Efesus 6 : 18-20
dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.
Bagi Paulus, senjata yang paling besar untuk menangkis serangan iblis adalah doa. Melalui doa kita yakin bahwa Tuhan akan memberi kita kemampuan dan kekuatan untuk menghadapi tantangan hidup yang sekarang sedang terjadi. Kita bermohon kepada Allah untuk kebaikan dan berkat juga bagi orang lain.
Namun tidak ada gunanya kita berdoa supaya Allah dapat mengatasi segala macam cobaan di dunia ini, sementara kita membiarkan diri masuk dalam pencobaan. Tidak ada gunanya kita berdoa supaya orang lain dapat bertobat, sementara kita sendiri tidak ingin hidup dalam pertobatan. Tidak ada gunanya kita berdoa supaya mereka yang ditimpa kemalangan dapat dihiburkan, dan orang-orang terlantar dikenyangkan, kecuali kita sendiri pergi menghibur yang sedih dan memberi makan yang kelaparan. Tidak ada gunanya kita orang-orang yang kita kasihi, kalau kita tetap meneruskan kebiasaan kita yang mementingkan diri sendiri dan tidak memedulikan orang lain. Kalau kita sakit dan pergi ke dokter, pasti ia akan memberi obat, memberi nasehat tentang makanan dan perawatan, menyuruh kita melatih tubuh, dsb. Kalau langkah-langkah yang dokter sarankan tidak kita taati, lebih baik kita tidak pergi memeriksakan diri ke dokter. Berdoa juga tidak berbeda dengan itu. Doa akan menjadi sesuatu yang terlihat jahat dan bukan suatu berkat, kalau doa hanya menjadi alat untuk membuat Allah melakukan apa yang kita sendiri tidak mau berusaha untuk melakukannya. Jadi sangat tepat kalimat bijak populer berkata: "doakan yang kamu kerjakan, dan kerjakan apa yang kamu doakan".
Sobat obor, kebanyakan dari kita berdoa hanya pada saat kehidupan kita tercekam oleh kesulitan. Padahal doa harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Berdoa tidak hanya untuk pementingan diri sendiri, tapi baiklah kita belajar untuk lebih banyak berdoa bagi orang lain. Paulus mengakhiri perikop ini dengan permintaan agar supaya sahabat-sahabatnya mendoakan kita, dan baiklah kita mengingat bahwa setiap orang Kristen, siapapun itu sangat memerlukan topangan doa dari setiap kita yang rela mendoakan. Amin
Baca Juga: RHK GMIM Sabtu 26 Agustus 2023, Efesus 6 : 19-20 Perkataan Yang Benar Dan Tekun Berdoa
Baca Juga: Obor GMIM Senin 21 Agustus 2023, Efesus 6 : 10-11 Lawanlah Godaan
Baca Juga: Obor GMIM Selasa 22 Agustus 2023, Efesus 6 : 12 Pertempuran Rohani
Baca Juga: Obor GMIM Rabu 23 Agustus 2023, Efesus 6 : 13-14 Perlindungan
Baca Juga: Obor GMIM Kamis 24 Agustus 2023, Efesus 6 : 15-16 Pentinganya Menjaga Iman
Baca Juga: Obor GMIM Jumat 25 Agustus 2023, Efesus 6 : 17 Pedang ROH
Editor : Aprilia Sahari