Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Pelita GMIM 10-16 September 2023, Kejadian 50 : 15-21 Allah Mereka-rekakan Kebaikan

Aprilia Sahari • Jumat, 8 September 2023 | 17:08 WIB
LOGO PKB GMIM
LOGO PKB GMIM

Bacaan Alkitab: Kejadian 50 : 15-21

Tema: "Allah Mereka-rekakan Kebaikan"

Sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi dan diberkati Tuhan!
Tema perenungan firman di minggu ini ialah "Allah Mereka-rekakan Kebaikan" berdasarkan Kitab Kejadian 50:15-21. Ungkapan bahwa "Allah mereka-rekakan kebaikan. . ." Tema perenungan firman di minggu ini ialah "AllahMereka-rekakan Kebaikan" berdasarkan Kitab Kejadian 50:15-21. Ungkapan bahwa "Allah mereka-rekakan kebaikan. . ." adalah pernyataan Yusuf sebagai wujud imannya kepada Allah, dan menjadi dasar sikap Yusuf terhadap saudara-saudaranya yang sedang dalam kegalauan. Rasa bersalah saudara-saudara Yusuf telah menghantui hati nurani mereka akibat ulah mereka sendiri yang pernah berlaku kasar bahkan berniat jahat untuk membunuh Yusuf. Mereka dulunya benar-benar tidak menyukai Yusuf karena mereka menganggap, Yakub, ayah mereka lebih mengasihi Yusuf dari pada mereka. Selain itu Yusuf beberapa kali menceritakan mimpi-mimpinya yang menggambarkanbahwa Yusuf akan menjadi seorang pemimpin/penguasa bagi saudara-saudaranya. Jika kita memeriksa lebih jauh lagi cerita tentang Yusuf, rupanya ia mulai dibenci oleh saudara-saudaranya karena Yusuf pernah melaporkan kepada ayah mereka mengenai kejahatan yang mereka lakukan (37:2c). Sebagai P/KB GMIM marilah kita hindari berbagai bentuk kejahatan atau dosa apa saja agar kita tidak dihantui oleh rasa
bersalah di sepanjang hidup kita.

Sahabat Pria/Kaum Bapa yang diberkati Tuhan!
Sekalipun Yakub telah meninggal namun ia telah mengajarkan bagaimana mengasihi dan mengampuni dan tidak menaruh dendam. Tak heran jika Yusuf menangis ketika orang
menyampaikan pesan ayahnya (ayat 17). Yusuf rupanya telah mengingat sang ayah yang begitu mengasihinya. Yusuf sama sekali tidak menaruh dendam terhadap saudara-saudaranya, karena ia tahu pembalasan adalah hak Allah. Tersirat pula keinginan Yusuf agar saudara-saudaranya lebih takut kepada Allah bukan kepadanya. Hal ini mengingatkan setiap orang tua harus mewariskan nilai-nilai iman, moral, etika dan kasih bukan hanya mewariskan harta benda kepada anak-anak kita.

Sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan!
Sadar akan kesalahan, membuat saudara-saudara Yusuf memohon pengampunan kepada Yusuf bahkan mereka rela untuk menjadi budaknya. Mereka mengharapkan belas kasihan
Yusuf padahal nasib mereka bergantung sepenuhnya pada kemurahan Allah. Kita pun demikian, janganlah kita lebih takut pada manusia dari pada Allah.

Bagi saudara-saudara Yusuf, Yusuf bisa saja melakukan pembalasan atas sikap kasar dan kejahatan yang pernah mereka lakukan terhadap dirinya. Apalagi Yakub, ayah mereka, yang selama ini tempat mereka berlindung telah meninggal. Namun kenyataannya cara pandang Yusuf berbeda dengan saudara-saudaranya. Sosok Yusuf tidaklah seperti yang dipikirkan oleh saudara-saudaranya. Yusuf adalah seorang yang takut akan Allah; hidupnya lurus dan tidak ada akar pahit di dalam hatinya, sekalipun ia telah melewati banyak kepahitan, karena itu Yusuf dalam segala hal selalu berpikir positif dan bertindak benar. Di mata Yusuf, semua perbuatan jahat saudara-saudaranya justru menjadi jalan atau cara yang dipakai Allah untuk mendatangkan kebaikan bagi bangsa yang besar, bukan hanya untuk kebaikannya sendiri. Pesan bagi kita di sini ialah ketika kita menghadapi realitas kesukaran atau masalah hidup maka kita harus tetap berpikir positif dan takut akan Allah karena boleh jadi di balik pergumulan terdapat masa depan yang penuh harapan yang dirancangkan Tuhan atas kita. Pelajaran juga bahwa ketika kita meraih kesuksesan, hal itu bukan semata-mata untuk kepentingan diri kita sendiri melainkan sebagai jalan atau cara Allah untuk menjadikan kita sebagai alat berkat-Nya bagi banyak orang.

Sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan!
Camkanlah selalu bahwa dalam hidup ini. Tuhan senantiasa turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi semua orang yang mengasihi Dia.
Oleh sebab itu marilah kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan dengan cara melakukan semua kehendak-Nya. Yesus berkata: "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku" (Yohanes 14:15). Sebagai orang Kristen kita harus pahami bahwa Allah telah berkenan menjadikan kita umat-Nya dan membuat kita beroleh belas kasihan-Nya melalui Tuhan Yesus Kristus.

Allah telah mereka-rekakan kebaikan buat kita maka sepatutnya kita pun merencanakan hal-hal yang baik; memikirkan dan mengupayakan segala kebaikan yang berlaku dalam hidup pribadi dan sesama kita. Jangan kita membalas kebaikan Tuhan dengan perbuatan-perbuatan yang menyakiti sesama. Kita tidak boleh menjadi sombong dan merendahkan orang lain. Mungkin hari ini kitalah yang beruntung, tetapi hari
esok, orang lain yang lebih beruntung dari pada kita. Untuk itu kita harus selalu rendah hati dan bertindak benar. Jadilah orang yang baik; yang suka menolong untuk kebaikan sesama. AMIN.

Pertanyaan untuk PA:
1. Apa yang saudara pahami mengenai cara Allah merekarekakan sesuatu untuk mendatangkan kebaikan, sebagaimana kisah tentang Yusuf dalam Alkitab?
2. Bagaimana respons dan tindakan nyata orang Kristen (P/KB GMIM) terhadap rancangan selamat Allah?

Editor : Aprilia Sahari
#PKB GMIM #GMIM #Pelita GMIM #Renungan GMIM