Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Renungan Lansia GMIM 5-11 November 2023, Galatia 2 : 15-21 Hidup Dibenarkan Oleh Iman

Aprilia Sahari • Rabu, 1 November 2023 | 11:17 WIB
LOGO GMIM.
LOGO GMIM.

Tema Mingguan: "Hidup Dibenarkan Oleh Iman"
Bacaan Alkitab: Galatia 2 : 15-21

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Masih banyak orang Kristen memahami untuk mendapatkan kehidupan yang benar di hadapan Tuhan Allah yaitu dengan melakukan banyak kebaikan. Seperti rajin beribadah, memberi persembahan, berdiakonia kepada sesama manusia. Tidak jarang orang Kristen berlomba-lomba melakukan hal- hal yang baik dengan harapan mendapatkan ketenaran dan kebenaran yang sesungguhnya. Melakukan banyak kebaikan untuk Tuhan Allah dan sesama tidaklah salah. Namun untuk mendapatkan hidup yang benar hanya melalui anugerah Tuhan Yesus Kristus. Karena itu tema perenungan kita ialah " Hidup dibenarkan oleh Iman".

Pembacaan surat Galatia 2:15-21 Rasul Paulus hendak menjelaskan kepada orang non Yahudi di Galatia tentang kehidupan yang benar bukan karena melakukan Hukum
Taurat atau perbuatan amal. Ia memberi tahu kepada jemaat tentang pengajaran yang bertentangan dengan Injil yang diberitakan. Orang-orang yahudi hendak mempengaruhi
jemaat supaya mengikuti ajaran tentang Taurat. Surat Galatia ditulis oleh Rasul Paulus sekitar tahun 53- 56 untuk meyakinkan jemaat yang telah menerima Injil sebab ada gerakan perlawanan dari orang- orang Yahudi kepada Paulus dan Rasul-Rasul yang lain tentang apa yang mereka beritakan.

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Rasul Paulus adalah orang Yahudi yang sebelum bertobat sangat fanatik tentang ajaran Hukum Taurat dan ketika menjadi pengikut Kristus sangat taat dan setia memberitakan Injil Yesus Kristus. Orang Yahudi menganggap mereka keturunan Abraham dan mewarisi keselamatan dibandingkan dengan bangsa- bangsa lain (ayat 15). Menurut Rasul Paulus hal keselamatan bukan hanya milik orang Yahudi tetapi setiap orang berdosa yang mau bertobat dan berimankan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Inilah dasar keyakinan imannya bahwa Yesus Kristus yang mati dan bangkit supaya orang yang percaya dibenarkan karena Iman dan bukan melakukan tuntutan Hukum Taurat. (ayat 16). Memang Rasul Paulus dan Rasul yang lain meyakini bahwa sebagai orang berdosa mereka dibenarkan dalam Yesus Kristus, tetapi bukan berarti Yesus Kristus adalah pelayan orang berdosa ? Sekali- kali tidak (ayat 17) Rasul Paulus hendak merombak pemahaman tentang Hukum Taurat.

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Berita tnjii yang mereka sampaikan adlah keselamatan hanya melalui Yesus Kristus. Jika ia mau membangun apa yang telah ia rombak itu artinya ia melanggar Hukum Taurat (ayat 18). Olehnya ia menyatakan telah mati oleh Hukum Taurat supaya ia hidup untuk Tuhan Allah. Artinya ia telah meninggalkan kepercayaan yang lama karena ia telah turut disalibkan dengan Yesus kristus. Hal ini tidak berarti ia telah seperti yang dijalani oleh Yesus Kristus. Tetapi melalui penyaliban Yesus Kristus dosanya telah ikut tersalib di dalam salib dan kematian Yesus Kristus (ayat 19). Selanjutnya melaiui kematian dan kebangkitan yesus Kristus ia memperoleh kehidupan.Tetapi bukan lagi dia sendiri yang hidup melainkan Yesus Kristus yang hidup di dalamnya dan hidup yang ia hidupi sekarang di dalam dagingnya adalah hidup oleh Iman dalam Anak Allah yaitu Yesus Kristus yang telah mengasihi dia dan menyerahkan diri-Nya (ayat 20). Rasul Paulus menyatakan ia tidak menolak kasih karunia Tuhan Allah sebab sekiranya ada kebenaran oleh Hukum Taurat maka tentu sia- sialah kematian Kristus (ayat 21).

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Sering manusia mencari kebenaran menurut pemahamannya sendiri dan bukan berdasarkan pada Firman Tuhan. Contoh melakukan baptis ulang karena dianggap baptisan sebelumnya salah Memberi persembahan sebanyak-banyaknya dengan harapan Tuhan Allah membalasnya lebih banyak lagi dan beri keselamatan. Pergi beribadah ke berbagai denominasi gereja atau kelompok-kelompok doa dengan harapan dapat mempengaruhi Tuhan Allah untuk mendapatkan belas kasih-Nya. Rajin beribadah, memberi persembahan terbaik dan melakukan kebaikan kepada sesama perbuatan yang baik dan benar. Namun itu bukanlah membeli atau memperoleh kebenaran dan keselamatan. Berbuat baik dan memberi persembahan yang terbaik adalah ucapan syukur atas keselamatan yang telah dianugerahkan Tuhan Allah melalui Yesus Kristus. Sebab kalau hal ini menjadi ukuran orang yang tidak beriman kepada Yesus Kristus dapat juga melakukan hal yang sama.

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Firman Tuhan mengajarkan kepada kita bahwa Tuhan Allah di dalam Yesus Kristus telah lebih dahulu mengasihi dan memberikan nyawa-Nya untuk menjadi tebusan bagi manusia yang berdosa yang tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Dasar kasih dan anugerah keselamatan inilah maka kita sebagai orang-orang yang ditebus mengucap syukur untuk beribadah dan melakukan segala yang telah diperintahkan sesuai Firman Tuhan dalam Alkitab. Hal yang sangat penting diingatkan kepada kita seperti yang difirmankan dalam pembacaan Surat Galatia 2:15-21. Tidak seorangpun yang dibenarkan karena melakukan Hukum Taurat, tetapi hanya oleh iman dalam Yesus Kristus. Artinya percaya dan meyakini Dia sebagat Tuhan dan Juruselamat serta melakukan segala Firman-Nya adalah satu-satunya jalan.

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Seperti jemaat Galatia di masa lampau menghadapi ajaran yang bertentangan dengan Injil Yesus Kristus, gereja di era teknologi digital tidak luput juga dengan tantangan seperti sekularisme atau penduniawian atau ateis sehingga banyak orang Kristen mengabaikan kegiatan Persekutuan, Kesaksian dan Pelayanan. Gereja juga sedang diperhadapkan dengan masalah kerusakan lingkungan hidup, perubahan iklim, krisis ekonomi atau kerawanan pangan, kurang gizi atau stanting dan banyaknya kejahatan. Karena itu selaku gereja di dalamnya kita, LANSIA, marilah untuk terus memperlengkapi anak, cucu, cece selaku gereja masa depan untuk terus mengasihi Yesus Kristus, sesama manusia dan tidak akan meninggalkan gereja apapun tekanan sebab kita telah dibenarkan dan diselamatkan meIalui pengorbanan Tuhan Yesus Kristus. Amin.

Editor : Aprilia Sahari
#Lansia GMIM #GMIM #Renungan GMIM