Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Pelita GMIM 1-7 Oktober 2023, Lukas 10:25-37 Wujudkan Belas Kasihan

Clavel Lukas • Sabtu, 30 September 2023 | 10:33 WIB
LOGO PKB GMIM
LOGO PKB GMIM

Sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi dan diberkati Tuhan!

Sungguh alangkah indahnya bila kita selalu mewujudkan belas kasihan kepada setiap orang, apalagi orang yang benarbenar layak ditolong. Belas kasihan merupakan panggilan iman yang dipraktikkan oleh setiap orang percaya kapan pun dan mana saja berada. Mewujudkan belas kasihan adaiah juga bentuk pengorbanan dari setiap orang Kristen, termasuk Pria/Kaum Bapa.

Bacaan kita minggu ini terdapat dalam kitab Lukas 10:25-37 yang menceritakan orang Samaria yang murah hati. Untuk mengetahui bagaimana belas kasihan itu, dikatakan bahwa ada seorang ahli Taurat mencobai Yesus dengan mengajukan pertanyaan yang menjebak Yesus. Pertanyaannya yaitu "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal".

Yesus mengetahui otak dan pikiran yang ada pada ahli Taurat tersebut yang memang mengetahui seluk-beluk Hukum Taurat dalam Perjanjian Lama. Pertanyaan ahli Taurat ini dijawab dengan pertanyaan oleh Yesus Kristus yaitu apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kau baca di sana? Jadi ahli Taurat memang sangat memahami hukum Taurat dengan menjawab: Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenapjiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Yesus langsung membenarkan jawaban dari ahli Taurat tersebut tetapi ahli Taurat tidak berhenti bertanya lagi yaitu siapakah sesamaku manusia? Pertanyaan ahli Taurat ini dijawab Yesus dengan sebuah perumpamaan yaitu ada seorang yang turun dari

Yerusalem ke Yeriko yang jaraknya sekitar 39 kilo meter dan orang itu mengalami musibah akibat ulah para penyamun. Hartanya dirampok bahkan ia dianiaya dan dibiarkan dalam kondisi setengah mati atau tidak berdaya.

Kebetulan ada seorang imam yang lewat di jalan itu dan melihat orang yang tergeletak setengah mati namun tidak tergerak hatinya untuk menolong dan memberikan belas kasihan. Padahal ia adalah seorang imam yang tahu tentang hukum dan tahu cara menolong tetapi tidak dipraktikkannya.

Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang yang lemah itu, ia melewatinya dari seberang jalan. Seorang Lewi ini yang mengetahui tentang peribadatan dan memberikan berkat dari Tuhan kepada umat namun ia tidak memberikan pertolongan. Hatinya tertutup untuk menunjukkan belas kasihan kepada sesama manusia yang benar-benar layak dibantu.

Kemudian datanglah seorang Samaria yang dipandang berdosa oleh orang Yahudi yang sedang dalam perjalanan ketika ia melihat seorang yang sudah setengah mati itu maka tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia mau menolong orang itu. Tidak ada yang memaksa dirinya untuk menolong orang yang sedang sekarat. Ia ingin menolong atas kerelaannya sendiri. Ia tahu ia bisa menolong sesuai kemampuannya. la membalut luka orang itu dan menyiraminya dengan minyak supaya mendapatkan kesembuhan.

Bukan saja membalut lukanya namun orang Samaria ini menaikkan ke atas keledai dan membawanya ke tempat penginapan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Bahkan keesokan harinya ia juga memberikan tambahan biaya perawatan dan sewa penginapan dan berjanji akan membayar lagi bila ada kelebihan biaya perawatan. Sungguh sangat luar biasa kebaikan seorang Samaria itu.

Setelah menceritakan perumpamaan itu, Yesus bertanya kepada seorang ahli Taurat. "Menurutmu siapakah di antara ketiga orang ini yang adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu? Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya. "Kata Yesus kepadanya: Pergilah, dan perbuatlah

Demikian. Suatu perintah Tuhan Yesus kepada ahli Taurat supaya ia juga mewujudkan belas kasihan kepada sesama manusia. Sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi dan diberkati Tuhan! Orang Kristen sejatinya adalah orang yang murah suka menolong, berbuat baik tanpa pamrih; tidak pilih kasih; tidak membeda-bedakan. Sebab orang Kristen adalah pengikut Tuhan Yesus yang telah meneladankan cara hidup mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia.

Orang yang murah hati dalam perumpamaar, ini dapat menunjuk pada Tuhan Yesus Juruselamat; figur yang murah hati yang rela membalut lukaluka pelanggaran dan mau menyembuhkan penyakit dosa-dosa umat-Nya. Ia merawat dan memelihara hidup kita. Ia rela menanggung kita demi kebaikan kita. Untuk itu, marilah kita mewujudkan belas kasihan kepada siapa pun, mulai dari keluarga yang adalah alamat pertama kasih kita kepada sesama manusia. Jangan hanya kelihatan saleh/rohani tapi hati nurani tertutup untuk berbuat baik. Bantulah orang-orang yang layak untuk dibantu sesuai dengan kemampuan yang diberikan Tuhan kepada kita. AMIN.

Pertanyaan untuk PA:

1. Apa yang saudara pahami tentang mewujudkan belas kasihan menurut Lukas 10:25-37? 2. Bagaimana bentuk-bentuk mewujudkan belas kasihan sebagai anggota P/KB GMIM?

Editor : Clavel Lukas
#P/KB #GMIM #pkb #pelita