjalanan hidup kita di dunia. (*)

 

Editor : Fandy Gerungan
renungan katolik Renungan