MANADOPOST.ID - Pemimpin Pondok Pesantren Al Zaytun Panji Gumilang, keliru menjelaskan soal Bukit Zaitun dan Bukit Sion. Yang benar akan dijelaskan dalam artikel ini.
Kekeliruan itu disampaikan Panji Gumilang saat menyampaikan khotbah di hadapan ribuan pelajar Ponpes Al Zaytun.
Penjelasan Panji Gumilang itu diposting oleh Andy Rival di media sosial dalam bentuk video.
Di mana Panji Gumilang menceritakan soal perjalanan Bani Israel. Yang terusir dari tanahnya. Tercerai berai. Kemudian kembali ke Bukit Sion.
Di mana kekeliruan Panji Gumiang? Yaitu Panji Gumilang menyamakan Bukit Zaitun dengan Bukit Sion. Kendati kedua bukit itu berbeda.
Begini yang disampaikan Panji Gumilang. ‘’Hari demi hari, tahun demi tahun, silsilah dari pada penyerangan terhadap Yahudi dan Bani Israel tidak putus-putusnya.
Dari situ Bani Israel tidak mendapatkan ketentraman di negerinya. Terus, sampai kepada abad-abad modern setelah masehi. Inilah cita-cita dari pada orang Bani Israel bagaimana mendapatkan tempat seperti yang dijanjikan oleh kakek moyangnya baik Ibrahim, Ishak, Yakub dan sebagainya.
Terbitlah keinginan andainya aku masuk ke Bukit Sion. Bukit Sion itu adalah Bukit Zaitun. Bukit Sion adalah Bukit dimana Sulaiman Alaihissalam mendirikan Baitullah. Memang kebetulan kita punya nama Zaitun. Tapi juga tidak kebetulan karena Alquran juga menyebut Zaitun. Maka tatkala kita menyebut Zaitun, disana juga ada Bukit Sion atau Bukit Zaitun,’’ jelas Panji Gumilang.
Lanjut Gumilang, ‘’didambakan oleh Bani Israel, aku ingin pulang ke kampung halamanku. Ribuan tahun menunggu. Dalam perjalanan itulah orang Yahudi juga merindukan tempat. Maka yang pertama merindukan Zaitun itu atau Sion itu adalah Yahudi Soverdim atau Yahudi yang dibesarkan di Andalusia.
Maka di abad modern ujung daripada abad 19. Teodor Hazel menjadi orang terdepan membuat gerakan Zionisme yang tujuannya kembali kepada negaranya untuk menghimpun bangsa Yahudi yang eksodus ke mana-mana tersiksa di mana-mana.
Tahun 1947 PBB memberikan ketetapan Palestina negara yang dikuasai oleh dua suku dibagi dua. Satu orang-orang yang menamakan Arab Palestina. Satu lagi yang menamakan Israel. Israel mengambil kesempatan itu harus diterima sekalipun belum sesuai dengan kehendak kita,’’ jelas Panji Gumilang.
Memang Bukit Zaitun dan Bukit Sion adalah dua tempat di Yerusalem yang memiliki makna penting dalam konteks agama.
Tetapi keduanya merupakan tempat yang berbeda.
Bukit Zaitun dan Bukit Sion dua bukit yang bersebelahan dan berhadapan. Kedua bukit itu dibatasi oleh Lembah Kidron atau Lembah Yozafat.
Dalam agama Kristen, tempat ini memiliki signifikansi karena diyakini sebagai tempat di mana Yesus Kristus berdoa sebelum penangkapannya oleh tentara Romawi di jaman pemerintahan Pontius Pilatus (Gubernur Yudea).
Peristiwa itu terjadi di Bukit Zaitun, tepatnya di taman Getsemani. Taman Getsemani berada di Bukit Zaitun menghadap Kota Yerusalem Timur.
Bukit Zaitun juga merupakan tempat di mana Yesus naik ke surga disaksikan murid muridnya setelah kebangkitannya.
Bukit Zaitun juga tempat dimana Yesus menyuruh salah satu pengikutnya untuk mengambil seekor keledai beban. Kemudia dari Bukit Zaitun Yesus menaiki keledai tersebut turun ke lembah Kidron dan menuju Bukit Sion dan masuk ke Gerbang Timur atau Gerbang Emas, salah satu dari 12 gerbang Kota Yerusalem. Kemudian oleh penduduk Yerusalem, Yesus disambut dengan daun palem dan kain yang dialas di jalan yang akan dilalui Yesus di atas keledai. Mereka berteriak, ‘’Hosana bagi Anak Daud! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan. Hosana di tempat yang tertinggi’’.
Dalam tradisi agama Kristen, Bukit Sion memiliki hubungan dengan Yesus dan juga dianggap sebagai tempat di mana Yesus bersiarah. Karena di Bukit Sion ada ruang maha kudus dan maha suci. Yang diyakini oleh agama Abrahamik, hanya di tempat maha suci itu hadirat Allah turun ke bumi. Sehingga kalau mau berdoa kepada Allah yang disembah Abraham, harus datang ke tempat maha suci tersebut.
Di Bukit Sion juga ada Bait Suci atau Bait Allah yang digagas oleh King David dan dikerjakan atau didirikan oleh Raja Salomo (Nabi Sulaiman dalam tradisi Islam). Ruang maha kudus itu terdapat di dalam Bait Suci tersebut.
Karena di dalam ruang maha kudus itu Raja Daud menyimpan Tabut Perjanjian yang berisikan tongkat Musa dan Dua Loh Batu yang berisi 10 Perintah Allah atau 10 Hukum Taurat. Dan Tabut Perjanjian itu disimpan di ruang maha suci yang ada di dalam Bai Suci. Karena itu seluruh orang Israel dan umat Yahudi, jika sembayang kepada Tuhan Allah, selalu menghadap kiblat di Bait Suci yang berdiri di Bukit Sion tersebut.
Di pelataran Bait Suci itu juga tempat sembayang dan tempat orang Israel membawa korban persembahan kepada Allah berupa hewan korban seperti domba dan merpati.
Sehingga ketika orang Israel dan Yahudi bikin gerapak Zionisme, maksudnya mereka berkumpul dan kembali ke Bukit Sion. Karena Yahudi aminkan Mesias yang mereka nanti nantikan akan turun di Bukit Sion.
Bagi umat Islam, Bukit Sion juga ini sangat berarti. Karena umat Islam juga awalnya sembayang menghadap kiblat di Bait Suci yang ada di Bukit Sion tersebut. Karena diyakini di atas Bukit Sion ada tempat yang maha suci. Yaitu Bait Suci Salomo, tempat di mana Nabi Muhammad berpijak dan naik ke Sidratul Muntaha untuk menerima wahyu sholat 5 waktu.
Atau tempat Nabi Muhammad melakukan Isra Miraj. Naik Buraq dari Mekah dan Buraq diikat di Bait Suci tersebut. Kemudian Nabi Muhammad naik ke langit pertama ditemani Malaikan Jibril.
Di langit pertama bertemu Nabi Adam AS (manusia pertama) karena Adam AS memiliki kesamaan perjuangan dengan nabi Muhammad SAW, adam meninggalkan surga tanah airnya sedangkan Nabi Muhammad meninggalkan Mekah tanah airnya.
Di langit kedua Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Isa dan Yahya (Yohanes), mereka diperjumpakan Nabi Muhammad SAW karena merupakan nabi yang paling banyak disakiti oleh kaumnya dan mereka sabar.
Di langit ketiga bertemu dengan Nabi Yusuf As (anak Yakub). Yusuf nabi simbol kerupawanan fisik manusia dan keteguhan terhadap nilai akhlaq yang luhur. Nabi Yusuf adalah simbol separuh keindahan seluruh manusia, namun Nabi Yusuf hanya setengah keindahan dan kerupawanan nabi Muhammad Saw.
Di langit ke 4 Nabi Muhammad Saw bertemu dengan Nabi Idris AS yang diangkat derajatnya oleh Allah karena sangat memahami hikmah- hikmah Allah Swt, sehingga seluruh ahli hikmah dari nabi-nabi terdahulu berjumpa dengan nabi Muhammad Saw bertukar informasi dan bertukar pengetahuan.
Di langit ke 5 bertemu dengan Nabi Harun sang orator ulung dan ahli khutbah beliau dan rasul Muhammad Saw adalah sama sama rasul yang dikhianati orang orang munafik kaumnya sendiri.
Di Langit ke 6 bertemu dengan Nabi Musa AS adalah nabi yang juga paling besar menghadapi tantangan dari kaumnya dan paling nyata musuh besarnya. Memiliki angkatan perang, nabi musa dan Nabi Muhammad SAW, sama- sama kesatria tangguh di medan laga dan di medan dakwah.
Di Langit ketujuh bertemu dengan Nabi Ibrahim AS (Abraham), adalah peletak dasar pemersatu umat manusia di kiblat, di metode penghambaan ketauhidan dan bapak seluruh nabi. (*)
Editor : Tommy Waworundeng