Menguat Ketua KPRS GMIM, Ini Tanggapan Kak Joune, Kak Mika dan Kak Billy
Clavel Lukas• Kamis, 27 Januari 2022 | 09:38 WIB
Gelandang Koln Mathias Olesen (kiri) berduel memperebutkan bola dengan gelandang Bayern Muenchen Jamal Musiala pada pertandingan Liga Jerman yang dimainkan di Stadion Allianz Arena, Munich, Rabu (25/1/2023). (ANTARA/AFP/CHRISTOF STACHE)MANADOPOST.ID--Pemilihan Komisi Pelayanan Remaja Sinode (KPRS) GMIM periode 2022-2027 kini memasuki tahap pengusulan nominasi calon. Ada tiga nama penatua paling banyak diusulkan. Yakni, Pnt Joune Ganda Ketua KPR Jemaat GMIM Immanuel Kaima sekaligus Ketua KPR Wilayah Minawerot. Pnt Michaela Elsiana Paruntu, etua KPR Jemaat Immanuel Ranowangko dan Ketua KPR Wilayah Tanawangko II yang juga incumbent Ketua KPRS GMIM 2018-2022. Kemudian Pnt Billy Lombok, Ketua KPR Jemaat GMIM Ulfers Kumelembuai sekaligus Ketua KPR Wilayah Kumelembuai. Sudah Malang melintang dalam pelayanan kawula muda GMIM. Sementara itu, Kak Joune sendiri saat diwawancarai kemarin mengungkapkan dirinya menyerahkan semua pada kehendak Tuhan. Apalagi dalam konteks pelayanan, dia mempersilahkan para ketua-ketua KPR Wilayah se-GMIM yang dinilai cakap dalam pelayanan untuk dinominasikan. “Kalau sudah diusulkan masuk nominasi, sebagai KPR Wilayah, ya harus bersedia dipilih menjadi KPRS GMIM,” tuturnya. Sementara terkait kebiasaan pembentukan skenario struktur anggota komisi sebelum pemilihan, Kak Joune memastikan hal tersebut belum dipikirkan. “Tidak. Kalau soal itu kita fokus dulu di nominasi calon yang ada,” ungkapnya. Namun begitu, dia menegaskan sebagai warga GMIM yang punya kerinduan melayani Tuhan, apabila terpilih dirinya harus siap menjalankan tugas dan tanggung jawab yang diberikan. “Kalau sudah dipilih, itu sudah menjadi rencana Tuhan dalam hidup kita. Jadi kita harus dan wajib menjalankannya,” tegasnya. Senada, Kak Mika sebagai kandidat petahana menuturkan, dirinya akan terus memaksimalkan pelayanan sebagai Ketua KPRS GMIM hingga selesai periode pelayanan. Mengenai pemilihan Ketua KPRS periode 2022-2016, dipastikannya, tidak ada persiapan khusus selain tetap berdoa. Namun demikian dirinya sudah siap maju. "Saya akan maju untuk pelayanan. Selebihnya biar Tuhan yang berkehendak," tutur Pnt Michaela. Tak jauh berbeda, bagi Pnt Billy, jalan menuju pemilihan sinode adalah ajang menguji the best of the best. Kata dia, GMIM adalah gereja yang solid, serta kaya dengan budayanya. “Jadi berkompetisi dan saling mengasihi merupakan rasionalitas pemilihan GMIM,” ungkapnya. Karena tidak mungkin semua terakomodir sebab substansinya bukan soal struktur tapi memenuhi tugas pelayanan. “Berkompetisi karena tanggung jawab pelayanan dan mencari pelayan yang paling kapabel bersinhodos, bukan untuk diri sendiri dan kelompok tapi untuk semua, selamat menggunakan hak pilih kita,” ajak Kak Bilo. Jelang pemilihan KPRS GMIM periode 2022-2027, berbagai harapan diungkapkan para pelayan remaja senior GMIM. Seperti diungkapkan Pnt Selfran Wungouw, Ketua KPR Jemaat GMIM Kyros Kawiley. Dia berharap, para komisi yang terpilih memiliki kemampuan dan pemberian diri. “Punya Komitmen pelayanan. Pengalaman saya selama tiga periode pelayanan, banyak ingin ingin terpilih tetapi setelah terpilih tidak memberi diri dan menjaga komitmen. Serta harus rajin berkomunikasi,” ujar mantan Wakil Sekretaris KPRS GMIM tersebut. Menurutnya, calon Ketua KPRS GMIM nantinya diharapkan memiliki kemampuan dan kapasitas. “Benar-benar punya jiwa kepemimpinan. Setidaknya dalam bergerak punya power. Memiliki akses ke pemerintahan dan gereja. Sehingga pelayanan antara pemerintah dan gereja bisa berkesinambungan,” tukasnya.(Jendri) Editor : Clavel Lukas