Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Pelita GMIM 24-30 September 2023, Roma 5 : 1-11 Bermegah Karena Pembenaran dan Pendamaian Allah

Aprilia Sahari • Jumat, 22 September 2023 | 15:39 WIB
LOGO PKB GMIM
LOGO PKB GMIM

Bacaan Alkitab: Roma 5 : 1-11

Tema: "Bermegah Karena Pembenaran dan Pendamaian Allah"

Sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi dan diberkati Tuhan!
Bermegah karena kemampuan atau kekuatan pribadi bukanlah karakter murid Tuhan Yesus. Tetapi sebagai orang Kristen kita bermegah karena pembenaran dan pendamaian
Allah. lnilah tema perenungan firman berdasarkan kitab Roma 5:1-11. Sama seperti Abraham dibenarkan oleh Allah karena ia percaya kepada Allah maka kita dibenarkan oleh Allah karena kita percaya kepada Yesus Kristus.

Sahabat Pria/Kaum Bapa yang diberkati Tuhan!
Kepada jemaat Kristen di Roma, rasul Paulus menyampaikan pokok-pokok pemikiran teologisnya atau intisari imannya mengenai kebenaran Injil Tuhan Yesus Kristus. Saat itu Roma adalah kota terbesar di dunia, sebagai ibu kota kekaisaran Romawi yang teragung. Saat menulis suratnya ini Paulus berada di Korintus kira-kira tahun 58 Masehi, dan rupanya Paulus mempunyai strategi khusus untuk menjadikan Roma sebagai basis dan gerbang dalam rangka kerja penginjilan ke dunia barat (Eropa) yang sangat luas. Di samping itu, lewat suratnya ini maka jemaat di Roma akan mampu menyikapi kabar yang simpang siur mengenai Paulus dari orang-orang yang tidak menyukai Paulus, sehingga jemaat juga dapat memahami kemurnian ajaran Injil yang diberitakan Paulus. Terbukti di kemudian hari dalam perkembangan gereja dari masa ke masa, banyak sekali teolog dan filsuf Kristen yang dipengaruhi oleh teologi Paulus, terutama dari kitab Roma.

Sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan!
Dalam perikop bacaan kita saat ini jelas sekali dikatakan Paulus bahwa orang Kristen yang telah dibenarkan Allah karena percaya (beriman) kepada Yesus Kristus mengalami damai sejahtera dalam Allah oleh karena Kristus. Oleh Kristus orang percaya beroleh jalan masuk kepada kasih karunia sehingga kita berpengharapan akan menerima kemuliaan Allah. Perhatikanlah bahwa ada dua hal yang sangat penting di sini yaitu Allah yang membenarkan kita atau Allah sendirilah yang mau menyatakan kasih karunia-Nya kepada kita. Kemudian oleh kasih karunia itu (Yesus Kristus) yang diberikan kepada kita, kita percaya kepada-Nya yang telah mati untuk kita sebagai bukti kasih Allah kepada kita. Dengan kasih itulah kita hidup sekarang dan kita selalu mempunyai pengharapan bahwa kita akan merasakan damai sejahtera (kebahagiaan) yang diberikan Allah. Kebahagiaan itu bersifat kekal yang tidak bergantung pada hal-hal duniawi semata.

Lebih dari itu kata Paulus, orang Kristen bermegah atau tetap bersukacita ketika menghadapi penderitaan karena penderitaan justru membuat orang percaya menjadi tekun. Dari pengalaman hidupnya sebagai pengikut Kristus, ia pasti telah mengalami hal itu sehingga ia dapat mengatakannya. Ia juga mengetahui bahwa menjadi orang Kristen akan berhadapan dengan tekanan-tekanan karena kemiskinan, dukacita, ketidakadilan, dipersalahkan, dimusuhi, dan sebagainya. Namun dalam penderitaan itu, orang Kristen beroleh ketekunan (hupomone: kata Yunani ini artinya lebih dari pada kesabaran. Kata itu berarti semangat yang dapat mengalahkan dunia; tidak secara pasif menahan sabar tetapi secara aktif mengatasi godaan dan penderitaan. Orang yang berhasil di tahap ketekunan akan memiliki kemampuan tahan uji atau menjadi lebih kuat bertahan walau dengan cobaan yang lebih berat pula. Sebab itu orang yang sampai di level iman ini akan memiliki pengharapan dalam situasi apa pun dan pengharapan itu tidak pernah mengecewakan karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita melalui Roh Kudus yang berkuasa menuntun kita.

Sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan!
Menjadi semakin jelas bagi Paulus dan bagi kita bahwa seluruh proses penyelamatan, kedatangan Kristus dan kematian-Nya adalah bukti dari kasih Allah. Pengharapan yang kita pegang adalah berdasarkan pada kasih Allah itu sehingga kita dapat menghadapi penderitaan dan berbagai pencobaan di dunia ini. Jika Tuhan Yesus telah datang menyelamatkan kita dari kuasa dosa dan maut ketika hidup kita masih jauh dari pada-Nya dan hidup kita masih dalam berbagai kelemahan dan kebodohan, maka kita juga akan diselamatkan dari penghukuman kekal yang akan dinyatakan Allah. Oleh sebab itu janganlah kita sia-siakan pembenaran dan pendamaian yang dinyatakan Allah bagi kita. Hiduplah sesuai dengan ajaran dan teladan Tuhan kita Yesus Kristus. Ubahlah cara berpikir dan berperilaku yang buruk menjadi baik; tanggalkan dan tinggalkan semua dosa supaya kita betul-betul merasakan hidup damai sejahtera. AMIN.

Pertanyaan untuk PA:
1. Apa yang saudara pahami mengenai bermegah dalam pengharapan dan bermegah dalam kesengsaraan, sebagaimana yang dikatakan rasul Paulus?
2. Bagaimana cara orang Kristen dan P/KB GMIM mengaplikasikan dalam hidup sehari-hari selaku orang-orang yang telah beroleh kasih karunia Allah?

Baca Juga: Pelita GMIM 3-9 September 2023, 1 Yohanes 4 : 7-21 Mengasihi Saudara Wujud Mengasihi Allah

Baca Juga: Pelita GMIM 10-16 September 2023, Kejadian 50 : 15-21 Allah Mereka-rekakan Kebaikan

Baca Juga: Pelita GMIM 17-23 September 2023, Yesaya 55 : 1-13 Carilah Tuhan, Kamu Pasti Berhasil

Editor : Aprilia Sahari
#PKB GMIM #GMIM #Pelita GMIM #Renungan GMIM