Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Pelita GMIM 15-21 Oktober 2023, Rut 1 : 1-22 Komitmen Perempuan Asing Mengikuti Allah

Aprilia Sahari • Selasa, 10 Oktober 2023 | 10:45 WIB
LOGO PKB GMIM
LOGO PKB GMIM

Tema Bulanan: "Peran Gereja Memelopori Terwujudnya Keadilan, Perdamaian dan Kelestarian"
Tema Mingguan: "Komitmen Perempuan Asing Mengikuti Allah"
Bacaan Alkitab: Rut 1 : 1-22

Sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi dan diberkati Tuhan!
Hidup di negeri rantau tidak sepenuhnya menyenangkan dan membahagiakan. Seorang perempuan hebat, Naomi bersama suami, Elimelekh dan anak-anaknya, Mahlon dan Kilyon harus meninggalkan negeri mereka, Yehuda, kota Bethlehem dan merantau di negeri Moab. Migrasi ke Moab yang dikenal sebagai negeri asing atau tempat yang berbeda terpaksa dilakukan karena mereka harus menyelamatkan diri dari bencana kelaparan. Perantauan itu ternyata mengubah jalan hidup Naomi dan keluarganya. Di Moab, kedua anaknya kemudian menikah dengan perempuan setempat yaitu Orpa dan Rut serta hidup berinteraksi dengan lingkungan di sana. Namun kebahagiaan mereka di Moab hanya sejenak, Naomi kehilangan suami dan anak-anaknya, mereka meninggal dunia di negeri asing. Perempuan tangguh itu menjadi seorang janda dan memutuskan untuk kembali ke negeri asalnya demi melanjutkan kehidupannya.

Keputusan Naomi untuk kembali ke Yehuda sebenarnya sangat berat sebab ia telah kehilangan segalanya. Tetapi bagi Naomi, Moab bukanlah negeri masa depan, ia harus kembali ke negeri asalnya dengan segala risiko dan konsekuensinya. Kepulangannya ke Betlehem ternyata membawa perubahan besar bagi hidupnya serta generasi selanjutnya. Salah seorang menantunya, Rut menunjukkan kesetiaannya untuk hidup bersamanya di Betlehem. Naomi tidak tega untuk memisahkan Rut dengan tanah airnya, tetapi Rut tetap pada prinsipnya untuk melanjutkan kehidupannya bersama dengan mertuanya di tanah Yehuda. "...kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam:
bangsamulah bangsaku dan Allahmu Allahku; di mana engkau mati, aku pun mati di sana dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya Tuhan menghukum aku, bahkan lebih daripada itu, jikalau sesuatu apa pun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!" (ayat 16-17).

Sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi dan diberkati Tuhan!
Perikop ini menggambarkan pemahaman utuh seorang perempuan asing yang bernama Rut tentang Allah bangsa Israel yang diyakini dan disembah Naomi beserta seluruh
keluarganya. Bagi Rut, kesetiaan kepada Naomi adalah kesetiaan tanpa batas dan melampaui hubungan kemanusiaan semata. Komitmen hidup berkeluarga dengan mendiang
suaminya merupakan komitmen paripurna untuk hidup percaya dan mengikuti Allah. Bagi Rut, hidup bersama Naomi dan percaya kepada Tuhan Allah adalah pilihan yang paling tepat sehingga tidak ada keraguan sedikitpun darinya untuk melanjutkan kehidupannya di Betlehem. Atas keyakinan iman itulah membuat Rut optimistis menjalani hidupnya. Dan benar bahwa Allah kemudian memakainya untuk menjadi berkat bagi bangsa Israel serta kaum keturunannya.

Sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi dan diberkati Tuhan!
Kisah perjuangan dua orang perempuan hebat, Naomi dan Rut menjadi refleksi iman bagi kita sebagai Pria/Kaum Bapa yang hidup di era yang penuh tantangan saat ini. Hidup sebagai orang asing dapat berwujud dalam bentuk apapun, apakah kita bekerja di daerah atau negara lain, ataukah tantangan lainnya yang membuat kita asing di tempat kerja atau lingkungan keseharian kita masing-masing. Saat ini semakin banyak rekan-rekan kita yang mengadu nasib di daerah tetangga seperti Halmahera, Maluku Utara dan Sulawesi Tengah, ataupun di daerah-daerah dan negara-negara lain. Belajar dari seorang perempuan, Rut, ada tantangan besar, bagaimana orang percaya tetap memegang komitmennya untuk mengikuti Allah. Di tempat kita hidup dan bekerja sehari-hari memiliki tantangan yang luar biasa sehingga dibutuhkan kesetiaan yang utuh yang tidak hanya tertuju pada pekerjaan kita, tetapi menjadikan hidup kita sebagai komitmen utuh bersama Tuhan. Tidak ada sedikitpun keraguan, tetapi justru hidup penuh optimisme, penuh keyakinan bahwa Tuhan Allah tidak membiarkan umatnya, siapapun kita, seorang asing sekali pun, Tuhan tetap setia dan menjaga kita. AMIN.

Pertanyaan untuk PA:
1. Apa yang dapat kita pelajari dari kesetiaan seorang perempuan asing kepada Tuhan Allah?
2. Bagaimana sikap kita sebagai gereja terhadap pelayanan kepada para pekerja migran, misalnya anggota P/KB yang bekerja di luar daerah atau negeri?
3. Program-program apakah yang dapat dilakukan P/KB untuk menekan arus migrasi ke luar daerah dan membangun daerah dengan penuh optimisme?

Baca Juga: Pelita GMIM 1-7 Oktober 2023, Lukas 10:25-37 Wujudkan Belas Kasihan

Baca Juga: Pelita GMIM 8-14 Oktober 2023, Mazmur 104 : 1-18 Allah Memberi Hidup Kepada Semua Ciptaan

Editor : Aprilia Sahari
#PKB GMIM #GMIM #Pelita GMIM #Renungan GMIM