Tema Mingguan: "Jadilah Penyambung Lidah Allah"
Bacaan Alkitab: Amos 3 : 1-8
Wanita/Kaum Ibu Yang Dikasihi Tuhan
Lidah adalah salah satu panca indera yang memiliki fungsi sebagai 1. Alat pengecap, 2. Membantu mengunyah makanan, 3. Membantu untuk menelan, 4. Membantu untuk mengisap, 5. Membantu untuk menyentuh, 6. Melindungi mulut dari kuman dan
7. Membantu kita untuk berkomunikasi. Sebagai alat yang membantu kita berkomunikasi, maka kita diingatkan untuk hati-hati menggunakan lidah. Mengapa? Karena dengan lidah kita bisa mendamaikan, mempersatukan dan membuat orang tersenyum, tapi di lain waktu, lidah dapat memperkatakan hal yang sia-sia, menyakiti, membunuh dan membuat orang menangis.
Amos 3:1-8 bicara juga tentang lidah. LAI memberi judul: Nabi sebagai penyambung lidah Allah. Dan tema ibadah kita berdasarkan bacaan Alkitab ini adalah "Jadilah Penyambung Lidah Allah". Sebuah kalimat perintah yang harus dikerjakan oleh Nabi Amos dan kita semua selaku Wanita/ Kaum Ibu GMIM. Kita tidak hanya jadi tiang doa tapi juga pemberita yang memproklamasikan Firman Allah. Dalam Injil Yohanes 20:17b dicatat tentang perintah Yesus setelah Ia bangkit dari kematian dan menampakkan diri kepada Maria Magdalena: "Pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang, Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allainnu". Maria Magdalena yang adalah seorang wanita, disuruh untuk pergi dan menceritakan hal-hal besar itu dan Maria tidak tinggal diam, tapi pergi bahkan berlari menjawab perintah Yesus, sang Rabbi. Bagaimana dengan kita? Apa yang harus dikerjakan? Mari kita belajar dari sang Nabi Amos.
Amos bukanlah seorang profesional yang menjadi anggota perkumpulan nabi, tapi Amos adalah seorang petemak domba dan pemungut buah ara dari Tekoa, sebuah daerah perbukitan Yudea di Selatan Yerusalem yang merupakan bagian pemerintahan Yehuda (Kerajaan Israel Selatan). Amos tercatat sebagai warga negara Kerajaan Israel Selatan (Yehuda), yang kemudian dipanggil dan diutus Allah untuk menyampaikan nubuatan penghukuman kepada 10 suku di Kerajaan Israel Utara. Ditilik dari pekerjaannya, Amos bukan orang penting, tapi Allah menjadikan Amos penting di mata-Nya untuk menyatakan kepentingan Allah bagi umat kepunyaan-Nya. Amos dipilih dan diutus sebagai penyambung lidah Allah dalam rangka mengingatkan dosa yang Israel lakukan. Di pasal 2:6-8 disebutkan kejahatan yang dilakukan Israel yaitu: mereka telah menjual orang benar karena uang, orang miskin karena sepasang kasut, menginjak-injak orang lemah, membelokkan jalan orang sengsara, melakukan hubungan seksual yang tidak pantas dan menghina Allah. Kemapanan dari sisi ekonomi yang dihasilkan, kaum kaya semakin berlomba dalam kerakusan dan ketamakan sedangkan saudara mereka yang lemah semakin tertindas, menjadikan umat Israel buta dan tumpul untuk mengerti dan melaksanakan kehendak Allah. Akibat dari pada itu, bangsa-bangsa sekitar mereka yang memiliki hubungan bilateral dan saling menguntungkan kena imbasnya. Di pasal 1 - 2 disebutkan ada 6 bangsa termasuk Kerajaan Israel Selatan (Yehuda) dihukum Tuhan. Lalu mengapa berita penghukuman ini harus disampaikan oleh nabi Amos? Di ayat 2 bacaan kita menyebutkan alasannya yaitu "Hanya kamu yang kukenal dari segala kaum di muka bumi Betapa penting dan istimewanya mereka.
Keistimewaan itu pun bukan karena mereka baik, tapi karena inisiatif Allah semata yang memilih, membebaskan dari perbudakan di Mesir, menuntun di perjalanan pada gurun dan membawa masuk ke tanah perjanjian yang berlimpah susu dan madunya. Itulah yang digambarkan dalam perikop ini, tapi sayang keistimewaan yang diberikan Allah itu tidak dihargai, malahan mereka menjadi fasik, bodoh dan tumpul dalam hidup percayanya.
Allah pun memilih dan mengutus Amos untuk menyatakan kesalahan mereka dan penghukuman yang akan diberikan Allah (lihat ay.2). Tetapi menjadi pertanyaan buat kita: Apakah orang seperti Amos yang biasa-biasa saja dan tidak terpandang, bisa dengan segera diterima oleh umat Israel di Utara dan mendengar berita yang disampaikannya? Jawabnya belum tentu, sebab pasti ada reaksi yang kemudian berkata: sapa so ngana kong sok kase nasehat pa torang? Dari mana ngana, bakaca kua! Tapi saudara, Amos terus melangkah untuk mengerjakan pekerjaan Allah, menjadi penyambung lidah-Nya. Amos lebih taat dan takut pada Allah dari pada taat dan takut pada manusia. Amos pun membuktikan kehadiran dirinya dengan mengatakan bahwa ia diutus Tuhan. (lihat ayat 7).
Wanita/ Kaum Ibu Yang Dikasihi Tuhan.
Bukankah kondisi-kondisi seperti itu juga terjadi di zaman sekarang? Keberhasilan dan kesuksesan, sering membuat kita tumpul dalam iman. Banyak orang jadi lupa diri dan lupa bersyukur. Kekristenan kita sering menjadi kabur oleh gemerlap dunia ini. Hidup di dalam dosa sering dianggap bukan masalah. Cinta akan hikmat dunia lebih besar dari pada cinta akan hikmat Allah. Di tengah kesesatan seperti ini, Allah menyatakan kebaikan-Nya melalui Yesus Kristus untuk mencari dan menyelamatkan kita. Sebagai Wanita/ Kaum Ibu GMIM, mari kita hayati dan laksanakan setiap kata dari lagu "Mars Wanita Gereja" dan "Ibu-lbu Tuhan".
Siapa pun kita dan bagaimana pun keadaannya, jadilah penyambung lidah Allah. Kita adalah orang-orang yang istimewa di mata-Nya. Kita dikenal-Nya dan tak ada rahasia yang tersembunyi dan dapat disembunyikan dari pandangan mata-Nya. Sebagai yang dikenal dan diistimewakan, maka kita memiliki tanggungjawab serta konsekuensi dalam menjalani hidup anugerah-Nya. Jalanilah, nikmatilah dan maknailah hidup ini dengan pekerjaan-pekerjaan baik yang dikehendaki Tuhan. Sebagaimana Maria Magdalena taat pada perintah Tuhan Yesus untuk pergi dan saksikan maka demikian juga kita WKI GMIM, pergi dan jadilah penyambung lidah Allah. Amin.
Pertanyaan untuk Diskusi :
1. Bagaimana melakukan tugas sebagai penyambung lidah Allah menurut Amos 3:1-8?
2. Dalam hal seperti apa yang membuat kekristenan kita jadi tumpul? Apa komitmenmu?
Baca Juga: Upus Ni Mama GMIM 1 - 7 Oktober 2023, : Lukas 10: 25-37 WUJUDKAN BELAS KASIHAN
Baca Juga: Upus Ni Mama GMIM 8-14 Oktober 2023, Mazmur 104 : 1-18 Allah Memberi Hidup Kepada Semua Ciptaan
Baca Juga: Upus Ni Mama GMIM 15-21 Oktober 2023, Rut 1 : 1-22 Komitmen Perempuan Asing Mengikuti Allah
Baca Juga: Upus Ni Mama GMIM 22-28 Oktober 2023, 1 Korintus 12 : 12-31 Saling Menghormati Sebagai Satu Tubuh
Editor : Aprilia Sahari