Bacaan Alkitab: Mazmur 85 : 1-14
Tema Mingguan: "DAMAI: Bertemunya Kasih, Kesetiaan dan Keadilan"
Sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi dan diberkati Tuhan!
Sebagai warga gereja kita sudah berada di Minggu Adven yang pertama untuk menghayati masa-masa menyambut Natal Yesus Kristus, tetapi juga penantian kita akan kedatangan kembali Tuhan kita. Karya Allah di dalam anak-Nya Yesus Kristus yang janji-janji dan penggenapan-Nya sedang kita renungkan di Minggu-minggu Adven ini. Di sisi lain kesibukan sudah nampak dengan persiapan membeli bahan makanan dan pakaian serta kebutuhan lainnya untuk hari Natal nanti. Namun demikian hal yang lebih penting adalah bagaimana damai bertemu dalam kasih, kesetiaan dan keadilan yang harus dipraktikkan dalam kehidupan sebagai umat Allah.
Sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan!
Dalam Mazmur 85:1-14 ini pemazmur mencurahkan isi hatinya dalam bentuk doa dan permohonan. Pemazmur menyatakan betapa Tuhan berkenan terhadap ciptaan-Nya
khususnya tanah sekaligus memulihkan keadaan Yakub sebagai bapak leluhur orang Israel. Kita meyakini bahwa Tuhan memberkati manusia ciptaan-Nya melalui hasil dari tanah. Allah menghadirkan kesejahteraan kepada umat-Nya secara utuh, mulai dari kesuburan tanah, tanaman pertanian sampai pada umat yang hidup dari hasil tanah itu. Israel menerima berkat ini sebagai bentuk pemulihan utuh dari Allah.
Pemazmur juga mengungkapkan bahwa Tuhan mengampuni kesalahan serta menutupi segala dosa umat-Nya. Tuhan berinisiatif mendatangi umat-Nya dengan memberi belas
kasihan kepada mereka. Selain mengampuni dan memulihkan umat Israel maka Tuhan tidak lagi menyatakan penghukuman kepada mereka. Murka Tuhan tidak menyala-nyala lagi. Ia menyurutkan segala gemas-Nya maka serentak proses pengampunan atas dosa dan kesalahan umatnya berlangsung. Artinya Tuhan tidak mendendam atas kejahatan yang dilakukan oleh umat Israel ketika umat itu datang berbalik dan bertobat. Tanpa Allah menyurutkan gemas-Nya, manusia akan terus berjalan dalam kebinasaan kekal (Ayat 1-4).
Pemazmur bermohon agar umat Tuhan dipulihkan. Ayat 5 "Pulihkanlah kami ya Allah penyelamat kami, dan tiadakanlah sakit hati-Mu kepada kami". Ini karya Allah agung, karena pengampunan-Nya tanpa sakit hati, dendam atau pembalasan. Pemazmur juga memohon kepada Tuhan untuk tidak selamanya menyatakan murka kepada umat Israel tetapi Tuhan menyatakan belas kasihan dan pemulihan serta pengampunan dosa. Permohonan doa selanjutnya adalah kiranya Tuhan memberikan keselamatan kepada umat Israel. Dalam Perjanjian Baru kita mengenal ayat Yohanes 3:16. "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini , sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."
Sahabat Pria/Kaum Bapa yang diberkati Tuhan!
Dalam ayat 9-12 pemazmur berkomitmen untuk melakukan perintah Tuhan dengan menjawab bahwa Tuhan hendak berbicara tentang damai. Kedamaian sangat dibutuhkan
oleh setiap insan manusia di dunia ini. Umat Allah tidak boleh kembali kepada saat-saat kebodohan atau kembali kepada kejahatan. Keselamatan sudah dinyatakan kepada umat Israel yang takut akan Dia. Bagaikan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan seperti kasih dan kesetiaan bertemu. Kasih Allah tak terbatas dan kesetiaan Tuhan selalu dinyatakan kepada setiap orang yang datang kepada-Nya. Begitu juga keadilan dan damai sejahtera tak dapat dipisahkan, mereka akan selalu bercium-ciuman. Kesetiaan harus dipraktikkan supaya terus bertumbuh dan berkembang. Iman juga harus bertumbuh baik rohaninya maupun perbuatannya.
Kemudian ayat 13-14 hendak memberikan suatu kesimpulan bahwa Tuhan memberikan kebaikan dan memenuhi kebutuhan hidup manusia dengan negeri atau tanah yang memberikan hasil untuk kebutuhan manusia dan keadilan harus berjalan terus supaya menjadi jejak kaki-Nya menjadi jalan.
Sahabat Pria/Kaum Bapa yang diberkati Tuhan!
Damai bertemu kasih kesetiaan dan keadilan hendaknya terus kita terapkan sebagai satu persekutuan Pria/Kaum Bapa. Kita terpanggil untuk menghadirkan damai sejahtera dan keadilan. Harus kita ingat bahwa Tuhan saja mau mengampuni dan rela untuk berdamai dengan umat manusia yang telah berdosa supaya dipulihkan, maka kitapun wajib untuk saling mengampuni dan berdamai. Sebab ada saja P/KB yang masih sulit memberi maaf dan mengampuni sesamanya. Minggu Adven pertama ini menghentar kita untuk menerapkan kasih, kesetiaan dan keadilan, baik dalam persekutuan keluarga maupun jemaat dan masyarakat. Di mana ada kasih, kesetiaan dan keadilan pastilah ada damai sejahtera. Amin.
Pertanyaan untuk PA:
1. Apa pemahaman saudara tentang damai bertemunya kasih kesetiaan dan hukum yang berkeadilan?
2. Bagaimana P/KB mempraktikkan pengampunan kepada sesama manusia berdasarkan Mazmur 85:1-14?