Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Obor GMIM Selasa 3 Oktober 2023, Lukas 10 : 27-28 Kasih Sejati

Aprilia Sahari • Senin, 2 Oktober 2023 | 15:07 WIB
LOGO PEMUDA GMIM.
LOGO PEMUDA GMIM.

Lukas 10 : 27-28

Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup."

NELSON Mandela, seorang presiden Afrika pertama yang berkulit hitam dipejarakan saat ia berusia 46 dengan hukuman seumur hidup. Oidalam penjara ia disiksa fisik dan batin. Sementara itu, di luar rakyat Afrika Selatan terus berjuang menghapus diskriminasi. Dimana­mana terdengar 'bunuh kulit putih'. Perjuangan rakyat Afrika baru dijawab pada tahun 1990. Setelah 27 tahun mendekam dipenjara, Nelson Mandela dibebaskan melalui sebuah perundingan. Banyak orang kulit hitam berharap padanya untuk balas dendam. Namun la berkata: "jika ada mimpi untuk Afrika selatan yang indah, jalan mewujudkannya adalah kebaikan hati dan pengampunan". Ia malah menyerukan orang kulit putih dan afrika yang berkulit hitam untuk berdamai. Katanya: "saya memimpikan sebuah afrika yang berdamai dengan dirinya sendiri". Pernyataan itu membuat para sesama pejuang kecewa. Bagi mereka, Mandela tidak mempergunakan kesempatan untuk balas dendam. Bagi Mandela, jika ingin hidup damai, bekerjasamalah dengan musuh. Maka musuh akan menjadi teman.

Kasih menuntut diri sendiri. Ketika Yesus mencanangkan hukum kasih, maka yang pertama-tama ia lakukan adalah memberlakukan itu pada diriNya sendiri. ltulah yang terjadi diatas kayu salib. Perwujudan kasihNya kepada Allah yang melebihi semua, dan kasihNya kepada manusia yang begitu besar. Kasih bukanlah mengorbankan orang lain demi kepentingan sendiri. Kasih sebalikanya, mengorbankan diri sendiri demi kepentingan orang lain. Kita mengasihi bukan "karena" (ia cantik, ganteng), atau "supaya" (anak-anak mengasihi orang tua). Kasih sejati tidak mengasihi "karena" atau "supaya". Kasih sejati mengasihi "meskipun" mereka adalah lawan-lawan kita. Yesus mengasihi meskipun kita tidak layak dikasihi, orang Samaria mengasihi meskipun ia tidak mengenal orang yang ia tolong.

Sabat obor, kasih adalah cahaya api yang menyalakan iman dan cahaya yang mengubah harapan menjadi kepastian. Kasih sungguh penting, ia mampu mengutuhkan, mempersatukan dan menyempurnakan. Jadi betapa malunya kita jika tidak saling mengasihi. Jika sebagai saudara kita hanya saling membenci. Satu dengan lainnya saling memusuhi. Hanya karena perkara kecil. Perkara yang bisa diselesaikan dengan kasih. Amin

Baca Juga: Obor GMIM 1 Oktober 2023, Lukas 10:25-37 Wujudkan Belas Kasihan

Baca Juga: Obor GMIM Senin 2 Oktober 2023, Lukas 10 : 25-26 Bukti Kasih

Editor : Aprilia Sahari
#Pemuda GMIM #Obor GMIM #GMIM #Renungan Pemuda #Renungan GMIM #Obor GMIM Selasa 3 Oktober 2023