Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Khotbah GMIM 12 - 18 November, Markus 2:1-12, Orang Percaya, Duta Penyembuhan Holistik

Clavel Lukas • Sabtu, 11 November 2023 | 21:26 WIB

 

Pdt Djolly Sondakh
Pdt Djolly Sondakh

Saudara-saudara yang terkasih dalam Yesus

Injil Markus ditulis sekitar tahun 60-70 M, bertujuan untuk meneguhkan iman jemaat di tengah penderitaan. Injil ini memberi gambaran bahwa pembacanya sedang ditindas karena iman kepada Kristus (Mark 8:34-38; 10:33-35; 13:8-13). Berita tentang pelayanan Yesus dimaksudkan agar jemaat memiliki keyakinan bahwa Yesus memiliki kuasa menjawab harapan mereka.  

Markus juga mencatat bahwa kehadiran dan pelayanan Yesus ditentang dan ditolak secara masif oleh berbagai kalangan terutama oleh ahli taurat, masih banyak orang meragukan kuasa yang dimiliki-Nya. jawaban atas keraguan ini digambarkan secara detil oleh Markus bahkan Injil sinoptik lainnya dengan bagaimana Yesus melakukan berbagai Mujizat yang tidak bisa dilakukan oleh siapapun pada masa itu, bahkan sampai kini. Di sini proklamasi iman menggema bahwa Yesus benar-benar Anak Allah yang memiliki kuasa Ajaib.

Markus 2:1-12 mengisahkan pelayanan Yesus di Kapernaum. Kedatangan-Nya kembali di daerah ini begitu menarik perhatian, membuat rumah yang dikunjungi begitu sesak sampai di luar. Markus memberi penekanan kisah penyembuhan orang lumpuh. Kisah penyembuhan ini memberi cara pandang baru bagi orang Yahudi dan non Yahudi bahkan kekristenan mula-mula di wilayah pemerintahan Romawi yang teraniaya.

Ia menginginkan murid-murid-Nya dan semua pengikut-Nya menjadi duta iman menyampaikan berita ini. Rekam jejak perbuatan ajaib Allah dalam diri Yesus harus menjadi pesan yang menguatkan agar mereka tidak kuatir dengan penderitaan dunia yang dihadapi. Yesus melihat kebutuhan mendesak dari para pengikutnya bukanlah pembebasan dari derita fisik, bukan juga karena kekaisaran Romawi yang kejam (Nero), tetapi pembebasan karena dosa, inilah misi urgensif yang segera dan harus dikerjakan oleh-Nya.

Saudara-saudara yang terkasih dalam Yesus

Karena itu dalam teks Markus 2 1-12 dapat dimengerti kenapa Yesus memulai metode penyembuhan dengan cara unik dan berbeda dengan tabib umumnya. Ia menyapa orang lumpuh yang digotong empat saudaranya “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni” (2:5) ini menjelaskan bahwa si lumpuh sedang terikat oleh kuasa dosa. Perlu digarisbawahi Yesus menyapa dia sebagai anak yang dikasihi-Nya seperti hubungan orang tua dan anak.

Itulah kasih Bapa, menjamin keselamatan bagi anak-anak-Nya. lazimnya pemulihan menjadi sulit dan rumit karena ada terapi medis dengan obat yang dikonsumsi. Tetapi Yesus berbeda Ia mendasari pemulihan-Nya dengan tindakan kasih, tepatnya kasih yang mengampuni. Mengampuni dalam cerita Injil Markus adalah tindakan penyembuhan tetapi secara keseluruhan defenisi Alkitab tentang mengampuni adalah tindakan penyelamatan yang hanya bisa dikerjakan oleh Yesus.

Saudara-saudara yang terkasih dalam Yesus

Mengampuni dosa jauh lebih penting daripada menyembuhkan penyakit. Banyak orang bisa menyembuhkan penyakit, namun hanya Yesus yang diberi kuasa/mandat untuk mengampuni dosa. Dunia apalagi manusia tidak memiliki obat untuk pulih dari dosa, karena memang dosa adalah “jenis penyakit” yang tidak bisa disembuhkan oleh siapapun selain DIA Sang Tabib. Tabib yang Ajaib mendiagnosa secara tepat bahwa derita badani seringkali disebabkan oleh sakit rohani.

Yesus tidak langsung menyembuhkan  sakit fisiknya, tetapi memberi prioritas pada kesembuhan rohani dengan cara mengampuni dosa. Apa artinya kesembuhan fisik, jika kerohaniannya tetap lumpuh dan sakit. Yesus tidak hanya memulihkan tetapi menyelipkan pengajaran-Nya yang berharga bahwa lumpuh rohani jauh lebih berbahaya dan mematikan ketimbang kelumpuhan fisik.

Ia tertarik dengan iman yang begitu dalam dari rombongan yang membawa orang lumpuh tersebut. Niat yang kuat ingin menjumpai Yesus, bukan hanya tanda simpatik bagi sahabat yang lumpuh, namun mereka tahu bahwa Yesus sanggup memulihkan sang sahabat. Dalam teks ini terkandung gagasan teologi yang kuat dengan pesan bahwa Yesus memiliki kuasa mendemonstrasikan pengampunan dosa bagi manusia (2:10.), Dia-lah Yesus Kristus, Anak Allah pembawa kelepasan bagi seluruh manusia.

 

Saudara-saudara yang terkasih dalam Yesus

Lihatlah kuasa yang dimiliki oleh Tuhan Yesus; Ia sanggup memulihkan penyakit rohani dan penyakit jasmini sekaligus. Ia adalah pribadi yang berkuasa, membuat mujizat yang besar, memulihkan dan menyembuhkan secara total kehidupan manusia. Ia adalah teladan dari model penyembuhan yang holistik. Jika resep medis hanya bisa berdampak secara fisik, tetapi langkah pemulihan yang ditawarkan

Yesus bersifat paripurna, menembus semua aspek dari hidup manusia tanpa terkecuali. Di saat umat manusia sedang mengalami pergumulan atau sakit, karena ketidakadilan sosial, menjadi korban dampak negatif IPTEK, korban politik yang tidak sehat, korban keganasan dalam perang antar bangsa, memanasnya atmosfir bumi karena pencemaran lingkungan, rusaknya moral etik manusia yang melakukan tindakan-tindakan melawan dan memunculkan penyakit-penyakit sosial, di sinilah “peran gereja yang menyembuhkan” amat diharapkan. Gereja atau tepatnya orang percaya adalah duta yang mengabarkan Injil Yesus Kristus, bahwa di dalam DIA-lah sumber kesembuhan yang holistik dari seluruh penyakit di dunia ini dapat diwujudkan.

Saudara-saudara yang terkasih dalam Yesus

Kisah pemulihan orang lumpuh adalah segelintir dari mujizat yang dilakukan oleh Yesus dalam pelayanan-Nya. Tuhan Yesus begitu peduli dengan mereka yang mengalami derita fisik, mereka yang menderita karena berbagai penyakit, bahkan mereka yang oleh imannya teraniaya. Ia menunjukkan kehadiran di setiap pergumulan manusia, dengan setia menolong siapapun agar mereka mengalami pembaharuan, pertobatan dan mengalami keselamatan.

Bukan hanya pemulihan bahkan seluruh pelayanan dan keselamatan yang dikerjakan benar-benar holistik bagi manusia dan dunia. Para penulis Injil begitu gigih menyampakan berita ini, bahkan mereka rela menerima konsekwensinya. Karena itu Gereja – baik institusi maupun pribadi – memiliki tanggungjawab, bahwa setiap orang percaya adalah duta yang menyampaikan kabar sukacita ini. Jangan ragu mempercayai kedahsyatan kuasa-Nya yang sudah teruji dan terbukti memulihkan dan menyelamatkan kita.

Bagian Alkitab ini juga mengedukasi setiap orang percaya, bahwa menjaga kesehatan harus dilakukan secara berimbang, mencakup jasmani dan rohani, sebagai gaya hidup  yang mencerminkan kedewasaan iman, bahwa kita sudah dipulihkan dan diselamatkan. Tuhan Yesus dimuliakan. Amin.  

 

Editor : Clavel Lukas
#MTPJ #khotbah #GMIM #Renungan #Djolly Sondakh