Bacaan Alkitab : Mazmur 104 : 1-18
Tema Mingguan: "Allah Memberi Hidup Kepada Semua Ciptaan"
Ibu-ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan.
Kita bersyukur boleh merasakan pemeliharaan Tuhan dalam kehidupan kita, di tengah kita beraktifitas melaksanakan tugas kerja, pelayanan dan dalam kehidupan keluarga. Kita juga bersyukur karena Tuhan mengaruniakan kepada kita tanah Minahasa, tanah yang subur. Kita mengingat lagu "Kolam Susu" di dalamnya ada syair yang mengatakan: "Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat, kayu dan batu jadi tanaman". Artinya tanah kita begitu mudah untuk ditanami sehingga dapat membuahkan hasil yang diharapkan. Inilah karya Tuhan melalui ciptaan-Nya atas
alam ini.
Pembacaan kita warga GMIM pada sepanjang minggu yang berjalan ini dalam Mazmur 104 : 1-18, berbicara tentang alam, walaupun disajikan dalam bentuk nyanyian. Pemzmur menyanyikan mengenai Allah yang menciptakan segala sesuatu dan memelihara
hasil pekerjaan tangan-Nya. Allah tidak hanya terlibat dalam mencipta, melainkan Allah menopang dengan segala hal yang telah diciptakan-Nya karena Ia tinggal di dunia. Apa yang terus dilakukan oleh Allah di alam semesta ini mencerminkan kemuliaan-Nya. Dalam Mazmur 104 ini, Tuhan Allah disebut sebagai yang Mahabesar dan patut dipuji, disebut pula Tuhan berpakaikan keangungan dan semarak. Bahkan pemazmur menggambarkan kemuliaan Allah dalam ciptaan masing-masing dengan ciri khas berada di cakrawala, di air dan di darat. Bahwa Tuhan berselimutkan terang seperti kain yang membentangkan langit seperti tenda. Lalu kendaraan Tuhan adalah awan-awan yang bergerak di atas sayap angin. Kemudian Tuhan mendirikan kamar-kamar loteng di air. Air-air itu juga dilepas dari lembah, mengalir di antara gunung, lalu ke rurnput, hewan dan tumbuhan menikmatinya. Jadi Allah menjadikan alam dan segala makhluk untuk patuh kepada-Nya, di mana Allah mengurus semua ciptaan-Nya dengan kebaikan. Karya Allah yang mulia, dan semua makhluk tetap bergantung pada Dia yang memberi dan mengambil hidup, maka yang Mahabesar patut dipuji orang benar dan ditakuti orang berdosa.
Ibu-ibu yang dikasihi Tuhan
Segala sesuatu yang ada di atas muka bumi ini tidak terjadi secara kebetulan dan bukan sekedar rangkaian kejadian atau peristiwa, tetapi semua ada dalam kendali Tuhan, sesuai dengan kehendak dan rencana-Nya. Jagat raya dan semua yang ada di dalamnya diciptakan Tuhan dengan suatu maksud yang indah, karena Dia adalah arsitek Mahadahsyat yang tiada tandingannya dalam merancang dan mencipta. Alam semesta dan cakrawala Tuhan ciptakan dengan penuh semarak dan demikian indahnya, dan Ia pun puas melihat hasil karya-Nya itu. "Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nva itu, sungguh amatbaik." (Kejadian 1:31a). Terlebih-lebih diciptakan-Nya manusia menurut rupa gambar-Nya sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan menaruh sesuai tangan-Nya ataskita, mengukir dan membentuk kitasesuai rencana-Nya yang sempurna, sesuai dengan sifat-Nya yang Mahasempurna. Karya-karya Tuhan yang teramat dahsyat ini membuat pemazmur berdecak kagum dan terpesona (sebagaimana ayat 1). Sebagai orang percaya kita selayaknya memberikan respons secara antusias apabila menyadari betapa Tuhan telah menciptakan kita secara dahsyat dengan rancangan-rancangan yang luar biasa, dan "...tidak ada rencana-Mu yang gagal." (Ayub 42:2). Marilah jiwa kita memuji Tuhan seperti Daud, kalau kita menyadari bahwa kita diciptakan Tuhan sebagai bagian dari alam ini, dan tidak ada satu pun kejadian atau peristiwa dalam hidup ini tanpa diketahui oleh-Nya. Pergumulan berat apa yang sedang kita hadapi saat jangan pernah kecewa dan berputus asa, yakinlah bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Rencana Tuhan sangat sempurna bagi setiap orang yang mengasihi-Nya, sebab Dia sanggup melakukan segala sesuatu dan tak ada rencana-Nya yang gagal. Termasuk alam semesta ini dirancang dan diciptakan Tuhan dengan penuh kebijaksanaan.
Sebagai ibu-ibu Tuhan kita diajak untuk memelihara lingkungan hidup. Mengembangkan pola hidup bersih, tidak membuang sampah sembarangan dan mengajarkan semuanya itu kepada anak cucu kita, sebab kebersihan adalah bagian dari iman. Teknologi semakin maju, tetapi bencana alam masih terjadi. Dunia kedokteran semakin modern, tetapi semakin bermunculan penyakit baru yang belum ditemukan obatnya. Maka kita diingatkan untuk mengatur dan menggunakan alam ini secara baik dan bertanggungjawab. Jangan lagi terjadi exploitasi atas alam tanpa memikirkan dampak bagi anak, cucu dan dampaknya bagi kerusakan lingkungan hidup. Ketika Tuhan Allah menciptakan seisi dunia dengan sangat sempurna, ada langit, ada bumi, ada daratan, ada lautan, ada siang dan ada malam. Ia juga menyediakan apa yang diperlukan manusia, apa yang diperlukan hewan, tumbuhan, dan semuanya untuk saling melengkapi, dan saling membutuhkan. Maka sesungguhnya Tuhan Allah telah membuat semua ciptaan-Nya menerima kehidupan dari sang pemberi kehidupan, yaitu Tuhan Allah. Sebagai wanita kaum ibu, mari kita memberi respons dengan bersyukur selalu kepada Tuhan dan menjaga apa yang telah Tuhan ciptakan. Tuhan memberkati Firman-Nya dan terpujilah nama Tuhan. Amin
Pertanyaan Untuk Diskusi:
1. Jelaskan tentang "Allah Memberi Hidup Kepada Semua Ciptaan" menurut Mazmur 104 : 1-18?
2. Bagaimanakah kiat kita ibu-ibu dalam memelihara alam yang telah Tuhan ciptakan?
Baca Juga: Upus Ni Mama GMIM 1 - 7 Oktober 2023, : Lukas 10: 25-37 WUJUDKAN BELAS KASIHAN
Editor : Aprilia Sahari