Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Upus Ni Mama GMIM 5-11 November 2023, Galatia 2 : 15-21 Hidup Berkenan Oleh Iman

Aprilia Sahari • Selasa, 31 Oktober 2023 | 16:11 WIB
LOGO WKI GMIM
LOGO WKI GMIM

Tema Mingguan: "Hidup Berkenan Oleh Iman"
Bacaan Alkitab: Galatia 2 : 15-21

Wanita/ Kaum Ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan
Hidup manusia di dunia ini mengalami berbagai situasi dan kondisi. Perubahan hidup sangat cepat dan memengaruhi berbagai segi kehidupan manusia. Ada orang yang semakin bertekun di dalam Tuhan, taat dan setia namun semakin banyak yang menyimpang dari kebenaran dengan hidup sesuka hati. Kehilangan kepedulian terhadap masa depan, terhadap keluarga, sesama termasuk alam semesta. Semakin nampak orang yang suka membenarkan diri dan dengan mudahnya menyalakan orang lain. Hukum dan ketetapan Tuhan semakin dilanggar apalagi hukum dan peraturan dalam berbangsa dan bemegara. Manusia semakin egosentris, individualistis dan materialistis di mana segala sesuatu diukur dari keuntungan bagi diri sendiri. Tidak perduli yang lain rugi, menderita, terpuruk, bahkan mati yang penting kita enjoy, happy dan sukses. Nurani semakin terpinggirkan.

Wanita/ Kaum Ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan
Menyikapi situasi ini Firman mengingatkan kita sebagai Wanita Kaum Ibu kristen, bagaimana harus menempatkan diri di kanca dunia ini? Sebab tidak dapat disangkal banyak perempuan Kristen, wanita kaum ibu, istri mama yang kekasih yang tidak lagi hidup dalam kebenaran, menyimpang di jalan yang salah tapi merasa bahwa yang ia lakukan adalah perjuangan untuk keluarganya. Melalui bacaan ini rasul Paulus mau menasehati jemaat yang ada di Galatia, bagaimana mereka harus hidup sebagai orang percaya di tengah situasi yang penuh tantangan. Bagaimana iman kristen harus hidup dalam pergumulan. Bagaimana kekristenan semakin merambat saat dihambat. Rasul Paulus memberi pemahaman yang benar tentang keimanan jemaat yang harus sesuai dengan kebenaran Kristus. Orang percaya di Galatia yang semula adalah orang Yahudi yang bertekun dalam mengerjakan Hukum Taurat, diingatkan bahwa mereka tidak lagi hidup di bawah Hukum Taurat karena Kristus datang membenarkan manusia oleh diri-Nya melalui iman kepada-Nya dan bukan karena melakukan hukum taurat. Kematian dan kebangkitan Kristus dari antara orang mati menjadi yang utama untuk diimani dan memberi perubahan terhadap pemahaman sebelumnya yang meyakini bahwa melakukan hukum Taurat mendatangkan keselamatan. Tapi perubahan mendasar dikerjakan Tuhan Yesus bahwa di dalam Dialah keselamatan itu. Bukan lagi manusia dibenarkan karena melakukan hukum taurat tetapi manusia dibenarkan karena melakukan kehendak Yesus, dibenarkan dalam iman kepada Tuhan Yesus. Manusia telah ditebus oleh Yesus Kristus melalui pengorbanan-Nya di kayu salib. Ia memberi diri-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. Ia rela menderita ganti kita manusia karena kasih-Nya. Ini suatu kasih karunia yang luar biasa. Orang kristen asal Yahudi diberi pengajaran supaya mereka meyakini bahwa mereka telah diselamatkan dan dibenarkan oleh Yesus Kristus dalam iman kepada-Nya dan bukan karena hukum Taurat.

Melalui pemahaman ini kita juga diingatkan bahwa kita telah diselamatkan oleh pengorbanan Tuhan Yesus, karena itu hidup kita harus dituntun oleh kehendak-Nya dengan taat melakukan Firman-Nya. Jangan sia-siakan pengorbanan Kristus bagi manusia tetapi bagaimana hidup kita sebagai wanita kaum ibu harus semakin jadi berkat. Kita yang telah diselamatkan oleh Tuhan Yesus, kita yang telah ditebus dengan darah-Nya, kita yang ielah dibenarkan-Nya, harus hidup kudus sesuai rencana Tuhan. Apa yang benar yang berkenan kepada Tuhan harus menjadi buah keimanan kita. Hidup dibenarkan oleh iman. Karena itu tunjukkan buah iman dalam keseharian, di tengah pekerjaan, pelayanan, rumah tangga dan di manapun kita ada.

Wanita/Kaum Ibu yang dikasihi Tuhan.
Era sekarang, kehidupan keimanan kita semakin ditantang dengan tipu daya dosa. Kita sering diperdaya oleh dosa. Tidak dapat bertahan dalam iman karena berbagai alasan. Ada yang mengabaikan keimanannya demi harta, ingin tampil keren, mewah dan wah tanpa peduli untuk hidup dalam iman. Kebutuhan hidup yang harus dipenuhi, tuntutan hidup yang mendesak bahkan keinginan duniawi yang menguasai dan menjerumuskan banyak perempuan kristen termasuk istri dan mama, kepada hal-hal yang tidak sepatutnya. Ada yang meninggalkan tanggungjawab sebagai ibu rumah tangga, suami ditinggalkan, anak ditinggalkan untuk mengejar mimpi dan kesenangannya. Ada yang sengaja merusak rumah tangga orang lain dan tidak peduli perasaan sesama perempuan. Tidak jujur pada suami, kehilangan kasih sayang dalam mendidik dan membesarkan anak-anak serta tidak bijaksana mengatur rumah tangga. Wanita/ Kaum Ibu yang malam beribadah tapi senang bergosip, sana sini menyebar fitnah dan kebencian, menjadi profokator yang mengompori keadaan sehingga bukannya mendamaikan tapi mengacaubalaukan. Bahkan ada ibu-ibu yang turut membawa senjata tajam ketika tawuran terjadi, memanas-manasi keadaan sehingga situasi makin sulit didamaikan.

Sekalipun demikian masih sangat banyak didapati Wanita/Kaum Ibu pekerja keras, cinta damai, rela berkorban untuk kepentingan banyak orang. Wanita kaum ibu yang jadi pejuang keluarga, memberi diri bahkan berkorban bagi keluarga, cinta suami dan anak cucu, menjadi kebanggaan dan menjadi berkat. Kita telah dibenarkan oleh iman kepada Yesus Kristus, maka kiranya kita hidup dalam ketaatan kepada Tuhan. Apa yang baik, benar, terpuji yang berkenan kepada Tuhan, kerjakanlah terus. Menjadi orang kristen yang setia banyak tantangannya tapi jauh lebih banyak berkat-Nya. Tuhan menolong dan memberkati kita. Amin.

Pertanyaan Untuk Diskusi:
1. Mengapa Rasul Paulus menekankan tentang "hidup yang dibenarkan karena iman?"
2. Bagaimana kita sebagai wanita gereja merespons keselamatan Yesus Kristus melalui buah-buah iman?

Editor : Aprilia Sahari
#Upus Ni Mama GMIM #WKI GMIM #GMIM #Renungan GMIM