Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

RHK GMIM Minggu 10 September 2023, Kejadian 50 : 15 Kekuatiran

Aprilia Sahari • Sabtu, 9 September 2023 | 22:09 WIB
LOGO GMIM.
LOGO GMIM.

Kejadian 50 : 15

Ketika saudara-saudara Yusuf melihat, bahwa ayah mereka telah mati, berkatalah mereka: "Boleh jadi Yusuf akan mendendam kita dan membalaskan sepenuhnya kepada kita segala kejahatan yang telah kita lakukan kepadanya."

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Siapa yang tidak pernah merasa kuatir? Kekuatiran adalah hal manusiawi, oleh karena itu setiap manusia pernah merasa kuatir. Walaupun memiliki kedudukan, status sosial yang tinggi, kaya raya, tetap saja ada rasa kuatir. Rasul Paulus mengatakan kepada jemaat yang ada di Filipi: "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga ..." (Fil.4-6a). Firman Tuhan ini memberikan jaminan kepada orang percaya bahwa kekuatiran bukanlah hal yang menakutkan dalam hidup ini, karena Ia menjanjikan penyertaan dan pertolongan­-Nya kepada kita.

Kekuatiran akan masa depan setelah Yakub meninggal meliputi saudara-saudara Yusuf. Mereka teringat akan perbuatan salah yang sudah dilakukan kepada Yusuf. Mereka sangat membenci Yusuf dan bermaksud akan membunuhnya, tetapi kemudian mereka berubah pikiran dan menjualnya kepada saudagar kaya sebagai budak. Perbuatan jahat ini menghantui mereka, sehingga mereka tidak tenang dan berupaya mencari cara supaya Yusuf tidak mengingat perbuatan salah mereka kepadanya. Walaupun Yusuf sudah pernah mengatakan bahwa ia memaafkan perbuatan saudara­ saudaranya tersebut, tetapi kekuatiran itu masih ada. Pemikiran saudara-saudara Yusuf, mungkin kebaikan Yusuf karena melihat ayah mereka Yakub masih hidup. Sekarang ayah sudah mati, apakah Yusuf masih mengasihi mereka atau akan menghukum mereka.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Perbuatan salah yang oleh karena iri hati, ketamakan dan tidak mau menerima kelebihan orang lain mengakibatkan hal yang buruk dalam waktu yang panjang. Cerita Kain dan Habel, di mana setelah Kain membunuh Habel, maka darah Habel berteriak dari dalam tanah. Perbuatan pembunuhan yang dilakukan Kain terbawa terus, hal ini membuat Kain akhirnya menerima penghukuman Tuhan (Kej. 4: 10-12).

Belajar dari Firman Tuhan yang dibaca di saat ini, mengingatkan kita sebagai orangtua untuk selalu menasihati anak-anak untuk tidak melakukan perbuatan salah yang melawan hukum, seperti perampokan, pembunuhan, pemerkosaan dan lain sebagainya sebab ha! itu akan membawa dampak buruk pada pelaku maupun korban.

Perbuatan dosa akan selalu menghantui dan bisa menimbulkan rasa kekuatiran yang mendalam, jangan-jangan korban kejahatan atau keluarganya akan menuntut balas. Oleh karena itu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, lakukanlah tindakan-tindakan yang baik dan hindarilah melakukan kejahatan supaya akan ada rasa tenteram dan penuh sukacita menjalani hari-hari hidup yang Tuhan anugerahkan. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Doa: Ya Tuhan Allah, ajarilah kami untuk melakukan yang baik bagi saudara-saudara kami, supaya kami boleh membangun relasi yang baik dengan sesama don terhindar dari perbuatan yang salah, dalam nama Yesus Kristus. Amin.

Editor : Aprilia Sahari
#RHK GMIM Minggu 10 September 2023 #RHK #GMIM #Renungan GMIM