Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Renungan Lansia GMIM 26 November - 2 Desember 2023, Ester 4:1-17 Berkorban Demi Kelangsuangan Hidup Banyak Orang

Aprilia Sahari • Rabu, 22 November 2023 | 14:19 WIB
LOGO GMIM.
LOGO GMIM.

Tema Mingguan: Berkorban Demi Kelangsuangan Hidup Banyak Orang
Bacaan Alkitab: Ester 4 : 1-17

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Ada banyak orang yang mengatakan ketika sudah menjadi orang yang berhasil dan sukses, maka orang tersebut menjadi sombong, lupa asal usulnya. Benarkah demikian bapak, ibu lansia? Realita ini mungkin ada di sekitar kita ataupun kita pernah kita alami seperti ada ungkapan: "so bantu, so berkorban akang, tapi ketika so berhasil lupa diri". Sebagai orang beriman kita senantiasa diajarkan jangan saling membalas dengan kebaikan sebagai perbuatan yang dikehendaki-Nya. Tema renungan kita: "Berkorban demi kelangsungan hidup orang banyak".

Menurut bacaan Ester 4:1-17, mengingatkan kita teladan yang ditunjukan oleh Ester, walaupun sudah menjadi orang besar di negeri orang, tapi dia tidak lupa siapa asal usulnya dan berasal dari mana. Bicara berkorban untuk orang banyak adalah suatu hal yang tidak mudah dilakukan sebab resikonya akan mengusik kenyamanan pribadi orang tersebut.

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Firman ini menceritakan tentang kehidupan orang-orang Yahudi yang mengalami ancaman hidup, di mana saat Mordekhai mengetahui niat jahat Haman, maka ia mengoyakkan pakaiannya, lalu memakai kain kabung dan abu, sambil melolong-lolong dengan nyaring di tengah-tengah kota. Ketika dayang-dayang dan sida-sida Ester memberitahukan apa yang dilakukan Mordekhai, sangatlah gelisah hati ratu Ester. Ia mengirim baju untuk dipakaikan kepada pamannya Mordekhai tapi itu tidak diterimanya. Karena itu Ester menyuruh Hatah untuk mencari tahu apa yang menyebabkan Mordekhai berkabung. Semua yang diketahui oleh Mordekhai disampaikan kepada Hatah untuk diceritakan kepada Ester, mengenai niat jahat Haman terhadap bangsanya. Mendengar hal itu awalnya Ester enggan untuk melakukan apa yang diminta pamannya, sebab Ester tahu bahwa dalam kerajaan ada aturan tidak diizinkan seseorang menghadap raja tanpa diundang oleh raja. Tetapi Tuhan Allah memberi keberanian kepada Ester. Karena itu ia menyuruh semua orang Yahudi yang ada di Susan, termasuk semua dayang-dayangnya di kerajaan untuk berpuasa selama tiga hari, dengan tidak makan dan minum, waktu malam maupun siang. Ini cara yang dilakukan oleh Ester, memohon kepada Tuhan Allah untuk menyertai usahanya. Ester menyadari tanpa penyertaan-Nya maka usahanya tidak akan berhasil. Walaupun harus menghadapi resiko, Ester tetap berkomitmen menyampaikan rencana Haman atas bangsanya kepada raja.

Ibu, Bapak LANSIA yang dilcasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Ester merendahkan dirinya dan berseru pada Tuhan Allah, memohon keberanian untuk menyampaikan kebenaran. Dengan doa dan keyakinan akan pertolongan Tuhan Allah "dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati". (ayat 16.d) Kesediaan Ester mengambil risiko yang sungguh luar biasa untuk menyelamatkan bangsanya. Semangat yang luar biasa diteladankan Ester bagi bangsanya dan bagi semua orang percaya.

Kendati telah menjadi permasyuri raja, yang hidup enak dan nyaman di Istana, Ester tidak pemah lupa siapa dirinya, asal-usulnya. Ester adalah sosdk pemberani memperjuangkan kebenaran di atas ketidakbenaran, walaupun ada harga mahal yang harus bayar dan dipertaruhkan. Tuhan Allah melembutkan hati raja Ahasyweros berkat usaha Ester istrinya. Sehingga kehidupan bangsa Yahudi diselamatkan dari ancaman pemunahan atau genosida.

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Firman Tuhan mengingatkan kita sebagai bapak ibu lansia untuk tetap peduli dan berbuat baik dengan orang-orang di sekitar kita, walaupun terkadang budi baik kita sering dilupakan. Seperti ungkapan pribahasa "lupa kacang akan kulitnya". Karena sudah berhasil/sukses terkadang orang yang telah kita bantu "lupa diri". Firman mengingatkan kita untuk menjadi Ester-Ester zaman ini yang mampu memperkatakan yang benar, peduli terhadap sesama, rela berkorban untuk orang-orang disekitar kita. Walaupun kita harus diperhadapkan dengan tantangan dan cobaan, tetap carilah, berserulah kepada Tuhan Allah. Agar supaya kehidupan kita tetap membawa berkat bagi orang banyak. Sebagaimana ungkapan lagu "Hidup ini adalah kesempatan". Tetaplah melakukan yang baik, terus menjadi teladan bagi anak-anak, cucu-cucu dan cece-cece, sebab ketika hidup sudah tak berdaya lagi kita sudah melakukan yang terbaik bagi orang banyak, terlebih berbuat yang baik bagi Tuhan Allah yang empunya kehidupan. Terpujilah nama Tuhan Allah. Amin.

Baca Juga: Renungan Lansia GMIM 5-11 November 2023, Galatia 2 : 15-21 Hidup Dibenarkan Oleh Iman

Baca Juga: Renungan Lansia GMIM 12-18 November 2023, Markus 2 : 1-12 Orang Percaya, Duta Penyembuhan Holistik

Baca Juga: Renungan Lansia GMIM 19-25 November 2023, Amsal 24 : 13-22 Hikmat Tidak Akan Membuat Engkau Jatuh

Editor : Aprilia Sahari
#GMIM #Lansia #Renungan Lansia #Renungan GMIM