Kejadian 50 : 16-17
Sebab itu mereka menyuruh menyampaikan pesan ini kepada Yusuf: "Sebelum ayahmu mati, ia telah berpesan: Beginilah harus kamu katakan kepada Yusuf: Ampunilah kiranya kesalahan saudara-saudaramu dan dosa mereka, sebab mereka telah berbuat jahat kepadamu. Maka sekarang, ampunilah kiranya kesalahan yang dibuat hamba-hamba Allah ayahmu." Lalu menangislah Yusuf, ketika orang berkata demikian kepadanya.
Ketika seseorang merasa sangat terluka dan kecewa oleh tindakan orang lain, mungkin sulit bagi mereka untuk memaafkan kesalahan tersebut tanpa membalas dendam. Dalam kasus seperti itu, membalas dendam dapat terasa seperti cara untuk meredakan rasa sakit dan mendapatkan kepuasan. Beberapa orang menyamakan balas dendam dengan mencari keadilan, padahal keduanya tidaklah sama. Sebaliknya, jika kamu sudah melepas maaf, kamu akan mengalami ketenangan pikiran. Pengampunan dapat membuat kamu memiliki hubungan yang lebih sehat, meningkatkan kesehatan mental, mengurangi cemas, stres, dan permusuhan, menurunkan tekanan darah, meminimalisir gejala depresi, meningkatkan imun tubuh dan kesehatan jantung, serta rasa percaya diri. Seseorang yang terluka batinnya, akan sulit memaafkan pihak yang menyebabkan luka tersebut terjadi. Namun, memaafkan justru dapat menjadi penyembuh luka baton yang dirasakan.
Sobat obor. Manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan antara satu dengan yang lain untuk saling menolong, membantu, mendukung, bekerjasama dalam menjalankan aktifitas kehidupan sehari-harinya. Agama mengajarkan untuk selalu menjaga silaturahmi, senang mengunjungi teman, kerabat/saudara, orang tua, tetangga, masyarakat. Yusuf dalam kisah ini lebih memilih untuk tidak membalas kejahatan saudaranya. Nampak dalam bacaan ini ketulusan hati Yusuf terlihat jelas dengan bahasa air mata ketika mendengar pengakuan saudaranya.
Bagi beberapa orang, menangis adalah hal yang mereka lakukan untuk mengekspresikan rasa sedih, senang, ataupun terharu. Menangis membuat kita merasa lebih baik, bahkan meskipun masalah masih belum terselesaikan. Memang terkadang ada yang berkata, "maafkan saya karena menangis. Aku berusaha keras untuk tidak menangis. Itu membuat saya merasa lemah". Ketika mendengar itu kita tentu terenyuh dengan perkataan itu. Menangis dalam lingkungan kita sering diindentikkan dengan kelemahanan. Namun tidak bisa dipungkiri kita dididik untuk tidak nyaman jika anaknya menangis, serta masyarakat yang menganggap bahwa menangis menandakan kelemahan, dan bahwa orang kuat itu tidak menangis. Air mata Yusuf, adalah air mata yang telah membasuh dan menyembuhkan luka batin yang dialami. Amin.
Baca Juga: RHK GMIM Selasa 12 September 2023, Kejadian 50 : 17b Mengampuni
Baca Juga: Obor GMIM Senin 11 September 2023, Kejadian 50 : 15 Ribut - Rukun
Editor : Aprilia Sahari